Flu Tulang: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya!
Pernah mengalami demam disertai nyeri hebat di tulang hingga membuat tubuh terasa lemas total? Kondisi ini sering disebut sebagai flu tulang. Meski terdengar ringan, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup karena gejala yang cukup mengganggu. Untuk itu, penting memahami apa sebenarnya flu tulang, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta penyebab dan faktor risikonya.
Flu tulang mungkin istilah yang sudah tidak asing didengar. Namun, dalam dunia medis istilah flu tulang bukanlah istilah yang diakui secara resmi, melainkan digunakan orang awam untuk menggambarkan kondisi yang ditandai dengan keluhan demam dan nyeri sendi yang cukup mengganggu.
Flu tulang bisa disebabkan oleh infeksi virus seperti chikungunya atau infeksi bakteri dan jamur yang menyerang jaringan tulang, seperti pada kondisi osteomielitis. Kondisi ini dapat berlangsung singkat atau lama dan umumnya menyerang tulang panjang seperti paha dan lengan. Kondisi ini bisa bersifat akut (berlangsung dalam waktu singkat) atau kronis (berlangsung dalam waktu lama).
Flu tulang bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi medis yang sering dikaitkan dengan jenis penyakit tertentu, termasuk gejala flu tulang. Kondisi ini bisa dialami oleh mereka yang sedang menderita beberapa kondisi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut kondisi kesehatan yang sering dikaitkan dengan keluhan flu tulang.
Parvovirus B19 adalah virus yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan ruam pada orang dewasa. Gejala yang muncul biasanya menyerupai flu, khususnya saat musim pancaroba. Karena nyeri sendinya bisa cukup berat dan terasa di pergelangan, lutut, atau jari, infeksi ini sering disalahartikan sebagai flu tulang.
Penyakit chikungunya yang merupakan penyakit infeksi virus togaviridae alphavirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini ditandai dengan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Penyakit ini juga sering kali disalahartikan sebagai flu tulang karena kemiripan gejalanya.
Osteomielitis adalah suatu kondisi yang menyerang tulang dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebabkan demam, pembengkakan, serta nyeri hebat pada persendian dan tulang. Osteomielitis tergolong serius dan memerlukan penanganan medis segera.
Demam berdarah mirip dengan chikungunya, tetapi berasal dari virus yang berbeda, yaitu flaviviridae flavivirus, yang ditularkan nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam. Penyakit ini lebih berbahaya dari chikungunya, tetapi nyeri sendi yang diderita chikungunya bisa bertahan lebih lama.
Siapa pun bisa terinfeksi virus penyebab "flu tulang", tetapi risiko tertular bergantung pada beberapa kondisi. Berikut beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko flu tulang dilansir dari situs resmi RSPP.
Tinggal atau berkunjung ke daerah endemis DBD atau chikungunya, terutama area dengan sanitasi kurang dan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk.
Kasus flu tulang akan meningkat pada musim penghujan atau pada saat musim pancaroba, di mana nyamuk Aedes aegypti (pembawa virus) berkembang biak dengan cepat.
Kurangnya perlindungan dari gigitan nyamuk seperti tidak menggunakan kelambu, lotion anti-nyamuk, atau pakaian tertutup. Oleh karena itu penting untuk selalu menerapkan PSN Plus.
Orang dengan sistem imun yang lemah, lansia, atau mereka yang memiliki penyakit komorbid mungkin mengalami gejala yang lebih parah.
Dari penjelasan di atas, setidaknya ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai flu tulang atau kondisi medis yang dikaitkan dengan beberapa penyakit di atas. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
Flu tulang biasanya ditandai dengan demam tinggi yang dapat mencapai 40 derajat Celcius. Ini merupakan gejala utama yang sering dialami oleh penderita flu tulang.
Sendi biasanya mengalami pembengkakan pada penderita dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau kesulitan dalam gerakan sendi.
Gejala lain yang mungkin terjadi termasuk tubuh terasa lelah, kepala pusing, mual, sakit otot, dan munculnya ruam di kulit. Ini merupakan manifestasi umum yang sering ditemukan pada penderita flu tulang.
Penderita juga sering merasakan nyeri pada sendi di pergelangan kaki, lutut, punggung, antara tulang jari, atau pergelangan tangan. Nyeri ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada tingkat keparahan flu tulang yang dialami.
Tidak ada pengobatan khusus untuk meredakan flu tulang, karena umumnya penyakit yang menyebabkan nyeri pada tulang bersifat self-limiting disease (dapat sembuh dengan sendirinya). Hal terpenting adalah mengobati penyakit dasar atau kondisi medis penyebabnya.
Beberapa penanganan yang disarankan adalah sebagai seperti:
Jika demam tidak turun dan nyeri sendi semakin hebat, Anda disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis. Dokter akan membantu menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai. Mengandalkan pengobatan sendiri tanpa diagnosis yang jelas justru bisa menunda pemulihan.
Untuk melakukan pencegahan terjadinya kondisi flu tulang, Anda bisa menerapkan gaya hidup bersih dan menerapkan beberapa langkah penularan atau pencegahan seperti yang dilansir dari RSPP berikut:
Selain mencegah risiko flu tulang dengan menerapkan gaya hidup bersih dan melakukan vaksinasi, Anda juga perlu mempertimbangkan risiko keuangan yang mungkin terjadi akibat risiko penyakit yang menyebabkan flu tulang. Anda bisa memilih Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis dari AXA Mandiri yang memberikan perlindungan keuangan akibat risiko penyakit chikungunya, demam berdarah, dan penyakit tropis lainnya .
Dengan membayar premi mulai dari Rp100 ribu per bulan, Anda dan keluarga bisa mendapatkan penggantian biaya rawat inap di rumah sakit apabila terkena berbagai penyakit tropis, seperti demam berdarah, campak, chikungunya, hepatitis A, malaria, tifus, dan Zika.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai perlindungan dari Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis beserta manfaatnya, Anda dapat mengunjungi website AXA Mandiri serta menghubungi Financial Advisor AXA Mandiri atau contact center AXA Mandiri 1500803.
Sumber: