Aset Penerbit

Aset Penerbit

Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda & Risiko Bahaya Penyakitnya!

Inspirasi

Keluhan nyeri pada lutut tidak lagi identik dengan usia lanjut, namun anak muda pun bisa mengalami kondisi ini. Penyebab lutut sakit di usia muda semakin beragam mulai dari cedera saat berolahraga, kebiasaan duduk terlalu lama, postur tubuh yang kurang tepat, hingga berat badan berlebih yang memberi tekanan ekstra pada sendi. Gaya hidup yang aktif namun kurang memperhatikan teknik gerak yang benar juga dapat memicu gangguan pada lutut sejak usia produktif.

Selain mengganggu aktivitas harian, kondisi ini berisiko berkembang menjadi cedera kronis, kerusakan tulang rawan, hingga osteoarthritis lebih dini. Rasa nyeri yang muncul berulang juga dapat menurunkan kualitas hidup dan membatasi mobilitas dalam jangka panjang. Karena itu, penting untuk memahami cara mencegah lutut sakit di usia muda sejak dini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, lutut tetap sehat dan kuat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Penyebab lutut sakit usia muda

Lutut sakit merupakan kondisi ketika adanya gangguan pada struktur atau jaringan pembentuk lutut seperti tulang rawan, tempurung lutut, maupun jaringan penghubung tulang dan otot. Kondisi ini biasanya ditandai dengan keluhan nyeri dan kaku di sendi lutut hingga sulit untuk digerakkan.

Rasa nyeri yang muncul di lutut ini bisa dialami siapa saja, termasuk orang yang usianya masih muda. Hal ini tentu bisa mengganggu aktivitas dan produktivitas, terutama di usia ini seseorang cenderung sangat aktif bergerak. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui apa saja yang menjadi penyebab lutut sakit di usia muda. Dilansir dari beberapa sumber, berikut penyebab lutut sakit di usia muda.

1. Cedera

Cedera pada ligamen, tulang rawan, atau tendon di sekitar lutut menjadi salah satu penyebab lutut sakit yang cukup sering terjadi. Kondisi ini biasanya muncul akibat gerakan berulang yang melibatkan lutut, misalnya saat berolahraga dengan gerakan melompat atau berlari. Jenis cedera lutut yang umumnya terjadi di usia muda meliputi keseleo, robek ligamen lutut, dislokasi atau pergeseran tulang, dan patah tulang.

2. Infeksi sendi

Penyebab sakit lutut di usia muda yang terakhir adalah infeksi sendi. Hal ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur di organ lain yang menyebar melalui aliran darah dan menyerang sendi tubuh seperti lutut, siku, maupun pinggul. Infeksi sendi ini bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada lutut. Selain itu, penderitanya juga bisa mengalami demam, penurunan nafsu makan, dan kelelahan terus-menerus.

3. Duduk terlalu lama

Gaya hidup sedentari atau gaya hidup kurang gerak inilah yang jadi masalah besar. Saat kita duduk lama, otot-otot di sekitar lutut jadi lemah. Otot paha depan dan belakang yang seharusnya menjadi penyangga lutut jadi tidak kuat lagi. Akibatnya, beban lutut jadi bertambah.

Selain duduk terlalu lama, ada beberapa kebiasaan buruk yang juga bisa menyebabkan sakit lutut di usia muda seperti bersila terlalu lama, jongkok dalam waktu lama, menggunakan sepatu hak tinggi setiap hari, dan tidur dengan posisi lutut menekuk.

4. Olahraga berlebihan

Olahraga dan cedera lutut pada anak muda memang sering berjalan beriringan. Bukan berarti olahraga itu buruk, tapi cara kita berolahraga yang kadang salah. Ada beberapa anak muda berolahraga secara berlebihan tanpa program yang tepat. Selain itu, cedera olahraga bisa terjadi karena beberapa hal seperti tidak melakukan pemanasan yang cukup, langsung melakukan olahraga berat tanpa latihan bertahap, menggunakan teknik yang salah, dan tidak istirahat saat tubuh sudah lelah.

Overuse injury atau cedera karena terlalu sering berolahraga terjadi ketika Anda memaksa lutut bekerja terus-menerus tanpa istirahat. Misalnya, lari setiap hari dengan jarak yang sama, tanpa hari istirahat. Cedera yang sering terjadi akibat olahraga berlebih adalah cedera ACL (robeknya tali pengikat lutut), kerusakan meniskus (bantalan lutut), tendinitis (peradangan urat), dan chondromalacia patella (kerusakan tulang rawan tempurung lutut).

5. Faktor keturunan

Faktor genetik juga bisa menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan lutut. Jika orang tua atau kakek-nenek memiliki riwayat radang sendi, maka Anda pun bisa lebih berisiko mengalami hal yang sama. Ada orang yang lahir dengan bentuk lutut yang tidak sempurna atau sendi lemah secara alami.

6. Obesitas

Obesitas dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi lutut saat berjalan, berdiri, atau beraktivitas. Jika terus dibiarkan, tekanan berlebih ini dapat mempercepat kerusakan tulang rawan sehingga meningkatkan risiko peradangan. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri serta ketidaknyamanan pada lutut.

7. Gangguan bentuk kaki

Bentuk kaki yang tidak normal, seperti kaki berbentuk X (genu valgum) atau O (genu varum), bisa membuat beban tubuh tidak terbagi rata di sendi lutut. Akibatnya, salah satu bagian lutut akan menerima tekanan lebih besar sehingga menimbulkan rasa nyeri pada sendi atau jaringan di sekitarnya.

8. Bursitis

Bursitis merupakan peradangan pada bursa yaitu kantong kecil berisi cairan yang terletak di sekitar sendi lutut dan berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi gesekan antara tulang, otot, dan tendon.  Peradangan ini umumnya terjadi akibat gesekan atau tekanan berulang, cedera langsung, infeksi, atau posisi lutut yang terlalu sering ditekuk dalam waktu lama. Akibatnya, cairan di bursa meningkat dan jaringan sekitarnya membengkak sehingga membuat lutut terasa nyeri, kaku, dan sensitif, terutama ketika lutut ditekan.

9. Runner’s knee

Runner’s knee adalah istilah untuk nyeri di bagian depan atau sekitar tempurung lutut (patella) yang sering dialami pelari atau atlet. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan lutut berlebihan, kelemahan otot paha, kelainan posisi kaki, atau teknik latihan yang salah. Hal ini membuat jaringan di sekitar sendi lutut dan tulang rawan di bawah tempurung lutut meradang sehingga timbul nyeri, kaku, bahkan kadang terdengar bunyi “krek” saat lutut ditekuk.

Bahaya lutut sakit di usia muda

Nyeri atau sakit pada lutut yang terjadi di usia muda bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Dilansir dari beberapa sumber, berikut bahaya penyakit yang gejalanya memicu rasa sakit pada lutut. 

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis atau peradangan sendi di tulang rawan juga bisa menjadi penyebab sakit lutut di usia muda. Meski sering terjadi pada lansia, penyakit ini juga bisa menyerang seseorang yang berusia muda. Umumnya, hal ini terjadi karena tekanan atau penggunaan sendi lutut yang berlebihan, misalnya akibat berat badan berlebih atau sering mengangkat beban yang terlalu berat. Pasalnya, setiap kilogram berat badan ekstra memberikan tekanan 4 kali lipat pada lutut saat kita berjalan. Jadi jika berat badan naik 5 kg, maka lutut Anda menanggung beban tambahan 20 kg.

2. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi, termasuk lutut. Hal ini terjadi karena kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel atau jaringan tubuh yang sehat. Gejala yang umumnya ditimbulkan adalah nyeri hebat pada sendi, termasuk lutut, siku, maupun ruas tulang belakang. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa sendi membengkak, tampak kemerahan, dan terasa hangat.

3. Asam urat

Meski asam urat lebih sering terjadi pada orang dewasa, tidak menutup kemungkinan orang di usia muda pun mengalami penyakit tersebut. Hal ini terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh berlebihan, biasanya karena sering mengonsumsi makanan tinggi purin. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut dapat memicu penumpukan kristal asam urat pada sendi, termasuk lutut yang menyebabkan sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku ketika digerakkan.

4. Juvenile Arthritis

Juvenile arthritis adalah peradangan sendi yang sering dialami oleh anak-anak dan remaja di bawah 16 tahun. Penyebab pastinya belum diketahui, namun penyakit autoimun ini bisa jadi faktor risiko. Mereka yang mengalami JA saat kecil kemungkinan besar akan mengalami rheumatoid arthritis saat dewasa. 

Cara mencegah lutut sakit di usia muda

Jika dilihat dari penyebabnya, sebagian besar sakit lutut di usia muda terjadi karena penggunaan lutut secara berlebihan. Agar Anda tetap bisa aktif bergerak dengan nyaman, berikut adalah beberapa tips untuk mencegah sakit lutut yang dilansir dari beberapa sumber.

  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada sendi lutut.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga untuk membantu mempersiapkan otot dan sendi selama aktivitas fisik.
  • Gunakan teknik yang benar saat berolahraga untuk mencegah cedera.
  • Hindari aktivitas yang dapat memberi tekanan berlebihan pada lutut.
  • Lakukan peregangan secara teratur untuk menjaga fleksibilitas sendi lutut.
  • Perkuat otot-otot di sekitar lutut untuk menstabilkan sendi lutut dan mencegah cedera, terutama otot paha depan dan belakang agar sendi lebih stabil.
  • Gunakan sepatu yang tepat ketika berolahraga.
  • Gunakan alat pelindung lutut saat olahraga yang berisiko melukai lutut.
  • Konsumsi makanan tinggi kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.
  • Kurangi duduk terlalu lama agar sirkulasi darah tetap lancar.

Untuk mengatasi keluhan sakit lutut, perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan, Anda bisa mengompres lutut dengan es yang dibalut dengan handuk selama 10–15 menit.

Hindari juga aktivitas yang terlalu berat untuk mencegah nyeri di lutut semakin memburuk. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk meredakan rasa sakit di lutut.

Namun, meskipun sudah berusaha menjaga kesehatan, risiko cedera atau gangguan lutut tetap bisa terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan, kecelakaan, atau faktor medis tertentu. Di sinilah pentingnya memiliki perlindungan tambahan melalui asuransi kesehatan. Dengan perlindungan yang tepat, Anda tidak perlu khawatir terhadap biaya pemeriksaan, terapi, hingga tindakan medis yang mungkin dibutuhkan.

Salah satu produk asuransi yang bisa jadi pertimbangan adalah Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri. Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri memberikan fleksibilitas lebih besar, seperti akses ke rumah sakit swasta, pilihan dokter spesialis, dan layanan rawat inap yang lebih nyaman.

Kombinasi antara BPJS dan asuransi swasta dapat menjadi solusi ideal, di mana Anda bisa mendapatkan manfaat tambahan seperti layanan rawat inap yang lebih nyaman, pemindahan pasien dengan ambulans, hingga proses upgrade kelas ke satu tingkat diatasnya (Kelas I dan VIP) yang lebih cepat. 

Bagi Anda yang ingin meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan BPJS Kesehatan, Anda bisa mendaftarkan diri ke dalam Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra. Konsultasikan kebutuhan asuransi Anda dan keluarga dengan Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.alodokter.com/penyebab-lutut-sakit-di-usia-muda-dan-cara-mencegahnya
  • https://patella.id/artikel/lutut-nyeri-dan-lutut-bengkak-pada-anak-muda-apa-penyebabnya/
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-8-cara-menyembuhkan-lutut-sakit-di-usia-muda?srsltid=AfmBOoqpfepAdVNJvIQ_s7RoifLx-WpUqgDvSkdR8S5OMvVPSijv5C6e
  • https://www.detik.com/jabar/berita/d-8110498/waspada-nyeri-lutut-di-usia-muda-ini-penyebab-dan-cara-cegahnya
  • https://nutracare.co.id/nyeri-lutut-di-usia-muda/
  • https://www.alodokter.com/nyeri-pada-area-lutut-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya