Waspada Penyakit Infeksi Bakteri yang Sering Menyerang Anak
Infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang masih berkembang. Penyakit akibat infeksi bakteri seperti meningitis, tetanus, kolera, infeksi saluran kemih hingga demam pneumonia ini sering menyerang anak-anak dan dapat berdampak pada tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda perlu memahami dengan baik apa itu infeksi bakteri, penyakit akibat infeksi bakteri, hingga pengobatan yang bisa dilakukan.
Infeksi bakteri adalah penyakit atau kondisi yang disebabkan ketika terjadi bakteri atau racun (toksin) masuk ke dalam jaringan tubuh, kemudian berkembang biak dan melepaskan racun di dalam tubuh. Biasanya, infeksi ini sering menyerang kulit, paru-paru, darah, saluran cerna, kandung kemih, hingga otak. Umumnya, penyakit bakteri meliputi infeksi saluran kemih (ISK), keracunan makanan, infeksi menular seksual (IMS), dan beberapa infeksi kulit, sinus, dan telinga. Penyakit karena infeksi bakteri biasanya sering diobati dengan antibiotik.
Infeksi bakteri umumnya dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan pengidap infeksi, gigitan serangga, mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan menyentuh permukaan yang mengandung bakteri. Infeksi ini lebih rentan menyerang anak-anak, terutama anak-anak yang memiliki kebiasaan tidak baik seperti tidak mencuci tangan sebelum makan.
Secara umum, penyakit infeksi adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh sejumlah mikroorganisme, termasuk bakteri. Bakteri sendiri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang bisa bertahan hidup tanpa inang alias sendiri. Kebanyakan bakteri umumnya tidak berbahaya, bahkan di tubuh kita terutama usus terdapat mikroorganisme tersebut yang dapat membantu mencerna makanan. Masalah akan muncul, ketika bakteri jahat masuk dan berkembang di tubuh, sehingga menginfeksi bagian-bagian yang ada di dalamnya.
Dilansir dari beberapa sumber, ada beberapa cara yang membuat bakteri bisa masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak, seperti:
Orang dengan sistem imun rendah seperti penderita diabetes, HIV/AIDS, atau pasien kemoterapi biasanya lebih rentan terserang infeksi bakteri.
Pemakaian antibiotik sembarangan dapat menyebabkan resistensi bakteri, membuat infeksi lebih sulit diobati.
Penyakit infeksi bakteri merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami anak-anak, terutama karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang. Anak-anak lebih rentan terpapar bakteri dari lingkungan sekitar, baik melalui udara, makanan, air, maupun kontak langsung dengan orang lain.
Infeksi bakteri pada anak dapat menyerang berbagai organ tubuh mulai dari saluran pernapasan, pencernaan, kulit, hingga saluran kemih, dengan gejala yang beragam seperti demam, diare, batuk, atau nyeri. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini tidak hanya mengganggu tumbuh kembang anak, tetapi juga berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Gastroenteritis atau flu perut umumnya disebabkan oleh bakteri E.coli dan Salmonella. Bakteri dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Biasanya, anak-anak yang mengidap penyakit ini akan mengalami diare dan muntah secara terus menerus. Kondisi ini dapat memicu anak mengalami dehidrasi yang berbahaya bagi kesehatan anak. Selain itu, gastroenteritis akan menyebabkan gejala lain, seperti nyeri dan kram perut, demam, mual, hingga sakit kepala.
Infeksi saluran kemih atau ISK sangat rentan terjadi pada anak-anak akibat berkembangnya bakteri E.coli pada saluran kemih. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak perempuan meskipun tidak jarang anak laki-laki mengalami kondisi serupa. Kurangnya menjaga kebersihan organ intim menjadi salah satu penyebab anak mengalami infeksi saluran kemih. Ada beberapa gejala yang bisa anak alami ketika terkena penyakit ini seperti rasa tidak nyaman dan nyeri saat buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air kecil, demam, kram perut, warna urine yang gelap, dan urine yang berbau menyengat.
Infeksi bakteri ini terjadi pada bagian paru-paru akibat bakteri streptococcus dengan berbagai gejala pada anak, seperti demam, batuk berlendir hijau, kuning, atau ada campuran darah, menggigil, kelelahan, penurunan nafsu makan, dan nyeri dada ketika batuk.
Anak-anak rentan mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas yang diakibatkan bakteri streptococcus. Ada berbagai gejala yang terjadi akibat penyakit ini seperti batuk, demam, suara yang serak, kelelahan, hidung yang berair, dan nyeri pada tenggorokan. Tentunya kondisi ini tidak boleh diabaikan dan perlu penanganan yang tepat.
Pada musim hujan, pastikan Anda tetap waspada agar anak terhindar dari leptospirosis. Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang bisa menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi seperti tikus atau anjing. Anak bisa terkena infeksi ini jika bermain di genangan air atau tanah yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut atau mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Adapun gejala awalnya adalah demam tinggi, sakit kepala, diare, mata merah, dan sakit perut.
Kolera merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang harus diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae yang menginfeksi sistem pencernaan, sehingga menimbulkan gejala seperti diare parah dan dehidrasi. Biasanya, penyakit kolera ini menginfeksi sistem pencernaan melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi.
Bakteri bernama Corynebacterium Diphtheria jadi penyebab utama munculnya infeksi difteri. Bakteri tersebut menginfeksi saluran pernapasan atas seperti hidung dan tenggorokan, yang akhirnya menimbulkan berbagai gejala, termasuk batuk, pilek, demam, hingga sakit tenggorokan. Penyakit difteri tidak boleh diremehkan dan harus mendapatkan pengobatan yang tepat, karena jika tidak bisa mengancam jiwa orang yang mengalaminya.
Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Peradangan tersebut disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri. Meningitis masuk dalam kategori penyakit serius dan jika tidak ditangani dengan segera dapat menyebabkan komplikasi yang akhirnya memicu kerusakan pada otak atau gangguan pendengaran.
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium Tetani. Seseorang yang mengalami penyakit tetanus umumnya akan merasakan peningkatan rasa kekakuan dan kejang-kejang di otot rangka. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini sangat berbahaya dan berisiko meninggal dunia.
Penyakit lyme adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu yang terinfeksi. Borrelia sp menjadi bakteri utama penyebab infeksi lyme. Borrelia sp sendiri dapat dibedakan lagi menjadi empat jenis, yaitu Borrelia Burgdorferi, Borrelia Mayonii, Borrelia Afzelii, dan Borrelia Garinii. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyerang bagian tubuh manapun, termasuk otak, sistem saraf, hingga jantung. Hal inilah yang membuat penyakit tersebut sulit untuk diketahui karena gejalanya yang mirip dengan kondisi lain.
Penanganan infeksi bakteri harus dilakukan dengan cepat dan tepat untuk mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius. Berikut beberapa cara untuk mengatasi infeksi bakteri yang bisa dilakukan.
Jika anak menunjukkan gejala infeksi bakteri, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mendiagnosis jenis infeksi dan meresepkan parasetamol atau ibuprofen dapat mengurangi demam dan nyeri akibat infeksi.
Selain itu, beberapa infeksi bakteri mungkin membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan antibiotik untuk memastikan bakteri benar-benar mati dan tidak berkembang kembali. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik sesuai jenis bakteri, misalnya amoksilin untuk infeksi saluran napas, ciprofloxacin untuk infeksi saluran kemih. Habiskan antibiotik sesuai anjuran dokter, meski gejala sudah membaik untuk mencegah resistensi.
Istirahat yang cukup sangat penting untuk pemulihan tubuh karena infeksi bakteri dapat melemahkan tubuh. Jadi pastikan anak cukup tidur dan tidak terlalu banyak beraktivitas saat sedang dalam proses pemulihan. Selain itu, pastikan juga untuk selalu mencukupi kebutuhan air putih untuk membantu melawan infeksi.
Jika infeksi bakteri terjadi pada kulit, maka pastikan untuk membersihkan luka dengan antiseptik dan tutup dengan perban steril. Pastikan juga untuk selalu rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama ketika ingin melakukan perawatan luka.
Nutrisi yang baik sangat penting untuk membantu anak melawan infeksi. Berikan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan protein untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka dalam melawan infeksi.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dilansir dari beberapa sumber, berikut langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan infeksi bakteri.
Segera bawa anak ke dokter jika menunjukkan gejala-gejala infeksi bakteri, seperti demam tinggi, batuk, atau nyeri tubuh yang berlangsung lebih dari beberapa hari. Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan secara optimal, risiko jatuh sakit tetap tidak bisa dihindari sepenuhnya. Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi pelengkap perlindungan yang membantu Anda mendapatkan akses perawatan medis yang cepat dan memadai tanpa harus terbebani oleh biaya kesehatan yang tidak terduga.
Salah satu produk asuransi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Secure Criticare. Asuransi ini merupakan produk Asuransi Jiwa Dwiguna Kombinasi dengan Manfaat Meninggal Dunia karena Sebab Apapun, Manfaat Tambahan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan, Manfaat Tambahan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan dalam Transportasi Umum, Manfaat Penyakit Kritis (stadium awal dan stadium menengah/akhir), Manfaat Penyakit Terminal, Manfaat Tunai Dijamin, Manfaat Akhir Masa Asuransi dan Manfaat Asuransi Tambahan (Rider) (jika ada).
Dengan premi mulai dari Rp1 juta per bulan, Anda bisa mendapatkan perlindungan penyakit kritis utama sejak stadium awal, sekaligus memberikan Manfaat Tunai yang dijamin hingga 152% dari Premi Tahunan serta manfaat akhir asuransi hingga 1000% dari Premi Tahunan.
Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: