Ciri Asam Urat Tinggi & Cara Atasinya dengan Tepat untuk Cegah Penyakit!
Penyakit asam urat sering dianggap remeh bagi sebagian orang. Anggapan inilah yang sering membuat orang akhirnya lengah dan tanpa disadari asam urat sudah menjadi parah, hingga pada akhirnya memicu komplikasi serius. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri asam urat tinggi untuk mencegah masalah atau penyakit yang lebih serius lagi.
Dilansir dari Halodoc, penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi yang ada pada tubuh berisiko terserang asam urat, namun asam urat sering menyerang sendi-sendi pada jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.
Umumnya, penyakit asam urat lebih mudah menyerang pria, khususnya yang berusia di atas 30 tahun. Sedangkan pada wanita, asam urat sering muncul ketika mulai memasuki masa menopause. Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama.
Sayangnya, banyak orang yang salah mengartikan ciri-ciri asam urat tinggi dan menyamakannya dengan rematik. Padahal, rematik adalah istilah yang menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.
Kadar asam urat seseorang bisa dinilai menggunakan dua metode yaitu menggunakan sampel darah dan sampel urine. Setiap orang memiliki kadar normal asam urat dalam darah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah kadar asam urat normal dalam darah berdasarkan usia dan jenis kelamin:
Lansia biasanya memiliki angka yang tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Seorang laki-laki disebut memiliki kadar asam urat tinggi apabila hasil tesnya ada di atas 7 mg/dL dan perempuan di atas 6 mg/dL. Sementara itu, untuk tes asam urat menggunakan sampel urine 24 jam, kadar normalnya adalah 250-750 mg/24 jam.
Asam urat merupakan senyawa yang diproduksi tubuh untuk mengurai purin. Purin sendiri merupakan zat alami yang berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Nantinya, ketika sudah selesai digunakan, asam urat akan dibuang melalui urine.
Namun terkadang tubuh dapat menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan sehingga mengeluarkan terlalu sedikit asam urat. Ketika kondisi ini terjadi, maka akan terjadi penumpukan asam urat yang membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.
Terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu tingginya kadar asam urat dalam darah seseorang seperti yang dilansir dari Halodoc yaitu:
Memiliki riwayat keluarga yang mengidap asam urat.
Baru saja mengalami cedera atau pembedahan.
Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
Sering mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman dengan kadar gula tinggi.
Memiliki kondisi medis tertentu misalnya diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.
Agar Anda tidak salah mengenali ciri-ciri asam urat dan menyamakannya dengan rematik, di bawah ini adalah beberapa ciri asam urat tinggi yang perlu Anda waspadai dan perhatikan yang dilansir dari Detik Health.
Ketika tubuh tidak bisa lagi memecah asam urat, maka akan terjadi penumpukan kristal asam urat yang terjadi pada bagian kaki, terutama di area jari, lutut, ataupun pergelangan. Meski begitu, penyakit ini cenderung menyerang area jempol sehingga memicu sakit luar biasa hingga kemerahan.
Namun tidak menutup kemungkinan penderita asam urat bisa merasakan rasa sakit gabungan di bagian tertentu. Jika kondisi tersebut muncul, artinya penderita asam urat tersebut mengalami poliartikular, yaitu gejala asam urat yang menyerang lebih dari satu sendi sekaligus.
Ciri asam urat tinggi biasanya akan lebih terlihat dan menunjukkan gejala yang semakin hebat ketika malam hari, biasanya antara tengah malam hingga 8 pagi. Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, misalnya suhu tubuh yang menurun dan dehidrasi yang membuat asam urat menumpuk lebih mudah.
Nyeri yang diakibatkan karena asam urat tinggi bisa menyebabkan penderita asam urat cepat lelah bahkan demam karena mudah terkena flu. Hal inilah yang sering membuat tubuh penderita asam urat jadi kurang berenergi. Namun kondisi ini sering terjadi ketika asam urat mencapai tingkat kronis.
Selain nyeri sendi, penderita asam urat tinggi juga berpotensi menyebabkan penyakit batu ginjal dengan gejala khusus, seperti nyeri di punggung bagian bawah, demam, mual, muntah, urine berdarah, dan sakit perut.
Benjolan yang muncul pada jaringan sendi tanpa alasan tertentu, atau sering disebut tophi. Umumnya, tophi dirasakan oleh penderita asam urat kronis karena penumpukan kristal yang fatal. Bila kondisi ini muncul, nyeri yang dirasakan akan lebih tajam dari sebelumnya.
Gejala asam urat juga terkadang tidak muncul secara konsisten. Kondisinya bisa berlangsung dalam hitungan jam, kemudian menghilang dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu. Jika tidak segera diatasi, gejala ini akan muncul semakin intens dan memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Ketika asam urat mulai tinggi dan membuat tubuh atau sendi sakit, ada beberapa cara mudah dan aman yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejalanya. Berikut adalah cara mudah dan aman dalam mengobati asam urat yang dilansir dari Halodoc.
Untuk pertolongan pertama, Anda bisa coba mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Namun pastikan Anda telah menanyakan dan berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya untuk memastikan keamanannya.
Ketika nyeri yang dirasakan tidak terlalu parah, Anda bisa menunda untuk mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid dan menggantinya dengan melakukan kompres dingin di bagian sendi. Hal ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit. Cobalah bungkus es dengan handuk tipis dan tempelkan ke sendi yang nyeri selama 20 menit. Hindari untuk mengoleskan es ke tangan atau kaki jika Anda memiliki masalah saraf akibat diabetes atau lainnya.
Ketika asam urat kambuh, sebaiknya Anda mengistirahatkan sendi sampai rasa sakitnya mereda. Saat nyeri, Anda pasti tidak ingin sering menggerakan tubuh, bukan? Namun cobalah angkat sendi di atas bantal atau benda lunak lainnya untuk meringankan gejala tersebut.
Ketika tubuh tidak memiliki kadar air yang cukup, maka kadar asam urat otomatis meningkat lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menghidrasi tubuh dengan baik agar asam urat segera turun. Tubuh yang terhidrasi dengan cukup akan membuat peredaran darah tetap normal dan mampu mengeluarkan kadar asam urat berlebih secara efektif.
Makanan dengan zat purin yang tinggi, seperti seafood, jeroan dan makanan berlemak, dapat meningkatkan asam urat dalam darah menjadi lebih banyak. Begitu juga minuman yang tinggi gula dan alkohol. Oleh sebab itu, pastikan Anda menghindari makanan dan minuman ini terlebih dahulu saat asam urat kambuh.
Ketika terjadi gejala asam urat, umumnya dokter akan memberikan resep kepada pengidapnya. Namun penggunaan obat tidak akan efektif dan bisa menimbulkan kembali gejalanya jika tidak dibarengi pola hidup sehat. Menurut Detik Health, ada beberapa cara mencegah asam urat tinggi yang bisa Anda lakukan.
Selain menjaga kesehatan ginjal, memenuhi kebutuhan air mineral juga membantu mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh.
Agar terhindar dari asam urat tinggi, Anda bisa menjaga berat badan yang sehat melalui diet atau olahraga tertentu. Menurut penelitian, penurunan berat badan yang berlebihan secara bertahap adalah cara efektif untuk mengurangi risiko asam urat tinggi.
Ada beberapa makanan yang perlu Anda hindari agar tidak terkena asam urat tinggi, yaitu daging merah, makanan laut, jeroan, serta minuman dan makanan manis.
Selain makanan, hindari juga meminum obat yang diyakini sebagai pemicu asam urat seperti obat diuretik hingga obat yang berhubungan dengan hiperurisemia.
Olahraga secara teratur juga bisa cegah asam urat tinggi. Anda bisa mencoba beberapa olahraga yang membantu menghindari asam urat seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang.
Tidak semua orang bisa mengenali perbedaan rematik dan asam urat. Kedua kondisi ini memang terlihat serupa, namun memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Baik rematik maupun asam urat dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi. Kedua kondisi ini juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski demikian, ada perbedaan rematik dan asam urat yang penting untuk Anda ketahui. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa perbedaan asam urat tinggi dan rematik.
Penyakit asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh berlebih dan mengendap di sendi, tulang, serta jaringan tubuh. Nyeri pada asam urat biasanya muncul secara mendadak dan dirasakan pada jari-jari atau persendian kaki, baik di salah satu atau kedua kaki
Sedangkan rematik disebabkan oleh peradangan kronis umumnya menimbulkan nyeri pada sendi di kedua sisi tubuh dan disertai dengan kekakuan sendi Rematik juga terkadang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada area tubuh yang nyeri. Namun, gejala tersebut juga bisa ditemukan pada penderita asam urat.
Rematik merupakan penyakit autoimun yang umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Sejauh ini pemicu rematik belum diketahui secara pasti, namun diduga berhubungan dengan infeksi virus dan kebiasaan merokok.
Sedangkan, asam urat sering kali disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kadar purin, seperti daging, jeroan, ikan, kerang, roti gandum, dan sereal.
Rematik dapat menyerang kelompok usia muda maupun tua. Namun, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia di atas 60 tahun. Rematik juga lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria.
Sedangkan itu, asam urat lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa muda dengan berat badan berlebih dan lebih sering terjadi pada pria. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol atau makanan dengan pemanis tambahan juga dapat meningkatkan risiko terkena asam urat.
Terdapat sejumlah mitos yang sering didengar oleh penderita asam urat. Ahli Reumatologi, Scott Burg dikutip dalam laman Cleveland Clinic, mengatakan sebetulnya ada beberapa fakta yang harus orang tahu tentang mitos penyakit asam urat. Dilansir dari DetikHealth, berikut beberapa mitos asam urat yang perlu Anda pahami.
Dr Burg menjelaskan bahwa penderita asam urat tetap diperbolehkan mengonsumsi daging, namun porsinya perlu diatur. Selain itu, penderita asam urat perlu menghindari daging jeroan seperti hati yang memiliki kadar purin lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kambuhnya asam urat. Mengonsumsi daging ayam tanpa lemak dalam porsi sedang dijelaskan bahwa tidak akan mempengaruhi kondisi penderita.
Asam urat memang sering menyerang sendi pada jempol atau ibu jari kaki. Meskipun sering menyerang ibu jari kaki terlebih dahulu, asam urat juga dapat mempengaruhi sendi lain. Asam urat bisa menyerang sendi lain seperti lutut, pergelangan tangan dan kaki, serta jari tangan dan kaki. Penumpukan kristal asam urat dalam darah dapat merusak berbagai sendi di tubuh.
Siapa pun bisa mengalami asam urat, terlepas dari berat badan ataupun usianya. Namun, orang dengan kondisi obesitas memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, asam urat juga lebih sering terjadi pada penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol. Faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat
Meskipun tidak secara langsung menyebabkan kematian, asam urat yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, dan resistensi insulin yang dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan.
Menurut Dr Burg, jika mengonsumsi makanan berlemak dengan porsi dalam batas wajar, maka tidak akan memengaruhi kambuhnya asam urat. Makanan berlemak tersebut mungkin tidak secara langsung menyebabkan kambuhnya asam urat, tetapi dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Obesitas menjadi salah satu risiko utama serangan asam urat.
Itulah beberapa penyebab, ciri, cara mengatasi, dan juga cara mencegah penyakit asam urat. Dengan mengetahui beberapa hal penting seperti di atas, maka Anda bisa lebih mudah menjaga diri agar terhindar dari kondisi asam urat yang tinggi. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, asam urat bisa menimbulkan berbagai komplikasi, mulai dari munculnya tofi atau kumpulan kristal yang menyebabkan benjolan pada tubuh, kerusakan sendi, hingga risiko terkena batu ginjal. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan pencegahan dan pengecekan kadar asam urat secara berkala sebelum terlambat.
Selain itu, untuk menghindari risiko finansial akibat berbagai penyakit yang disebabkan karena asam urat, pastikan juga mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam asuransi kesehatan dari AXA Mandiri. Anda bisa memilih berbagai manfaat asuransi kesehatan dari AXA Mandiri sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.
Bagi Anda yang ingin membeli asuransi kesehatan swasta, Anda bisa coba berkonsultasi langsung dengan Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: