Aset Penerbit

Aset Penerbit

Memahami Manajemen Risiko Bisnis dalam Mengelola Karyawan

Inspirasi

Dalam dunia bisnis yang semakin dinamis, manajemen risiko perusahaan tidak lagi hanya berbicara tentang aset fisik, proses operasional, atau kondisi pasar. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah karyawan sebagai aset paling berharga yang menentukan stabilitas, produktivitas, dan keberlangsungan perusahaan.

Risiko yang berhubungan dengan karyawan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kesehatan dan keselamatan kerja, burnout akibat beban kerja berlebih, hingga kurangnya kompetensi yang memicu human error. Ketika manajemen gagal mengelola risiko yang berkaitan dengan karyawan, maka dampaknya akan terlihat jelas mulai dari penurunan kinerja, meningkatnya turnover, hingga terganggunya operasional. 

Dari sudut pandang pemilik bisnis maupun manajemen, memahami risiko ini bukan hanya soal memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga bagian strategi untuk menjaga operasional perusahaan tetap optimal. Dengan menerapkan manajemen risiko yang tepat, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Peran menerapkan manajemen risiko bagi karyawan 

Karyawan bukan hanya tenaga kerja, tetapi motor penggerak perusahaan. Mereka memengaruhi kualitas layanan, produktivitas, inovasi, hingga reputasi bisnis. Dalam konteks manajemen risiko, karyawan memiliki peran penting dalam mendukung dan menerapkan prosedur mitigasi ketika terjadi manajemen risiko. Dilansir dari IDN Times, berikut beberapa alasan kenapa manajemen risiko penting bagi karyawan.

1. Membuat pekerjaan lebih aman

Setiap perusahaan pasti memiliki risikonya masing-masing dan terkadang tidak dapat dihindari. Tujuan dari manajemen risiko bukanlah untuk menghilangkan seluruh risiko, melainkan untuk mengurangi konsekuensi negatif dari risiko tersebut. Kesehatan dan keselamatan adalah bagian penting dari manajemen risiko perusahaan. Seorang manajer risiko akan secara aktif mencari area masalah dalam perusahaan dan berusaha mencegahnya akan tidak terulang kembali. 

2. Memungkinkan keberhasilan proyek

Karyawan dapat mengurangi kemungkinan dan tingkat keparahan potensi risiko proyek dengan mengidentifikasinya sejak dini. Sehingga jika terjadi kesalahan, perusahaan sudah memiliki rencana tindakan sebagai solusi penanganannya. Hal ini turut membantu karyawan mempersiapkan diri untuk hal-hal yang tidak terduga dan memaksimalkan hasil proyek.

3. Menciptakan manfaat finansial

Dengan analisis tren, perusahaan juga dapat menemukan risiko yang sering terjadi dan berupaya mengurangi kerugian dari kejadian berulang. Dengan mitigasi yang tepat. Potensi terjadinya insiden menjadi lebih kecil kemungkinannya dan dampaknya dapat diminimalkan. Pada akhirnya, hal ini berpotensi menghemat biaya bagi organisasi. 

Jenis risiko perusahaan yang terkait karyawan 

Risiko manusia dan sumber daya melibatkan potensi masalah yang timbul dari karyawan dan pengelolaan sumber daya manusia dalam perusahaan. Dilansir dari ID Score, berikut beberapa faktor yang berkontribusi terhadap manajemen risiko terkait karyawan maupun SDM.

  • Kesalahan manusia: Kesalahan yang dilakukan karyawan, baik karena kurangnya pelatihan, kelelahan, atau kurangnya perhatian, yang dapat menyebabkan kegagalan operasional.
  • Turnover karyawan: Tingginya tingkat pergantian karyawan dapat mengganggu operasional bisnis dan meningkatkan biaya rekrutmen, serta pelatihan.
  • Kekurangan keterampilan: Karyawan yang tidak memiliki keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan dapat menghambat efisiensi dan produktivitas bisnis.
  • Kepuasan dan motivasi karyawan: Tingkat kepuasan kerja yang rendah dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan risiko konflik internal.
  • Manajemen sumber daya: Pengelolaan SDM yang tidak efektif dalam perusahaan, termasuk penjadwalan yang buruk dan distribusi tugas yang tidak adil, dapat meningkatkan risiko operasional.

Untuk mengatasi risiko-risiko ini, perusahaan harus fokus pada pengembangan karyawan melalui pelatihan dan pendidikan, menciptakan lingkungan kerja yang positif, dan menerapkan strategi retensi yang efektif untuk menjaga stabilitas tenaga kerja. 

Selain beberapa jenis risiko di atas, ada juga beberapa risiko yang dapat muncul jika perusahaan tidak mengelola SDM dengan baik, seperti risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) hingga risiko buruknya reputasi perusahaan. Risiko-risiko ini menunjukkan pentingnya pendekatan manajemen risiko yang berfokus pada kesejahteraan dan perlindungan karyawan.

Strategi mitigasi risiko yang berfokus pada karyawan

Untuk meminimalkan risiko terkait karyawan, perusahaan dapat menerapkan berbagai strategi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa strategi mitigasi risiko yang bisa Anda terapkan.

1. Dorong kolaborasi lintas divisi

Manajemen risiko sering kali paling efektif ketika setiap fungsi dalam perusahaan terlibat secara aktif. Divisi yang berbeda seperti keuangan, operasional, teknologi informasi, dan SDM seringkali memiliki pandangan yang berbeda tentang risiko dan dampaknya. Dengan bekerja sama, tim dapat mengidentifikasi risiko dari berbagai perspektif dan mengembangkan solusi yang lebih menyeluruh dan efektif. Rapat koordinasi atau sesi brainstorming antar departemen dapat menjadi cara yang efektif untuk mendorong kolaborasi ini

2. Fokus pada pembelajaran dari kesalahan dan insiden

Mengubah mindset terhadap risiko membutuhkan pendekatan yang terbuka terhadap kesalahan. Alih-alih memandang kegagalan sebagai hal yang negatif, perusahaan dapat memanfaatkannya sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki sistem dan proses. Evaluasi setiap insiden risiko dengan cara yang konstruktif dan dorong karyawan untuk berbagi pengalaman tanpa rasa takut akan sanksi. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran risiko dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang cara menangani risiko serupa di masa depan.

3. Adopsi teknologi untuk otomatisasi dan deteksi dini

Teknologi memiliki peran penting dalam deteksi dini risiko. Menurut survei Deloitte, 78% perusahaan yang menggunakan teknologi otomatisasi dalam pemantauan risiko berhasil mengurangi waktu respons hingga 40%. Teknologi seperti AI dan machine learning memungkinkan perusahaan memonitor risiko secara real-time dan merespons ancaman yang muncul dengan cepat. Otomatisasi juga membebaskan tim untuk fokus pada analisis strategis daripada menghabiskan waktu hanya untuk memantau risiko manual.

4. Membangun lingkungan kerja yang aman

Perusahaan juga bisa menerapkan standar K3 sebagai salah satu strategi manajemen risiko. Penerapan standar K3 bisa dilakukan dengan beberapa langkah strategis seperti penerapan hirarki pengendalian risiko yang mencakup eliminasi bahaya, substitusi bahan berbahaya, rekayasa teknik, administrasi, dan penggunaan APD sebagai langkah terakhir. Selain itu, perusahaan juga perlu memberikan pelatihan rutin kepada karyawan mengenai prosedur keselamatan serta penggunaan APD yang benar. Pastikan juga untuk selalu melakukan monitoring dan evaluasi berkala sesuai perkembangan teknologi dan kondisi kerja.

5. Memperhatikan kesejahteraan karyawan

Perusahaan juga bisa melakukan inisiatif untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi risiko kelelahan atau burnout karyawan. Misalnya, dengan menyediakan beberapa program seperti:

  • Health and Benefits: Memberikan manfaat kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.
  • Human Capital Analytics: Memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan terkait tenaga kerja.
  • Investments & Pensions: Mengelola investasi dan program pensiun karyawan secara berkelanjutan.
  • Talent and Rewards: Menyusun strategi kompensasi yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
  • Workplace Wellbeing: Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif untuk meningkatkan performa karyawan.

Asuransi sebagai solusi mengurangi risiko karyawan

Salah satu langkah mitigasi risiko paling efektif adalah menyediakan asuransi untuk karyawan. Selain meningkatkan kesejahteraan, asuransi juga membantu melindungi perusahaan dari potensi kerugian finansial akibat risiko kesehatan atau kecelakaan yang dialami SDM.

Memiliki polis asuransi yang sesuai seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam melindungi karyawan dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Berikut ini beberapa manfaat asuransi dalam manajemen risiko perusahaan yang dilansir dari situs resmi AAJI.

1. Meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan

Mendaftarkan karyawan ke dalam fasilitas asuransi menjadi salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Dengan adanya asuransi, kepuasan karyawan akan merasa dihargai dan terlindungi, sehingga dapat meningkatkan kepuasan karyawan yang juga membantu meningkatkan retensi karyawan.

2. Memudahkan manajemen risiko

Perusahaan menghadapi berbagai risiko, baik terkait kesehatan karyawan, kecelakaan kerja, atau risiko lainnya. Dengan menyediakan asuransi, perusahaan dapat mengelola risiko dengan lebih baik. Misalnya, asuransi kesehatan karyawan dapat mengurangi biaya pengobatan yang tidak terduga. Sedangkan, asuransi jiwa bisa memberikan perlindungan kepada keluarga karyawan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Peningkatan citra perusahaan

Perusahaan yang memberikan manfaat asuransi untuk karyawannya cenderung dipandang lebih peduli dan bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan di mata publik, mitra bisnis, dan calon karyawan. 

4. Peningkatan produktivitas

Karyawan yang merasa aman dan terlindungi akan lebih fokus pada pekerjaan. Asuransi yang mencakup fasilitas kesehatan atau perlindungan jiwa bisa mengurangi kekhawatiran karyawan mengenai masa depan dan keluarga mereka. Dengan begitu, mereka dapat bekerja lebih tenang dan produktif sehingga akan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

AXA Mandiri memiliki produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan karyawan sebagai corporate solution. Mulai dari Asuransi Mandiri Corporate Health Plan  yang memberikan manfaat berupa penggantian biaya medis untuk Manfaat Rawat Inap dan Pembedahan serta manfaat tambahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Asuransi Mandiri Corporate Life Plan sebagai asuransi jiwa kumpulan yang memberikan perlindungan berupa manfaat Uang Pertanggungan mulai dari Rp5 Juta, jika terjadi risiko meninggal dunia, hingga Asuransi Mandiri Corporate Savings yang merupakan produk asuransi jiwa kumpulan PAYDI dimana Nilai Tunai dikaitkan dengan kinerja investasi dari Subdana yang dapat dipergunakan untuk membiayai kebutuhan pesangon sesuai kebutuhan.

Untuk konsultasi lebih lanjut dan merencanakan asuransi untuk karyawan, hubungi Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.idscore.id/articles/memahami-dan-mengelola-risiko-operasional-untuk-keberhasilan-bisnis
  • https://www.idntimes.com/business/finance/alasan-kenapa-manajemen-risiko-penting-buat-karyawan-00-bvq5c-jt3mw3
  • https://crmsindonesia.org/publications/tips-mengubah-mindset-dalam-manajemen-risiko/
  • https://i-safe.id/upaya-menciptakan-lingkungan-kerja-yang-aman/
  • https://aaji.or.id/Articles/manfaat-asuransi-kumpulan-bagi-perusahaan-dan-karyawan-apa-yang-perlu-kamu-tahu