Aset Penerbit

Aset Penerbit

Waspada Penyakit Mata, Ini Jenis, Penyebab & Cara Mengatasinya!

Inspirasi

Penyakit mata merupakan gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan penglihatan serta kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan tingkat keparahan yang beragam.

Rangkuman:

  • Ada banyak jenis penyakit mata yang umum terjadi seperti konjungtivitis, mata kering, katarak, kelainan refraksi, kelainan kornea, gangguan retina, hingga glaukoma.
  • Penyebab penyakit mata pun beragam mulai dari faktor usia, genetik, gaya hidup, hingga faktor penyakit seperti diabetes dan hipertensi.
  • Disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin sebelum adanya gejala, terutama penderita diabetes.

Beberapa gangguan mata mungkin hanya menimbulkan iritasi ringan, tetapi ada juga penyakit mata yang dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan mengenali faktor penyebab dan cara menjaga kesehatan mata, risiko terkena penyakit mata dapat diminimalkan sehingga fungsi penglihatan tetap terjaga dengan baik.

Jenis penyakit mata yang umum terjadi

Mengetahui jenis penyakit mata dan tanda-tandanya sangat penting agar penanganan dapat Anda lakukan sejak dini. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa gangguan mata yang umum terjadi, termasuk beberapa penyakit mata yang berbahaya.

1. Kelainan refraksi

Kelainan refraksi membuat penderitanya kesulitan melihat dengan jelas, karena fokus mata tidak jatuh pada titik yang seharusnya, sehingga membuat objek tampak buram. Selain itu, kelainan refraksi juga bisa ditimbulkan oleh perubahan bentuk kornea atau penuaan lensa. Kelainan refraksi bisa digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Rabun dekat, penderita tidak dapat melihat objek dekat dengan jelas karena fokus cahaya berada di belakang retina.
  • Rabun jauh, objek yang berada di kejauhan terlihat buram akibat fokus cahaya berada di depan retina.
  • Presbiopi atau mata tua, mata kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jelas seiring bertambahnya usia, karena otot-otot di sekitar mata yang kehilangan elastisitasnya dan mengeras.
  • Astigmatisme atau mata silinder, kondisi yang terjadi akibat kornea atau lensa mata tidak melengkung seperti lingkaran, melainkan lebih cembung atau cekung.

2. Konjungtivitis

Penyakit mata ini terjadi ketika jaringan lunak di sekitar mata meradang dan membuat mata merah, berair, perih, dan gatal. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi. Pengobatan konjungtivitis perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh alergi, penanganannya adalah dengan menjauhi pemicu alergi dan menggunakan obat antihistamin.

Sedangkan untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dibutuhkan pengobatan dengan tetes mata atau salep mata antibiotik. Karena jika dibiarkan saja, bisa membuat mata bernanah. Namun, konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari.

3. Mata kering

Mata kering bisa terjadi pada siapa saja, tetapi keluhan ini lebih sering dialami oleh lansia dan wanita. Mata kering terjadi ketika produksi air mata berkurang atau kualitasnya menurun. Penderita mata kering akan merasakan gejala berupa mata terasa berpasir atau seperti ada benda asing di mata, mata merah, terasa perih atau gatal, dan silau.

Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kurangnya produksi air mata, penyakit autoimun, infeksi, iritasi, alergi, kekurangan nutrisi, mata terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari, hingga efek samping obat-obatan. Mata kering bisa ditangani dengan penggunaan obat tetes air mata (artificial tears) atau obat untuk meningkatkan produksi air mata, namun Anda juga perlu mengidentifikasi penyebabnya sebelum mengobatinya.

4. Katarak

Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Penyakit mata ini membuat lensa mata terlihat keruh sehingga pandangan menjadi kabur, terutama saat malam hari. Katarak kebanyakan diderita oleh orang berusia 60 tahun ke atas, namun pada beberapa kasus, katarak dapat terjadi pada usia yang lebih muda, bahkan pada bayi baru lahir.

Selain karena penuaan yang membuat protein di lensa mata menggumpal, katarak juga bisa disebabkan oleh penyakit diabetes, cedera pada mata, paparan sinar UV, kebiasaan merokok, dan efek samping obat tertentu, seperti kortikosteroid dan terapi radiasi. Jika sudah mengganggu penglihatan, katarak bisa ditangani dengan operasi.

5. Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata rusak sehingga penderitanya mengalami gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Kerusakan saraf optik tersebut disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat adanya timbunan cairan di dalam mata. Glaukoma dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering menyerang lansia. Pengobatannya bisa dengan obat minum atau obat tetes mata untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata. Langkah pengobatan lainnya bisa dengan operasi, baik operasi laser maupun operasi mata konvensional.

6. Kelainan kornea

Kornea adalah lapisan terluar mata yang membantu mata fokus menangkap sinar atau gambar dari suatu objek, serta melindungi mata dari kuman, debu, dan zat berbahaya. Berbagai kondisi yang dapat menyerang kornea adalah:

  • Cedera dan alergi
  • Keratitis atau peradangan akibat infeksi atau iritasi
  • Ulkus kornea atau luka pada kornea akibat infeksi, cedera, atau paparan zat iritatif pada mata
  • Distrofi kornea atau penumpukan zat tertentu pada kornea
  • Arcus senilis, munculnya lingkaran putih atau abu-abu di tepi luar kornea).

Penyakit pada kornea ini bisa menyebabkan nyeri, mata merah, hingga penurunan penglihatan. Penanganannya bisa meliputi obat tetes, kacamata, atau bahkan operasi transplantasi kornea.

7. Gangguan retina

Retina adalah lapisan tipis di belakang mata yang mengirimkan sinyal visual ke otak. Gangguan seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, atau lepasnya retina bisa menyebabkan kebutaan. Diagnosis dini sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan. Berikut adalah beberapa gangguan retina yang umum terjadi:

  • Ablasi retina, yaitu retina robek atau terlepas akibat adanya cairan berlebih di sekitarnya
  • Retinopati diabetik, yaitu gangguan retina yang terjadi pada penderita diabetes, khususnya pada penderita diabetes yang tidak berobat teratur
  • Epiretinal membrane, yaitu jaringan parut di atas retina
  • Lubang makula, yaitu cacat kecil di tengah retina, yang dapat terjadi ketika mata mengalami cedera
  • Degenerasi makula, yaitu menurunnya kemampuan melihat akibat penuaan, dengan keluhan berupa adanya titik hitam (titik buta) di tengah penglihatan

8. Amblyopia

Amblyopia atau mata malas adalah jenis penyakit mata yang paling umum menyebabkan gangguan penglihatan pada anak-anak. Terjadi ketika satu mata tidak berkembang sebagaimana mestinya karena otak lebih memilih mata yang lain.

9. Juling (strabismus) dan nistagmus

Strabismus terjadi ketika mata tidak sejajar saat melihat suatu objek, sementara nistagmus adalah gerakan mata yang tidak terkendali. Keduanya adalah gangguan pada mata yang bisa memengaruhi penglihatan dan koordinasi visual.

10. Buta warna

Buta warna adalah jenis penyakit mata yang menyebabkan seseorang sulit membedakan warna, terutama merah dan hijau. Sebagian besar kasus bersifat genetik, tetapi bisa juga disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu. Meskipun tidak dapat sembuh, penggunaan kacamata khusus bisa membantu.

Selain berbagai penyakit di atas, masih ada banyak jenis penyakit mata yang dapat terjadi. Jika penglihatan Anda tiba-tiba kabur atau mata terasa nyeri, bengkak, dan mengeluarkan cairan, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.

Penyebab umum terjadinya penyakit mata

Penyebab penyakit mata sebenarnya tidak bisa diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang sering menjadi penyebab penyakit mata seperti:

  • Usia menjadi salah satu penyebab kinerja organ mata mengalami penurunan sehingga membuat penglihatan menjadi terganggu.
  • Genetika dari silsilah keluarga juga bisa menimbulkan penyakit mata.
  • Riwayat penyakit seperti diabetes dan hipertensi yang tidak tertangani dengan baik. Risiko penyakit tersebut secara tidak langsung bisa memengaruhi penglihatan seseorang.
  • Faktor gaya hidup seperti terlalu sering terpapar layar gadget juga bisa membuat mata lelah dan iritasi. Penanganan yang tidak tepat pun bisa membuat kesehatan mata menjadi terganggu.

Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin bahkan sebelum adanya gejala yang muncul. Pemeriksaan mata juga disarankan oleh para penderita diabetes dan mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas.

Cara mengatasi penyakit mata

Penanganan sakit mata sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya yang bisa diketahui ketika melakukan pemeriksaan ke dokter. Semua bentuk pengobatan, baik obat sakit mata alami maupun medis, perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Dilansir dari situs resmi JEC, berikut beberapa cara yang umum dilakukan untuk mengatasi sakit mata antara lain:

  • Istirahatkan mata dengan mengurangi aktivitas di depan layar untuk meredakan kelelahan pada mata.
  • Ganti lensa kontak dengan kacamata untuk memberi waktu pemulihan bagi mata yang iritasi.
  • Untuk penderita bintitan atau blefaritis, kompres hangat dapat membantu membuka sumbatan di kelopak mata dan meredakan nyeri.
  • Bilas mata dengan air mengalir atau larutan saline untuk mengurangi iritasi jika mata terkena debu atau benda asing.
  • Gunakan tetes khusus, antibiotik, antihistamin, tentunya melalui resep dokter untuk kondisi seperti infeksi, alergi, atau glaukoma yang sesuai dengan keluhan Anda.
  • Jika nyeri mata sangat mengganggu aktivitas, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri atau mempertimbangkan tindakan medis tertentu, termasuk operasi pada kasus khusus.

Sementara itu, beberapa jenis penyakit mata tertentu mungkin membutuhkan prosedur yang lebih kompleks seperti operasi laser (LASIK) untuk memperbaiki penglihatan, atau operasi katarak dan glaukoma yang dokter spesialis mata lakukan. Setiap kasus penyakit mata membutuhkan penanganan yang berbeda sehingga berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang efektif.

Dalam beberapa kondisi, penanganan penyakit mata terkadang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, pengobatan rutin, hingga tindakan medis yang tentu membutuhkan biaya. Karena itu, memiliki asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan finansial untuk membantu menanggung biaya perawatan medis, termasuk ketika Anda membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan terkait penyakit mata. 

Untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih optimal dan kemudahan menikmati manfaat rawat jalan di rumah sakit, Anda bisa mempercayakan hal ini pada AXA Mandiri melalui produk Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri.

Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra merupakan produk asuransi kesehatan yang memberi pertanggungan hingga usia 75 (tujuh puluh lima) tahun dengan Manfaat Asuransi berupa pembayaran selisih biaya dari peningkatan kelas Rawat Inap bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Dengan asuransi ini, Tertanggung dapat mengakses kelas Rawat Inap di atas kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan yang menjadi haknya. Selain itu, produk ini juga memberikan sejumlah manfaat lain yaitu manfaat ambulans, Evakuasi Medis dan repatriasi medis, Repatriasi Jenazah, dan santunan hospital cash plan.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa itu penyakit mata?

A: Penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang memengaruhi fungsi penglihatan dan kenyamanan mata, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi serius yang berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.

Q: Apakah penyakit mata bisa menyebabkan kebutaan?

A: Ya. Beberapa penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan gangguan retina dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Q: Kapan harus memeriksakan mata ke dokter?

A: Segera periksa ke dokter jika mengalami penglihatan tiba-tiba kabur, nyeri hebat, mata bengkak, keluar cairan, atau gangguan penglihatan yang tidak kunjung membaik.

Sumber:

  • https://ciputrahospital.com/macam-macam-penyakit-mata/#Cara_Mengatasi_Gangguan_pada_Mata
  • https://www.ekahospital.com/articles/8-macammacam-penyakit-mata-yang-umum-terjadi
  • https://hellosehat.com/mata/penyakit-mata/penyakit-mata-di-indonesia/
  • https://www.alodokter.com/inilah-penyakit-mata-yang-umum-terjadi
  • https://jec.co.id/id/article/sakit-mata-mengungkap-penyebab-tanda-bahaya-dan-langkahlangkah-perawatan-terbaik