Aset Penerbit

Aset Penerbit

Makanan yang Jadi Pantangan Asam Urat & Cara Mencegahnya

Inspirasi

Asam urat merupakan kondisi kesehatan yang sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu kunci utama pengendaliannya adalah memahami pantangan asam urat, terutama terkait makanan yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah.

Selain menjaga pola makan, penting juga untuk mengetahui cara mencegah asam urat agar tidak mudah kambuh serta memahami bahaya asam urat tidak terkontrol mulai dari nyeri sendi berkepanjangan hingga risiko komplikasi serius. Tidak kalah penting, penderita juga perlu mengenal berbagai pengobatan asam urat, baik melalui pendekatan herbal maupun medis, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

Makanan pantangan asam urat

Asam urat adalah suatu zat sisa dari pemecahan purin yang normalnya akan dikeluarkan oleh ginjal. Kadar asam urat bisa saja meningkat karena terjadi peningkatan asupan makanan yang kaya akan purin, tubuh memproduksi asam urat secara berlebih, maupun terganggunya proses pengeluaran asam urat.

Oleh karena itu, penderita penyakit asam urat perlu menghindari makanan yang mengandung purin tinggi untuk mengurangi risiko pembentukan kristal asam urat di dalam tubuh. Di samping makanan mengandung purin, terdapat faktor lain yang dapat membuat hidangan tertentu menjadi pantangan penderita asam urat. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa makanan yang perlu dihindari oleh penderita asam urat.

1. Daging merah

Daging merah adalah makanan pantangan penderita asam urat yang mengandung kadar purin dalam jumlah sedang. Daging merah seperti daging sapi, domba, rusa, dan babi merupakan sumber protein hewani yang kaya purin.

Meskipun kadar purinnya tidak begitu tinggi, penderita asam urat perlu membatasi konsumsi daging merah, maksimal 100 gram dalam sehari. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian yang lebih rendah purin.

2. Makanan laut

Makanan laut seperti kerang, tiram, ikan teri, kerang, udang, lobster, ikan sarden, kod, haring, dan tuna merupakan sumber purin yang tinggi. Bahkan, beberapa jenis makanan laut memiliki kandungan purin yang lebih tinggi daripada daging merah. Meskipun makanan laut kaya akan nutrisi, tetapi bagi individu yang rentan terhadap asam urat tinggi, mengonsumsi makanan ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko peningkatan kadar asam urat. Oleh karena itu, ada baiknya untuk membatasi asupan makanan laut atau pilih jenis makanan laut yang lebih rendah purin seperti ikan salmon.

3. Jeroan

Jeroan atau organ dalam hewan seperti hati, ginjal, limpa, dan otak menjadi sumber purin yang tinggi.  Meskipun jeroan dapat mengandung banyak nutrisi seperti zat besi dan vitamin B12, tetapi risiko peningkatan kadar asam urat bisa lebih besar daripada manfaat nutrisinya. Sebagai gantinya, pilihlah sumber protein yang rendah purin seperti daging tanpa lemak atau protein nabati.

Konsumsi makanan yang berlemak seperti jeroan dapat membuat kadar asam urat dalam darah meningkat karena cenderung menempel dengan asam urat dalam ginjal, sehingga proses pengeluaran asam urat pun terhambat. 

4. Durian

Durian memiliki kandungan senyawa kimia yang berpotensi meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Salah satu senyawa utama dalam durian adalah purin yang merupakan prekursor dari asam urat. Jadi, meskipun durian mungkin sangat lezat, penderita asam urat disarankan untuk mengurangi bahkan menghindari makanan ini. Jika ingin mengonsumsi buah untuk menjaga kesehatan tubuh, disarankan untuk memilih buah yang mengandung vitamin C (jeruk, lemon, jeruk nipis) atau buah ceri.

5. Asparagus

Meskipun asparagus mengandung beberapa nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat, namun asparagus juga mengandung purin dalam jumlah yang cukup tinggi. Konsumsi asparagus dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Meskipun belum sepenuhnya dipahami mekanismenya, namun beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara konsumsi asparagus dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

6. Makanan yang mengandung ragi

Makanan seperti roti, kue, dan bir seringkali menggunakan ragi sebagai salah satu bahan utamanya. Ragi adalah jenis ragam ragi yang mengandung purin. Sebaiknya Anda memilih alternatif makanan yang tidak menggunakan ragi sebagai bahan utama atau mengonsumsinya dengan batas yang lebih rendah untuk menghindari peningkatan risiko asam urat.

7. Makanan ultra proses

Makanan ultra proses adalah makanan yang telah diolah dan seringkali mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Makanan ultra proses ini kemudian akan meningkatkan radikal bebas yang memicu peningkatan produksi asam urat. Contoh makanan olahan termasuk makanan cepat saji, makanan kaleng, makanan instan, dan camilan siap saji. Bahan tambahan ini dapat mengganggu metabolisme purin dan meningkatkan risiko penumpukan asam urat dalam tubuh.

8. Makanan dan minuman tinggi gula

Gula, khususnya fruktosa atau gula alami dalam buah akan diuraikan menjadi asam urat. Jadi, semakin banyak konsumsi makanan manis, kadar asam urat dalam tubuh akan mengalami peningkatan yang bisa memperburuk kondisi. Minuman dengan kandungan gula tinggi seperti minuman bersoda dapat menjadi faktor risiko dalam meningkatkan kadar asam urat. Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan resistensi insulin yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh.

9. Minuman beralkohol

Memang tidak semua minuman beralkohol mengandung purin, namun kandungan alkoholnya dapat mengurangi kerja ginjal dalam mengeliminasi asam urat. Tubuh dapat menarik kembali asam urat akibat pembuangan yang terganggu tersebut. Hal ini membuat kristal asam urat tersimpan di sendi sehingga memperburuk rasa sakit karena peradangan pada sendi. Sebaiknya hindari minuman beralkohol seperti bir, rum, wiski, dan vodka. Wine apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit masih diperbolehkan.

10. Sayuran tertentu

Makanan pantangan asam urat selanjutnya adalah jenis sayuran tertentu. Beberapa jenis sayuran seperti bayam, asparagus, kembang kol, dan jamur mengandung purin yang relatif tinggi.  Meski tidak setinggi daging atau makanan laut, konsumsi berlebihan sayuran ini juga dapat memengaruhi kadar asam urat. Namun, perlu diingat bahwa sayuran tetap penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Konsumsi sayuran tinggi purin sebaiknya dibatasi, tetapi jangan dihilangkan sepenuhnya dari diet.

Cara mencegah asam urat

Asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian sehingga sendi meradang. Saat kristal asam urat menumpuk di persendian, ada beberapa gejala yang muncul seperti persendian terasa sangat nyeri, kemerahan, dan bengkak, dan terbatas gerakannya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut cara yang bisa dilakukan untuk mencegah asam urat. 

1. Minum air putih

Cara mencegah asam urat yang paling sederhana ialah rutin mengonsumsi air putih. Hal ini karena air putih bisa membantu ginjal untuk mengeluarkan asam urat lebih cepat melalui urin sehingga tidak terjadi penumpukan kristal asam urat di persendian. Agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, minumlah air putih setidaknya 8 gelas per hari.

2. Hindari konsumsi makanan tinggi purin

Asam urat bisa terjadi ketika purin menumpuk di dalam tubuh. Membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung purin dapat mencegah terjadinya asam urat.

3. Kurangi konsumsi gula

Kandungan fruktosa (gula) dalam makanan dan minuman berpemanis tambahan bisa meningkatkan kadar purin di tubuh dan menjadi asam urat. Jika Anda mengonsumsi fruktosa dalam jumlah berlebih, asam urat dapat mengkristal dan menumpuk di persendian, sehingga menyebabkan sendi terasa nyeri saat digerakkan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya membatasi konsumsi gula maksimal 4 sendok makan per hari.

4. Konsumsi kopi

Kopi dipercaya mampu menurunkan risiko terjadinya asam urat karena mengandung antioksidan polifenol yang mampu mempercepat proses penguraian purin di dalam tubuh. Namun, kemampuan kopi untuk mencegah asam urat ini masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi. Jika ingin meminum kopi, sebaiknya Anda mengonsumsi kopi hitam tanpa gula atau tanpa campuran krimer dan pemanis tambahan lainnya.

5. Konsumsi produk olahan susu rendah lemak

Mengonsumsi produk olahan susu rendah lemak mampu mengurangi risiko terjadinya serangan asam urat. Hal ini karena susu rendah lemak membantu sistem pencernaan untuk mengeluarkan asam urat melalui urine. Beberapa produk olahan susu rendah lemak yang bisa dikonsumsi sebagai cara mencegah asam urat ialah yoghurt rendah lemak dan susu skim.

6. Turunkan berat badan

Berat badan berlebih (obesitas) menyebabkan produksi asam urat tubuh meningkat dan menurunkan kemampuan ginjal dalam membuang asam urat melalui urine. Agar penyakit asam urat tidak menyerang, penderita diabetes perlu menurunkan berat badan dengan rutin berolahraga serta membatasi konsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak. Tidak perlu diet ekstrem, cukup kurangi kalori berlebih dan tingkatkan aktivitas fisik.

7. Hindari rokok dan minuman beralkohol

Asap rokok mampu menyebarkan zat berbahaya yang membuat kadar radikal bebas di dalam tubuh meningkat. Akibatnya, imun tubuh menurun dan meningkatkan kemungkinan peradangan karena penumpukan asam urat. Selain itu, terlalu sering minum alkohol juga bisa membuat tubuh menjadi dehidrasi sehingga purin susah dibuang keluar tubuh. Jika Anda suka mengonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya segera kurangi atau hentikan kebiasaan ini mulai dari sekarang.

8. Konsumsi obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang dapat memberikan efek samping berupa peningkatan kadar asam urat di tubuh seperti aspirin, diuretik, vitamin B-3 (niasin), pirazinamid, dan obat untuk menurunkan tekanan darah. Namun, ada juga beberapa jenis obat  yang berfungsi untuk menurunkan kadar asam urat di tubuh seperti allopurinol dan febuxostat. Perlu diingat bahwa penggunaan obat-obatan ini sebaiknya berdasarkan resep dari dokter.

9. Tetap aktif dan rajin berolahraga

Cara mencegah penyakit asam urat tidak hanya dari pola makan, tetapi juga dengan gaya hidup aktif. Olahraga ringan minimal 3 kali dalam seminggu seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda bisa membantu menjaga metabolisme tubuh. Bahkan tanpa penurunan berat badan drastis, aktivitas fisik teratur tetap membantu mengurangi risiko serangan asam urat. 

10. Perhatikan kualitas tidur dan atasi sleep apnea

Gangguan tidur seperti sleep apnea bisa meningkatkan risiko asam urat. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan oksigen saat tidur dan memicu produksi purin berlebih. Jika mengalami gejala sleep apnea, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih parah.

Bahaya asam urat tidak terkontrol

Penyakit asam urat yang tidak segera diatasi dapat membahayakan pengidap asam urat karena sebabkan komplikasi kesehatan. Dilansir dari beberapa sumber, berikut bahaya asam urat jika tidak terkontrol dan tidak segera diatasi.

1. Tophi

Asam urat yang tidak segera diobati bisa berkembang menjadi asam urat kronis atau asam urat tophaceous yang dapat menyebabkan tophi. Tophi adalah penumpukan kristal padat di bawah kulit yang kemudian membentuk bulatan kecil menonjol dan terdapat cairan. Benjolan tophi paling sering terjadi di bagian-bagian tubuh seperti tangan, kaki, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan telinga. Saat benjolan tersebut terus bertumbuh, ia dapat mengikis kulit dan jaringan di sekitar persendian yang akhirnya menyebabkan kerusakan dan kehancuran sendi.

2. Kerusakan sendi

Ketika kadar asam urat dalam tubuh sudah tidak terkontrol, maka dapat menyebabkan kerusakan sendi pada tubuh. Umumnya, kondisi ini muncul setelah kondisi tophi yang tidak segera diatasi.

3. Batu Ginjal

Asam urat yang tidak segera diatasi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti batu ginjal. Kadar asam urat dalam tubuh membentuk kristal yang menumpuk dan dapat berubah menjadi batu ginjal. Kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami gangguan fungsi pada ginjal. Menurut National Kidney Foundation, banyak pengidap asam urat yang juga mengalami penyakit ginjal kronis, yang kadang-kadang berakhir dengan gagal ginjal.

4. Penyakit jantung koroner

Tingginya kadar asam urat dalam tubuh dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah oleh penumpukan kristal yang berasal dari asam urat. Aliran darah yang tersumbat ini dapat mengakibatkan gangguan aliran menuju jantung. Kondisi ini yang membuat risiko penyakit jantung koroner meningkat.

5. Penyakit hati

Kadar asam urat tinggi juga bisa memengaruhi fungsi hati, salah satunya adalah mengganggu sintesis lemak, sehingga terjadi penumpukan lemak di dalam hati (fatty liver), kondisi yang dikenal dengan nama steatosis hepatis. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan hati, fibrosis hati, dan sirosi.

Pengobatan asam urat

Pengobatan asam urat berfokus pada pengaturan pola makan sehat dan gaya hidup. Tujuannya adalah menghentikan serangan akut dan mengurangi gejala seperti nyeri hebat, bengkak, rasa hangat, dan kemerahan. Dilansir dari beberapa sumber, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala asam urat seperti:

1. Pemberian obat-obatan

Penggunaan obat-obatan seperti ibuprofen, naproxen, dan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya dapat membantu meredakan rasa sakit saat serangan asam urat terjadi. Obat colchicine juga efektif dalam mengurangi nyeri, pembengkakan, dan peradangan dalam waktu singkat. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Setelah serangan akut mereda, langkah berikutnya adalah mengonsumsi obat untuk mengurangi timbunan asam urat dalam tubuh. Dalam 1-2 minggu pasca serangan, konsultasikan dengan dokter mengenai jenis obat yang tepat untuk mengendalikan kondisi tersebut.

2. Lakukan kompres dingin

Kompres dingin adalah terapi asam urat yang mudah dilakukan di rumah. Terapi ini juga bisa menjadi pertolongan pertama saat gejala asam urat tiba-tiba kambuh. Jika sendi mendadak nyeri, segera hentikan segala aktivitas yang dilakukan, kemudian bungkus es dengan handuk tipis yang bersih dan tempelkan pada sendi yang nyeri selama 20 menit. Selain melakukan kompres dingin, Anda juga bisa berendam dalam air dingin untuk meredakan gejala nyeri sendi.

3. Banyak minum air putih

Terapi asam urat yang juga perlu dilakukan adalah minum air putih yang cukup setiap hari. Tercukupinya kebutuhan air setiap hari berperan penting dalam menjaga kerja ginjal. Jika fungsi ginjal normal, maka dapat mengurangi penumpukan kristal asam urat dan kekambuhan gejala asam urat. Oleh karena itu, penuhilah kebutuhan tubuh akan air putih minimal 8 gelas setiap hari agar kadar asam urat tetap normal.

4. Konsumsi buah dan sayuran tinggi vitamin C

Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak vitamin C juga termasuk dalam terapi asam urat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Vitamin C banyak ditemukan dalam beragam buah dan sayuran, seperti jeruk, stroberi, kiwi, brokoli, paprika, dan kentang.

5. Konsumsi buah ceri

Menurut beberapa penelitian, buah ceri bisa menjadi terapi asam urat yang aman dan efektif. Antioksidan antosianin di dalamnya berperan dalam meredakan peradangan dan mengurangi jumlah asam urat di dalam darah. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa mengonsumsi 1 cangkir (250 ml) jus ceri atau 10 buah ceri per hari dapat mengurangi frekuensi kekambuhan gejala asam urat.

6. Konsumsi kunyit

Kunyit mengandung beragam senyawa alami yang bersifat anti radang, antioksidan, dan anti nyeri. Karena sifatnya ini, kunyit dapat meredakan peradangan dan mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita asam urat. Untuk mendapatkan manfaat kunyit untuk asam urat, Anda bisa mengonsumsi seduhan air kunyit. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan kunyit segar ke dalam sup atau mengonsumsi suplemen kunyit. Namun, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen kunyit

Perlu diingat bahwa asam urat merupakan penyakit persendian yang menyakitkan dan sering menyerang pria dan individu di usia 50 tahun ke atas. Pola makan dan gaya hidup yang sehat, termasuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi purin, dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat.

Asam urat juga sering memerlukan kontrol rutin dan pengobatan jangka panjang, oleh karena itu memiliki asuransi kesehatan menjadi solusi penting untuk membantu menanggung biaya perawatan sekaligus memberikan ketenangan finansial bagi penderitanya.

Salah satu produk asuransi kesehatan yang bisa Anda pertimbangkan untuk memberikan perlindungan ketika terjadi risiko finansial akibat tingginya biaya operasi usus buntu adalah Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan dari AXA Mandiri. Asuransi ini memberikan manfaat penggantian biaya harian kamar rawat inap Rumah Sakit, penggantian biaya harian kamar unit perawatan intensif, penggantian biaya pembedahan, santunan meninggal dunia karena Kecelakaan, penggantian biaya transportasi ke Rumah Sakit untuk setiap rawat inap serta manfaat pengembalian premi dengan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Polis. Pembayaran premi dilakukan secara bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.rspondokindah.co.id/en/news/pantangan-makanan-asam-urat
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pantangan-asam-urat
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-11-makanan-pantangan-asam-urat-yang-harus-dihindari?srsltid=AfmBOopRoOjwXGlGjS665qBN2SvEvRxM3uCGPv7QFn-x322G3u6S5DRO
  • https://www.alodokter.com/10-cara-mencegah-asam-urat-yang-tepat
  • https://ciputrahospital.com/cara-mencegah-asam-urat/
  • https://www.dkonsul.com/artikel/kesehatan/cara-mencegah-asam-urat-tinggi 
  • https://puskesmaskuripan-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/jangan-diamkan-ini-5-bahaya-asam-urat-jika-tidak-diobati/
  • https://sentramedikahospitals.com/artikel/detail/asam-urat-tinggi-tanpa-nyeri-sendi-ini-bahayanya-dan-solusinya/405
  • https://www.alodokter.com/5-terapi-asam-urat-yang-aman-dan-efektif