Search Web

Home Default Slider

Survey Danantara

Cukup 1 Menit Untuk Perubahan Lebih Baik

Melangkah Pasti

Bersama AXA Mandiri

Perlindungan Prestige
Asuransi Mandiri Wealth Signature USD

Your Wealth, Your Future, Your Signature

Perlindungan Kesehatan
Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra

Karena Sehat Juga Butuh Kemewahan

Emma AXA Mandiri

Rasakan Kemudahan Mengelola Polis Anda

Survey Danantara

Cukup 1 Menit Untuk Perubahan Lebih Baik

Melangkah Pasti

Bersama AXA Mandiri

Perlindungan Prestige
Asuransi Mandiri Wealth Signature USD

Your Wealth, Your Future, Your Signature

Perlindungan Kesehatan
Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra

Karena Sehat Juga Butuh Kemewahan

Emma AXA Mandiri

Rasakan Kemudahan Mengelola Polis Anda

Quick Access

Halaman Unggulan Nasabah

Kami memberikan rekomendasi Halaman Unggulan Nasabah yang dapat membantu Anda mendapatkan informasi yang tepat!

Aset Penerbit

Produk Unggulan Kami
Temukan ragam solusi perlindungan menyeluruh dengan manfaat optimal sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.
Produk Unggulan
Perlindungan Masa Depan
Share
Asuransi Mandiri Masa Depan Sejahtera, Pasti Bisa Kuliah!

Pastikan masa depan pendidikan anak tetap terjamin, dengan fleksibilitas menentukan Masa Pembayaran  Premi hingga 8 tahun dan perlindungan hingga 20 tahun. Siapkan dana kuliah anak & proteksi jiwa, termasuk manfaat bebas premi jika terjadi risiko.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp400.000/Bulan
Produk Unggulan
Perlindungan Jiwa
Share
Asuransi Mandiri Flexi Proteksi

Perlindungan jiwa menyeluruh kini lebih terjangkau, dengan manfaat meninggal dunia hingga 120 kali dari Premi Dasar Tahunan dan jaminan pengembalian premi hingga 120% dari total premi yang dibayarkan. Dilengkapi dengan pilihan perlindungan 77 Penyakit Kritis dan Rawat Inap.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp200.000/Bulan
Produk Unggulan
Perlindungan Kesehatan
Share
Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan

Proteksi kesehatan dengan manfaat harian rawat inap hingga Rp1,2 juta per hari, ICU hingga Rp2,4 juta per hari, dan santunan pembedahan hingga Rp20 juta per tahun. Dilengkapi manfaat penggantian biaya transportasi ke RS dan santunan meninggal dunia karena kecelakaan Rp50 juta. Tersedia pengembalian premi hingga 50% apabila tidak terjadi klaim.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp65.000/Bulan
Produk Unggulan
Perlindungan Mikro
Share
Asuransi Mandiri Mikro Jiwa Terlindungi - Si Jitu

Perlindungan jiwa dengan santunan 500x dari premi bulanan. Serta manfaat pengembalian premi sebesar 101% dari total premi apabila tidak terjadi klaim diakhir masa asuransi 8 tahun.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp25.000/Bulan
Produk Unggulan
Perlindungan Prestise
Share
Asuransi Mandiri Elite Plan - Prime

Rencanakan masa depan dengan perlindungan jiwa yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) hingga usia 100 tahun. Dilengkapi pilihan Subdana sesuai dengan profil risiko, potensi Nilai Tunai dan total Loyalty Bonus hingga 50% dari Premi Dasar Berkala.

Premi mulai Rp100 juta atau USD 10.000 per tahun.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp100 juta/Tahun
Produk Unggulan
Perlindungan Prestise
Share
Asuransi Mandiri Wealth Signature USD - Plan Saving

Asuransi Mandiri Wealth Signature USD - Saving, merupakan Asuransi Dwiguna Kombinasi yang memberikan perlindungan jiwa berupa Manfaat Meninggal Dunia hingga 1.200% Premi Dasar tahunan serta manfaat hidup berupa Manfaat Tunai Berkala hingga 81% Premi Dasar tahunan sejak tahun pertama Polis dan Manfaat Akhir Masa Asuransi hingga 560% Premi Dasar tahunan. Produk ini memiliki pilihan Masa Asuransi dan Masa Pembayaran Premi yang fleksibel.
 
Premi Mulai dari – USD 2,000

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
USD2.000/Tahun
Produk Unggulan
Perlindungan Prestise
Share
Asuransi Mandiri Investasi Prestise

Wujudkan impian Anda dan keluarga dengan Perlindungan Jiwa yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) hingga usia 100 tahun dengan Pembayaran Sekaligus. Dilengkapi dengan perlindungan meninggal dunia karena sebab apapun dan total Loyalty Bonus setiap 5 tahun sebesar 2,5% dari rata-rata saldo unit.

Premi mulai dari Rp500 juta atau USD 100 ribu.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp500 juta/Sekaligus
Produk Unggulan
Perlindungan Kesehatan
Share
Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis

Perlindungan khusus untuk risiko penyakit tropis, yaitu demam berdarah, tifus, malaria, dan chikungunya; dengan manfaat rawat inap hingga Rp1 juta per hari dan santunan tunai hingga Rp1 juta per hari. Tersedia pengembalian premi hingga 30% jika tidak ada klaim dalam 3 tahun.

Klik tombol di bawah ini untuk melihat informasi lebih lanjut.

Premi Mulai
Rp100.000/Bulan

Solusi Perlindungan Kami CMS

Solusi Perlindungan Kami

Temukan ragam solusi perlindungan menyeluruh dengan manfaat optimal sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

Temukan Kami

Terdaftar menjadi Fasilitas Kesehatan Rekanan
AXA Mandiri Financial Service Corporate Solution
Rumah Sakit Menteng Medika Sejahtera, Cabang Regional
Jl. Prawirotaman, Jakarta Pusat
Buka | 0212-1823977 / 271221171
★★★★★
Temukan Rumah Sakit Rekanan AXA Mandiri
Lebih dari 3.000+ rumah sakit telah menjadi rekanan AXA Mandiri, siap memberikan layanan terbaik untuk Anda dan keluarga.
Temukan rumah sakit rekanan terdekat, dan nikmati kenyamanan berobat tanpa khawatir biaya.

Testimoni

Testimoni
Lebih Dari 20000 +
Nasabah Terbantu

layanan terbaik

Aset Penerbit

Penyakit Alzheimer: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya!

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Penyakit Alzheimer: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya!

02 September 2025

Share This Article :

Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia paling umum dan kini semakin menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rumah Sakit Online Kementerian Kesehatan, angka Alzheimer pada 2021-2023 tercatat sekitar 83.500 pasien yang menjalani rawat jalan dan 2.400 pasien yang rawat inap. Bukan hanya itu, lembaga Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memperkirakan jumlah penderita Alzheimer di Tanah Air mencapai sekitar 1,2 juta orang.

Lebih menegaskan kekhawatiran, Alzheimer’s Disease International (ADI) dan Alzheimer Indonesia (Alzi) memprediksi jumlah orang dengan demensia, termasuk Alzheimer akan meroket menjadi hampir 4 juta pada tahun 2050. Lonjakan ini tidak lepas dari dua faktor utama yaitu peningkatan harapan hidup dengan jumlah lansia yang kian banyak, serta kesadaran dan deteksi dini yang masih sangat rendah di masyarakat.

Mengenal penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia yang ditandai dengan kerusakan sel otak yang progresif dan mengakibatkan gangguan memori, berpikir, dan perilaku. Meski sering dikaitkan dengan lanjut usia (lansia), Alzheimer bukanlah bagian dari proses penuaan yang normal, meskipun risiko Alzheimer lebih tinggi pada lansia di atas 65 tahun.

Prevalensi penyakit demensia Alzheimer di Indonesia sendiri sekitar 27,9%, dengan lebih 4,2 juta penduduk Indonesia menderita demensia. Meskipun Demensia Alzheimer tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun penyakit ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap komplikasi lain, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian seseorang.

Menurut Dr. Alois Alzheimer (penemu demensia Alzheimer tahun 1906), demensia Alzheimer terjadi karena adanya 2 struktur penyebab kerusakan sel saraf, yaitu plaques (deposisi protein amiloid beta pada sekitar sel saraf) dan tangles (serabut protein Tau yang menjerat sel saraf otak). Adanya gangguan komunikasi antar sel saraf ini dapat berujung pada kematian sel saraf.

Gejala dan ciri penyakit Alzheimer

Dilansir dari Media Indonesia, hingga saat ini terdapat 75% dari penderita demensia yang tidak terdiagnosis. Padahal, dengan diagnosis yang tepat waktu, orang yang hidup dengan demensia dapat mengakses dukungan pascadiagnosis agar dapat hidup dengan baik, berkualitas dan mandiri dengan kondisi tersebut lebih lama.

Agar Anda atau keluarga bisa mendapatkan penanganan yang tepat, tentu Anda perlu waspadai gejalanya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit Alzheimer yang perlu Anda ketahui.

1. Penurunan memori atau daya Ingat

Suka lupa alias pikun menjadi gejala khas yang menjadi tanda awal penyakit Alzheimer, dan biasanya muncul di usia muda. Orang dengan penyakit Alzheimer akan mengalami gejala ini dengan frekuensi yang tidak wajar. Contohnya, mudah tersesat dan tidak ingat jalan pulang, melupakan informasi yang baru saja diterima, sering lupa tanggal penting, nama orang, ataupun acara penting. Kadang juga disertai dengan kebiasaan menanyakan informasi yang sama berulang-ulang. 

2. Sulit berkonsentrasi

Ciri khas penyakit Alzheimer di usia muda adalah sulit berkonsentrasi dan berpikir, terutama terkait konsep-konsep abstrak seperti angka. Penderita biasanya sulit melakukan lebih dari satu tugas sekaligus. Misalnya, mengelola keuangan sambil mencatat pada buku kas. Pada akhirnya, penderita Alzheimer usia muda tidak mampu memahami dan mempelajari angka akibat sulit berkonsentrasi.

3. Tidak mampu mengambil keputusan

Penyakit Alzheimer juga bisa menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi sehari-hari. Sebagai contoh, mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan cuaca dan tidak mampu mengatasi makanan yang terbakar di atas kompor. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus untuk mencegah gejala penyakit yang semakin parah, misalnya dengan terapi stimulasi kognitif.

4. Perubahan kepribadian dan mood

Orang dengan Alzheimer dapat mengalami perubahan mood yang ekstrem seperti menjadi linglung, mudah tersinggung, sedih, depresi, cemas, dan penuh rasa takut. Penderita Alzheimer juga bisa membuat kehilangan minat untuk berbicara dengan orang lain dan melakukan hobi yang mereka sukai.

5. Gangguan bahasa dan kesulitan mencari kata yang tepat

Penyakit Alzheimer di usia muda bisa menimbulkan gejala kesulitan berbahasa dan komunikasi. Kondisi ini melibatkan kesulitan dalam menemukan kata yang tepat untuk diutarakan dan kesulitan ketika harus memulai dan mengikuti percakapan dengan orang lain. Percakapan jadi tidak nyambung dan bisa tiba-tiba berhenti di tengah cerita ataupun lupa untuk mengakhiri sebuah kalimat.

6. Kesulitan memahami visuospasial atau penglihatan

Meskipun jarang terjadi, penderita Alzheimer di usia muda sering mengalami kesulitan dalam memahami visuospasial. Misalnya, membedakan warna, mengukur jarak, dan tidak mengenali wajah sendiri di cermin. Penyebab kondisi ini adalah karena kerusakan lobus oksipital yang berperan penting dalam memproses informasi visual.

7. Mudah terganggu suara

Penderita Alzheimer cenderung mudah terganggu oleh suara-suara tertentu seperti suara musik yang terlalu keras atau banyak orang berbicara pada saat bersamaan. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko gejala yang semakin parah. Penderita Alzheimer sebaiknya menghindari kebisingan agar tidak memicu masalah kesehatan lainnya.

8. Sering lupa menaruh barang

Lupa menaruh barang menjadi salah satu ciri-ciri penyakit Alzheimer di usia muda. Bahkan, penderita sering kali menuduh orang lain mencuri atau menyembunyikan barang tersebut. Pada kenyataannya, merekalah yang biasanya meletakkan barang tersebut tidak pada tempatnya.

9. Kesulitan melakukan aktivitas yang sudah biasa dilakukan

Aktivitas yang familier bisa menjadi sulit untuk dilakukan oleh penderita Alzheimer. Ini merupakan gejala penyakit Alzheimer yang tidak boleh diabaikan. Misalnya, kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dilakukan setiap hari seperti kesulitan dalam mengendarai mobil padahal lewat rute yang sama setiap harinya.

10. Kesulitan merencanakan, memecahkan masalah, dan membuat keputusan

Penderita Alzheimer biasanya juga akan mengalami kesulitan dalam merencanakan dan mengikuti suatu rencana. Mereka juga sulit berkonsentrasi saat mengerjakan tugas yang rinci dan melibatkan banyak angka. Selain itu, mereka juga seringkali kebingungan ketika diminta untuk membuat keputusan, bahkan keputusan sederhana seperti “Kopinya mau pakai gula apa tidak?”. Di samping itu, mereka juga kesulitan merawat diri sendiri dan menjaga kebersihan diri. Sebagai contoh, mereka menjadi jarang mandi dan ganti baju. 

11. Bingung akan waktu dan tempat

Gejala lainnya yang mungkin dirasakan penderita penyakit Alzheimer adalah mudah kebingungan atau mengalami disorientasi terhadap waktu dan tempat. Mereka bisa lupa di mana mereka berada sekarang, bagaimana cara mencapai tempat itu tadi, dan mengapa mereka pergi ke tempat itu. Mereka juga mungkin terbangun pukul 3 subuh dan langsung siap-siap mau mandi karena mengira sudah jam 6 pagi.

Penyebab dan faktor risiko penyakit Alzheimer

Penyebab pasti dari penyakit Alzheimer hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun, terdapat teori yang mengatakan bahwa kondisi ini dapat terjadi karena penumpukan protein amiloid dan protein tau di dalam otak. Penumpukan protein ini dapat mengganggu kinerja sel-sel saraf (neuron) di otak dan menyebabkan kematian pada sel-sel otak.

Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka panjang, sehingga menyebabkan otak kehilangan kemampuannya dalam mengingat, berbahasa, mengendalikan pikiran, dan pada akhirnya kehilangan kemampuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa penyebab dan faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. 

1. Riwayat penyakit keluarga

Sering lupa di usia muda bisa terjadi karena adanya riwayat penyakit keluarga. Misalnya, memiliki orang tua atau kakek-nenek yang mengidap Alzheimer. Namun, kebanyakan penderita Alzheimer di usia muda, penyebabnya tidak terkait dengan gen tertentu. Kondisi ini membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara Alzheimer pada usia muda, dan riwayat penyakit.

2. Mutasi genetik

Penyakit Alzheimer jarang menyerang usia muda, namun kondisi ini bisa saja terjadi apabila terdapat mutasi genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak. Gen ini terdiri dari 3 jenis yang berbeda, seperti APP, PSEN1, atau PSEN2. Penderita yang mengalami mutasi genetik setidaknya memiliki salah satu salinan gen yang sama sehingga  memicu penyakit Alzheimer sebelum usia 65 tahun.  

3. Mengidap demensia frontotemporal

Demensia frontotemporal disebabkan oleh kerusakan pada lobus di bagian depan atau samping otak. Kondisi ini lebih umum terjadi pada usia muda dibandingkan dengan lansia. Demensia frontotemporal sering didiagnosis pada orang berusia antara 45 dan 65 tahun. Gangguan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer di usia muda.

4. Down syndrome

Orang yang mengidap down syndrome (trisomi 21) juga berisiko mengalami Alzheimer pada usia muda. Hal ini berkaitan dengan gen pada kromosom 21 yang juga terlibat dalam produksi protein beta amiloid di otak.

5. Gangguan kognitif ringan

Gangguan kognitif ringan adalah penurunan dalam daya ingat dan kemampuan berpikir jika dibandingkan dengan kognitif orang sebayanya. Namun, gangguan ini tidak akan mengganggu fungsi seseorang dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan. Orang yang menderita gangguan kognitif ringan akan memiliki risiko tinggi untuk terkena Alzheimer yang berujung pada demensia.

6. Gaya hidup

Gaya hidup dan kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, terbukti menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi untuk terkena Alzheimer. Oleh karena itu, mengganti gaya hidup, misalnya dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, juga dapat menurunkan risiko terjadinya Alzheimer.

Pencegahan penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer memang tidak bisa sepenuhnya dicegah karena faktor usia dan genetik berperan besar dalam berkembangnya penyakit. Namun, gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko atau menunda gejala Alzheimer. Dilansir dari RS Pondok Indah, berikut beberapa hal-hal penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko Alzheimer pada lansia:

1. Perhatikan tekanan darah dan kolesterol

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor yang dapat memicu penyakit Alzheimer. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga tekanan darah Anda agar tetap stabil. Rutinlah berobat dan meminum obat darah tinggi sesuai anjuran dokter. Perhatikan juga kadar kolesterol, terutama kadar LDL. Sebab, menurut hasil riset, kolesterol tinggi dapat memicu penumpukan salah satu jenis protein di otak yang menjadi pemicu  Alzheimer.

2. Hindari obesitas dan jaga kadar gula darah

Obesitas dan diabetes tipe 2 juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer sampai satu setengah kali lipat. Oleh sebab itu, pastikan untuk menjaga pola hidup dan pola makan yang baik untuk menghindari penyakit Alzheimer.

3. Rutin berolahraga

Orang yang rutin berolahraga memiliki volume bagian otak tertentu yang lebih besar dibanding yang jarang bergerak. Untuk lansia, olahraga teratur selama minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu dapat membantu mengurangi risiko Alzheimer.

4. Terus melatih otak

Agar terhindar dari Alzheimer, Anda tetap terus belajar hal baru sampai hari tua untuk melatih kemampuan otak. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer secara signifikan. Cobalah mulai dengan membaca buku setiap hari dan belajar ilmu-ilmu baru yang menarik bagi Anda, misalnya mencoba memasak, belajar ilmu berkebun, dan lainnya.

5. Hindari merokok dan minum alkohol

Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Kedua hal ini diduga terkait dengan perkembangan penyakit Alzheimer pada lansia.

6. Perhatikan faktor risiko lingkungan

Perhatikan faktor-faktor risiko lingkungan, polusi udara, dan penggunaan pestisida. Selain itu, bagi Anda para perokok pasif, waspadalah dan hindari paparan asap rokok sebaik mungkin.

7. Waspadai penyakit-penyakit lainnya

Waspada dengan penyakit-penyakit yang dapat meningkatkan risiko Alzheimer seperti stroke, kalsifikasi arteri koroner jantung, penebalan arteri karotis di leher, hingga cedera kepala berat yang membuat kesadaran menurun hingga 30 menit atau lebih.

8. Jaga kesehatan mental

Depresi dan stres berlebihan seringkali berhubungan dengan Alzheimer. Keduanya ibarat telur dan ayam, mana yang lebih dahulu terjadi seringkali sulit ditentukan.

9. Konsumsi makanan bernutrisi

Makanan yang sehat juga memengaruhi kesehatan otak. Misalnya, makanan ala mediterania yang berupa biji-bijian utuh, buah dan sayur, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta batasi konsumsi daging merah. 

Penanganan dan pengobatan penyakit Alzheimer

Jika mengalami beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, maka Anda  disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis saraf agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sejak dini. Jika ada indikasi Alzheimer, dokter akan memberikan pengobatan untuk memperlambat berkembangnya penyakit. Karena hingga saat ini masih belum ada pengobatan yang secara khusus dapat menyembuhkan atau mengatasi penyakit Alzheimer.

Di samping itu, dokter biasanya juga meresepkan obat penenang untuk pasien, seperti obat antipsikotik, antidepresan, dan anticemas. Obat-obatan ini akan diberikan kepada pasien dengan gejala agitasi, agresi, depresi, gelisah, dan halusinasi.

Pemberian obat-obatan ini bisa membantu mengurangi gejala dan mencegah keparahan kondisi penderita Alzheimer di usia muda selama beberapa bulan sampai tahun. Pasalnya, jika tidak segera ditangani penyakit Alzheimer dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Menurunnya kemampuan menelan makanan maupun minuman, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi dan dehidrasi.
  • Menurunnya koordinasi tubuh, sehingga menjadi mudah terjatuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang (fraktur).
  • Penderita yang sudah tidak bisa bangun dan hanya berbaring di tempat tidur, berisiko mengalami ulkus dekubitus (luka baring).

Oleh karena itu, penting untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi gejala penyakit Alzheimer, terutama saat kita masih di usia muda. Selain itu, pertimbangkan juga untuk mendaftarkan diri Anda ke dalam asuransi kesehatan untuk melindungi diri Anda dan keluarga dari risiko finansial akibat berbagai penyakit kritis di kemudian hari yang bisa disebabkan karena kondisi Alzheimer itu sendiri.

Anda bisa mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Secure CritiCare. Dengan asuransi ini, Anda dan keluarga bisa mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit kritis stadium awal hingga akhir seperti serangan jantung, kanker, gagal ginjal, hingga stroke yang mungkin menjadi risiko penyakit yang diakibatkan dari gejala Alzheimer. Selain itu, Asuransi Mandiri Secure CritiCare juga memberikan manfaat perlindungan jiwa hingga 250% uang pertanggungan asuransi dasar. 

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.kompas.id/baca/riset/2024/09/10/mengapa-Alzheimer-dominan-terjadi-di-negara-berkembang?status=sukses_login&status_login=login&loc=hard_paywall
  • https://mediaindonesia.com/humaniora/700800/di-bulan-Alzheimer-sedunia-adi-dan-alzi-serukan-peningkatkan-kesadaran-dan-pengurangan-stigma
  • https://kalbemed.com/article/Alzheimers-and-brain-awareness-month-2024-ketahui-penyebab-Alzheimer-dan-cara-mengurangi-risiko-1
  • https://ciputrahospital.com/ciri-ciri-Alzheimer-di-usia-muda/
  • https://hellosehat.com/saraf/Alzheimer/ciri-ciri-Alzheimer-pikun/
  • https://www.alodokter.com/alzheimer-pada-usia-muda-mungkin-terjadi-perhatikan-tanda-tandanya
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-alzheimer
  • https://www.rspondokindah.co.id/en/news/alzheimer--apa-yang-dapat-kita-lakukan-untuk-mencegahnya-

Annual Claim

Total Klaim Dibayarkan Tahun 2025
IDR
7746382602700
PT AXA Mandiri Financial Services

Sebagai bentuk komitmen perusahaan, AXA Mandiri Financial Services membuktikan kepercayaan nasabah dengan membayarkan klaim sepanjang tahun sesuai dengan solusi perlindungan yang dimiliki nasabah.

Cek Laporan Keuangan

NAV and Laporan Widget

Mandiri Attractive Equity Money Rupiah
23/06/26
109.9254
0.8325999999999993
Mandiri Attractive Equity Money Syar...
23/06/26
92.1766
0.25960000000000605
Mandiri Amanah Equity Syariah Rupiah
23/06/26
99.1757
0.17040000000000077
Mandiri Balanced Offshore USD
22/06/26
13.9648
13.9648
Mandiri Advanced Commodity Equity Sy...
23/06/26
175.0233
0.1565999999999974
Mandiri Progressive Balanced Money R...
23/06/26
704.3192
1.4605999999999995
Mandiri Amanah Pasar Uang Syariah
23/06/26
123.9565
0.001600000000010482
Mandiri Balanced Offshore USD Class B
22/06/26
13.1165
13.1165
Mandiri Money Market Rupiah
23/06/26
216.7965
2.000000000066393E-4
Mandiri Golden Equity Offshore Usd
22/06/26
16.5366
16.5366
Mandiri Prime Equity Rupiah
23/06/26
81.8587
0.0724000000000018
Mandiri Protected Balanced Money Rupiah
23/06/26
90.5181
0.002600000000001046
Mandiri Excellent Equity Rupiah
23/06/26
44.7204
0.32440000000000424
Mandiri Active Balanced Money Syaria...
23/06/26
143.7561
0.3889000000000067
Mandiri Prime Fixed Income Rupiah
23/06/26
93.5435
0.17790000000000816
Mandiri Dynamic Equity Money Rupiah
23/06/26
816.3206
1.685100000000034
Mandiri Secure Fixed Income Money Rupiah
23/06/26
399.0652
0.7884999999999991
Mandiri Secure Fixed Income Money USD
23/06/26
13.5424
0.0129999999999999
Mandiri Fixed Income USD
23/06/26
1.0248
0.001000000000000112
Mandiri Equity Offshore Class B
22/06/26
16.9848
16.9848
Mandiri Active Balanced Money Rupiah
23/06/26
182.0118
1.2150000000000034
Mandiri Balanced Offshore Usd Class C
22/06/26
12.8498
12.8498
Mandiri Equity Offshore USD
22/06/26
19.3653
19.3653
Mandiri Amanah Pendapatan Tetap Syariah
23/06/26
136.4612
0.22220000000001505
Mandiri Fixed Income Money Rupiah
23/06/26
305.6122
0.9495000000000005
Mandiri Equity Money Rupiah
23/06/26
71.3134
0.06390000000000384

Cookies Policy