Aset Penerbit

Aset Penerbit

Infeksi Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala & Pengobatannya

Inspirasi

Infeksi kelenjar getah bening merupakan kondisi yang terjadi ketika kelenjar getah bening mengalami peradangan akibat infeksi bakteri, virus, atau gangguan kesehatan lainnya. Meski sering dianggap sepele, infeksi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan yang mengganggu seperti pembengkakan, nyeri, hingga demam. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu infeksi kelenjar getah bening serta mengenali gejala yang muncul sejak dini. Dengan penanganan yang tepat melalui pengobatan sesuai anjuran medis, serta penerapan langkah pencegahan yang efektif, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kesehatan tubuh tetap terjaga.

Apa itu infeksi kelenjar getah bening?

Salah satu organ yang berperan vital dalam menopang kehidupan manusia adalah kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah gumpalan jaringan kecil yang mengandung sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Kelenjar ini juga berfungsi menyaring cairan limfa yang terdiri dari cairan dan kotoran yang dihasilkan oleh jaringan tubuh. 

Kelenjar getah bening berada di beberapa bagian tubuh seperti leher, punggung, ketiak, selangkangan, perut, dan dada. Ketika kelenjar getah bening mengalami gangguan, gejala yang paling sering terlihat adalah munculnya pembengkakan. Pembengkakan ini bisa mengindikasikan berbagai gangguan kesehatan. Setelah infeksi mereda, kelenjar akan mengempis dengan sendirinya dan kembali ke ukuran semula.

Penyebab infeksi kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi ketika tubuh merespons infeksi atau kondisi medis lainnya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan infeksi kelenjar getah bening.

1. Infeksi virus

Infeksi virus merupakan salah satu penyebab infeksi kelenjar getah bening yang sering terjadi. Ada banyak penyakit akibat infeksi virus yang bisa menyebabkan kelenjar getah bening terinfeksi dan membengkak, di antaranya cacar air, campak, demam kelenjar (manonukleosis), herpes, dan HIV/AIDS.

2. Infeksi bakteri

Tidak hanya virus, bakteri juga dapat menyebabkan infeksi kelenjar getah bening. Beberapa penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kelenjar getah bening, antara lain infeksi streptococcus, infeksi staphylococcus, infeksi menular seksual seperti chlamydia dan sifilis, penyakit cakar kucing (cat scratch disease), dan TBC kelenjar getah bening.

3. Infeksi jamur

Selain infeksi bakteri dan virus, ada beberapa penyakit akibat infeksi jamur yang juga bisa menyebabkan infeksi kelenjar getah bening, yaitu tinea cruris, candidiasis, coccidiomycosis, dan histoplasmosis. Infeksi jamur tersebut lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

4. Infeksi parasit

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit juga bisa menyebabkan pembengkakan dan infeksi kelenjar getah bening. Beberapa penyakit akibat infeksi parasit yang dimaksud adalah leishmaniasis, toksoplasmosis, serta infeksi cacing seperti filariasis atau penyakit kaki gajah.

5. Gangguan sistem imun

Dalam beberapa kasus, pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh gangguan sistem imun. Beberapa contoh penyakit autoimun yang dapat memicu munculnya benjolan kelenjar getah bening seperti:

  • Lupus atau peradangan kronis pada persendian, kulit, ginjal, sel darah, jantung, dan paru-paru
  • Rematik atau peradangan kronis yang menyerang jaringan yang melapisi sendi Anda

6. Kanker

Jenis kanker yang dapat memicu munculnya pembengkakan kelenjar getah bening adalah limfoma dan leukemia. Namun, tidak menutup kemungkinan jenis kanker lain dapat memicu terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.

7. Obat-obatan tertentu

Dalam kasus yang jarang, beberapa jenis obat juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Contoh obat tersebut adalah obat anti kejang (phenytoin) dan obat pencegahan malaria. Apabila mengalami efek samping dari obat tersebut, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain penyebab di atas, terdapat juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami pembengkakan kelenjar getah bening seperti:

  • Sudah memasuki usia lanjut, di mana penuaan dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan sistem imun, dan kanker.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang, terutama perilaku menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian.
  • Melakukan hubungan seksual berisiko.
  • Terinfeksi HIV.
  • Mengalami penyakit menular seksual.
  • Pria lebih berisiko terserang infeksi kelenjar getah bening.
  • Riwayat keluarga atau genetik.
  • Masalah pada sistem kekebalan tubuh.
  • Pernah mengidap kanker.
  • Paparan bahan kimia.

Gejala infeksi kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh, tetapi pembengkakan hanya terjadi pada kelenjar di area ketiak, leher, bawah dagu, dan pangkal paha. Pembengkakan kelenjar adalah kondisi ketika kelenjar atau gumpalan jaringan sebesar kacang berisi sel darah putih yang mengalami pembesaran.

Dilansir dari beberapa sumber, kondisi tersebut bisa dikenali dengan beberapa tanda seperti:

  • Pembengkakan di area kelenjar getah bening berada, terutama kepala dan leher
  • Kelenjar terasa keras saat ditekan dan memicu rasa nyeri.
  • Benjolan kelenjar membengkak tanpa sebab yang jelas dengan badan yang terasa lemah.
  • Ukuran benjolan bervariasi, ada yang seukuran kacang merah dan ada juga yang lebih besar.
  • Kelenjar telah membengkak lebih dari 2 minggu dengan ukuran yang semakin membesar.
  • Demam yang tidak kunjung mereda.
  • Selalu berkeringat di malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.
  • Hidung berlendir, sakit tenggorokan, demam, dan gejala lain infeksi saluran napas
  • Jika benjolan keras, kaku, dan tumbuh dengan cepat, bisa jadi indikasi kanker atau limfoma.

Pengobatan infeksi kelenjar getah bening

Pada prinsipnya, pengobatan kelenjar getah bening tidak dapat disamakan antara satu orang dengan orang lainnya. Pasalnya, penyebab dari munculnya benjolan pada area sekitar kelenjar getah bening dapat beragam. Jika pembengkakan kelenjar getah bening tidak terjadi akibat sesuatu yang serius, mereka akan hilang dengan sendirinya.

Anda bisa mengatasi rasa ketidaknyamanan akibat pembengkakan dengan melakukan beberapa langkah seperti:

  • Kompres hangat menggunakan waslap yang sudah dibilas air panas. Kemudian, letakkan di area yang terkena untuk meringankan rasa sakit.
  • Istirahat yang cukup dapat membantu mengatasi penyakit dalam intensitas ringan dengan lebih cepat.
  • Pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membuat pengidap merasa lebih baik.

Namun, jika sesuatu yang lebih serius terjadi, maka segeralah pergi ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Umumnya, ada beberapa pengobatan yang digunakan untuk mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening, seperti:

1. Antibiotik

Ketika kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik. Salah satu contoh antibiotik yang digunakan adalah doksisiklin. Menurut penelitian yang dimuat Clinical Infectious Diseases, doksisiklin dapat menghentikan perkembangan limfedema filaria. Limfedema filaria adalah pembengkakan pada tangan atau kaki yang disebabkan oleh sistem penyumbatan limfatik dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Radioterapi dan kemoterapi

Pengobatan radioterapi dan kemoterapi diperlukan jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh kanker. Selain itu, tidak semua orang dengan kanker harus menjalani pengobatan radioterapi dan kemoterapi sekaligus. Beberapa hanya menjalani radioterapi, dan ada juga yang hanya menjalani kemoterapi.

3. Pengobatan autoimun

Apabila pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh autoimun, maka dokter akan merekomendasikan pengobatan sesuai jenis autoimun yang dialami pasien. Misalnya pengobatan penyakit rematik, tidak mungkin sama dengan pengobatan untuk penyakit lupus. Meski sama-sama penyakit autoimun, pendekatan dan tujuan pengobatannya berbeda, sehingga harus menggunakan metode pengobatan yang berbeda pula.

4. Obat anti radang

Ketika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, Anda dapat mengonsumsi obat antiradang, semisal ibuprofen atau asetaminofen. Obat ini memang tidak dapat meredakan pembengkakan, namun dapat meredakan rasa nyeri yang Anda alami.

Pencegahan infeksi kelenjar getah bening

Pencegahan pembengkakan kelenjar sebenarnya dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, seperti:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Hindari menyentuh mata dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Menghindari orang yang sedang sakit.
  • Rutin mendisinfeksi rumah atau ruang kerja.
  • Tidur yang cukup, konsumsi makan sehat, dan berolahraga.
  • Perhatikan asupan nutrisi.
  • Mencukupi kebutuhan cairan.
  • Hindari merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk menjalani tes kesehatan secara berkala, seperti pemeriksaan darah atau konsultasi dengan dokter untuk mendeteksi lebih awal adanya infeksi atau penyakit yang bisa memicu pembengkakan kelenjar getah bening. Dengan penanganan dini, risiko terjadinya komplikasi akibat kondisi ini juga bisa berkurang.

Dilansir dari Halodoc, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi ketika terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  • Pembentukan abses atau penumpukan nanah yang terlokalisasi di area tertentu akibat infeksi. Apabila infeksi yang menyebabkan pembengkakan kelenjar tidak diobati, abses dapat terbentuk di dalam kelenjar getah bening atau di jaringan sekitarnya.
  • Selulitis adalah infeksi bakteri yang menyebar ke kulit dan jaringan di bawahnya. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang kemerahan, bengkak, hangat, dan nyeri.
  • Septikemia atau infeksi darah, kondisi ini sangat serius dan bisa mengancam jiwa, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
  • Limfedema kronis, kondisi di mana cairan limfatik menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan kronis.

Penting untuk mencari pertolongan medis jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Penanganan sejak dini tidak hanya membantu mencegah komplikasi yang lebih serius, tetapi memungkinkan proses diagnosis dan pengobatan berjalan lebih efektif.

Sayangnya, biaya pemeriksaan lanjutan, tes laboratorium, hingga perawatan medis kerap menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak orang. Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi penting sebagai perlindungan finansial. Dengan memiliki asuransi kesehatan yang tepat, Anda dapat lebih tenang dalam mengambil keputusan medis tanpa harus menunda pengobatan karena alasan biaya.

Salah satu produk asuransi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Asuransi Mandiri Secure Criticare. Asuransi ini merupakan produk Asuransi Jiwa Dwiguna Kombinasi dengan Manfaat Meninggal Dunia karena Sebab Apapun, Manfaat Tambahan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan, Manfaat Tambahan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan dalam Transportasi Umum, Manfaat Penyakit Kritis (stadium awal dan stadium menengah/akhir), Manfaat Penyakit Terminal, Manfaat Tunai Dijamin, Manfaat Akhir Masa Asuransi dan Manfaat Asuransi Tambahan (Rider) (jika ada).

Dengan premi mulai dari Rp1 juta per bulan, Anda bisa mendapatkan perlindungan penyakit kritis utama sejak stadium awal, sekaligus memberikan Manfaat Tunai yang dijamin hingga 152% dari Premi Tahunan serta manfaat akhir asuransi hingga 1000% dari Premi Tahunan.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kelenjar-getah-bening
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/kelenjar-getah-bening
  • https://www.alodokter.com/kenali-berbagai-penyebab-infeksi-kelenjar-getah-bening
  • https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kelenjar-getah-bening
  • https://www.alodokter.com/pembengkakan-kelenjar-getah-bening/pencegahan