Waspada Bahaya Gejala Ambeien, Cara Mengatasi & Pantangannya!
Gejala ambeien sering muncul secara perlahan dan sering dianggap keluhan sepele. Padahal, kondisi ini bisa semakin memburuk jika tidak segera ditangani dengan tepat. Ambeien dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal, hingga perdarahan saat buang air besar yang tentu berpengaruh pada kenyamanan dan kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, mengenali gejala ambeien sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi berkembang ke tahap yang lebih serius.
Pemahaman tentang cara mengatasi ambien secara tepat penting untuk dipahami. Selain itu, penderita juga perlu mengetahui pantangan yang harus dihindari agar keluhan tidak semakin parah, serta pilihan pengobatan ambeien yang sudah parah sebagai langkah lanjutan bila penanganan awal tidak lagi efektif.
Ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar rektum atau anus. Ketika pembuluh darah mengalami pembengkakan, penderitanya akan merasakan berbagai gejala termasuk keluar darah saat BAB, nyeri saat buang air besar, bahkan muncul benjolan di sekitar anus. Selain itu, penderita ambeien juga bisa mengalami penonjolan wasir keluar dari anus, dengan atau tanpa warna biru atau ungu (trombosis).
Ambeien sendiri dianggap abnormal apabila bantalan anal tersebut membesar serta menyebabkan rasa tidak nyaman dan perdarahan. Di Indonesia, ambeien dialami oleh sekitar 5,7% atau setara dengan 10 juta penduduk. Ambeien lebih banyak dialami oleh orang yang berusia 45–65 tahun, atau ibu hamil. Meski cenderung aman, ambeien tetap membutuhkan penanganan langsung dari dokter agar tidak menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Secara umum, ambeien sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu ambeien dalam atau internal (internal hemorrhoid) dan ambeien luar atau eksternal (external hemorrhoid). Pembengkakan ambeien internal terjadi pada pembuluh darah di dalam anus dan tidak terlihat dari luar.
Sedangkan ambeien eksternal terjadi dekat dengan anus dan dapat terlihat dari luar serta terasa nyeri. Umumnya, ambeien luar yang lebih menimbulkan keluhan daripada ambeien dalam. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa gejala ambeien yang perlu diatasi.:
Benjolan yang menjadi gejala ambeien sebenarnya adalah pembuluh darah yang membesar. Benjolan ini bisa berada di dalam anus (internal) atau keluar dari anus (eksternal). Benjolan yang keluar dari anus dapat berwarna kebiruan berbentuk seperti anggur dan bertekstur lunak.
Gatal biasanya menjadi gejala ambeien eksternal di mana pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar tubuh. Anus gatal ketika ambeien disebabkan oleh beberapa kondisi seperti reaksi peradangan, gesekan di area anus, iritasi saat mengejan atau saat bersentuhan dengan feses, hingga produksi lendir akibat pembesaran pembuluh darah di anus.
Dibandingkan ambeien eksternal, ambeien internal umumnya tidak menimbulkan nyeri. Hal ini karena ambeien internal berada di rektum bagian dalam yang hanya memiliki sedikit reseptor rasa nyeri. Namun, ambeien internal dapat terdorong keluar dari anus saat buang air besar dan tidak dapat masuk kembali. Kondisi ini disebabkan oleh terhambatnya aliran darah, sehingga terbentuk bekuan darah (trombosis) pada ambeien.
Pada ambeien eksternal, rasa nyeri yang hebat dan terasa menusuk dapat dirasakan saat duduk, buang air besar, atau saat menyeka area anus. Keluhan ini dapat berlangsung selama beberapa hari.
Gejala ambeien berikutnya adalah lendir yang keluar dari anus, misalnya saat buang angin, buang air besar, atau sekedar menyeka area bokong. Lendir dapat keluar tanpa disadari. Kondisi ini terjadi karena ambeien membuat otot di sekitar anus tidak dapat menutup sempurna.
Buang air besar berdarah dapat menjadi gejala ambeien eksternal maupun internal. Darah yang muncul umumnya berwarna merah cerah. Meskipun sampai menyebabkan perdarahan, ambeien internal biasanya tidak disertai nyeri.
BAB keras adalah kondisi yang bisa terjadi kepada siapa saja. BAB yang keras kadang bisa menyebabkan rasa sakit. Apabila terus-menerus mengalami kondisi seperti ini, jangan dibiarkan terlalu lama.
Selain beberapa gejala di atas, ada gejela lain yang juga perlu Anda perhatikan seperti:
Hal penting lainnya yang perlu dicatat adalah bahwa semua gejala wasir di atas menyerupai gejala kanker kolorektal. Pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hasil pemeriksaan selengkapnya sebelum mengonfirmasi gejalanya sebagai kondisi wasir.
Kondisi ambeien yang masih di tahap awal masih bisa sembuh dengan sendirinya. Dilansir dari Siloam Hospitals, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan ambeien seperti:
Selain melakukan perawatan secara mandiri di rumah, beberapa kondisi ambeien juga membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter. Ada beberapa pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter, mulai dari pemberian obat-obatan hingga operasi. Tindakan pembedahan ini dibutuhkan untuk mengobati ambeien yang berat. Dilansir dari Rs. Pondok Indah, berikut beberapa penanganan yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk mengatasi ambeien sesuai kesehatan pasien.
Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi ambeien ringan dan meredakan gejalanya seperti nyeri dan gatal. Obat-obatan ini bisa berbentuk krim, salep ataupun suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam anus). Dokter juga biasanya menyarankan untuk mengonsumsi suplemen serat seperti psyllium atau methylcellulose.
Apabila rasa nyeri dan perdarahan akibat wasir tak kunjung membaik, dokter akan merekomendasikan salah satu dari prosedur minimal invasif, di antaranya:
Operasi diperlukan apabila Anda mengalami wasir yang tidak kunjung membaik meski telah menjalani berbagai perawatan ambeien. Metode operasi ambeien yang umum dilakukan adalah:
Benjolan ambeien yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi berupa perdarahan dan infeksi. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya. Agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat, pengobatan perlu dibarengi dengan memahami berbagai pantangan penyakit ambeien. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa pantangan penyakit ambeien yang sebaiknya diperhatikan dan dihindari.
Menunda buang air besar dapat membuat feses menjadi keras dan kering, sehingga memungkinkan Anda harus mengejan lebih kuat saat buang air besar. Mengejan terlalu kuat dapat memicu dan memperparah ambeien yang sudah ada. Hal ini karena mengejan dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah sekitar anus dan rektum, sehingga menyebabkan benjolan ambeien semakin besar. Oleh karena itu, segeralah ke kamar mandi apabila Anda mulai merasakan dorongan untuk buang air besar dan hindari kebiasaan mengejan terlalu kuat saat buang air besar.
Roti putih, pasta, dan mie instan merupakan beberapa contoh makanan yang sebaiknya dihindari saat menderita ambeien. Pasalnya, makanan tersebut rendah serat dan merupakan pantangan penyakit ambeien. Pola makan rendah serat bisa menyebabkan terjadinya sembelit, sehingga Anda perlu mengejan kuat-kuat ketika buang air besar yang akhirnya memperparah ambeien.
Saat menderita ambeien, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi garam. Pasalnya, garam dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air sehingga tekanan dalam pembuluh darah di sekitar anus dan rektum meningkat dan memperparah ambeien.
Makanan berlemak juga termasuk dalam pantangan penyakit ambeien. Lemak memakan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh dibanding zat gizi lainnya. Oleh karena itu, makanan berlemak akan membuat pencernaan bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan risiko sakit perut dan memperparah ambeien. Hindari mengonsumsi daging, hati, ayam, ikan, telur atau berbagai makanan yang digoreng dengan minyak atau mentega.
Sekilas, makanan pedas dianggap bisa berfungsi sebagai pencahar dan membuat buang air besar jadi lebih lancar. Meski demikian, makanan pedas tetap dapat mengganggu perut dan memperburuk sistem pencernaan. Makanan pedas juga akan menambahkan rasa sakit dan sensasi panas ketika Anda buang air besar saat terkena ambeien.
Pantangan penyakit ambeien lainnya adalah duduk terlalu lama di kursi, terutama yang keras. Karena semakin lama Anda duduk, tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan rektum akan semakin tinggi, sehingga ambeien pun makin parah. Selain duduk terlalu lama di kursi, Anda juga perlu menghindari terlalu lama di kamar mandi. Mungkin beberapa dari Anda ada yang sering bermain ponsel atau membaca buku saat buang air besar. Padahal, duduk di toilet terlalu lama dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah di sekitar anus yang meningkatkan risiko ambeien.
Sebisa mungkin hindari mengangkat beban berat, termasuk saat berolahraga atau melakukan aktivitas sehari-hari. Pasalnya, mengangkat benda terlalu berat dapat meningkatkan tekanan di dalam perut yang kemudian menekan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum. Akibatnya, pembuluh darah bisa makin membengkak dan memperparah gejala ambeien.
Tak hanya makanan, minuman beralkohol pun turut menjadi pantangan saat ambeien. Terutama jika meminumnya dalam jumlah besar, dampaknya bisa sembelit. Alkohol sendiri mengandung kafein yang dapat mendorong Anda untuk terus buang air kecil. Selain alkohol, Anda juga perlu menghindari rokok karena dapat menurunkan fungsi pembuluh darah, termasuk pembuluh yang ada di sekitar anus yang bermasalah. Oleh karena itu, merokok menjadi pantangan yang harus dipatuhi bila Anda tak mau gejala ambeien terasa semakin parah.
Siapa yang tidak senang menghabiskan waktu dengan duduk atau tidur di kasur yang nyaman? Sayangnya, kegiatan ini juga menjadi pantangan saat Anda mengalami ambeien. Pergerakan tubuh yang kurang dapat memperlambat kerja organ-organ di dalamnya, termasuk organ pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, mulailah hidup lebih aktif dengan melakukan lebih banyak kegiatan yang melibatkan pergerakan tubuh dan tenaga. Anda juga bisa melakukan olahraga ringan seperti berlari jarak pendek atau mencoba yoga.
Aktivitas seks ini dapat menimbulkan gesekan pada benjolan wasir sehingga bisa memperparah gejalanya. Bahkan, benjolan ambeien juga bisa pecah dan ini akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Jadi, sebaiknya bicarakan kondisi Anda dengan pasangan. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa memilih posisi seks yang lebih aman dan nyaman dilakukan saat terkena ambeien.
Memahami dan mematuhi pantangan ambeien adalah langkah penting agar keluhan tidak semakin parah dan proses pemulihan berjalan lebih cepat. Namun, dalam prakteknya, risiko kekambuhan atau komplikasi tetap bisa terjadi, terutama jika gaya hidup belum sepenuhnya berubah atau kondisi ambeien sudah memasuki tahap lanjut. Disinilah peran asuransi kesehatan menjadi perlindungan tambahan yang tak kalah penting.
Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda dapat lebih tenang dalam menjalani pemeriksaan rutin, konsultasi dokter, hingga tindakan medis jika dibutuhkan tanpa harus khawatir dengan biaya yang tidak terduga. Salah satu produk asuransi yang bisa jadi pertimbangan adalah Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri. Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri memberikan fleksibilitas, seperti akses ke rumah sakit swasta, pilihan dokter spesialis, dan layanan rawat inap yang lebih nyaman.
Kombinasi antara BPJS dan asuransi swasta dapat menjadi solusi ideal, di mana Anda bisa mendapatkan manfaat tambahan seperti layanan rawat inap yang lebih nyaman, pemindahan pasien dengan ambulans, hingga proses upgrade kelas ke satu tingkat diatasnya (Kelas I dan VIP) yang lebih cepat.
Bagi Anda yang ingin meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan BPJS Kesehatan, Anda bisa mendaftarkan diri ke dalam Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra. Konsultasikan kebutuhan asuransi Anda dan keluarga dengan Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: