Aset Penerbit

Aset Penerbit

Waspada Cacar Air Pada Anak, Ini Gejala, Pengobatan & Pencegahannya!

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Waspada Cacar Air Pada Anak, Ini Gejala, Pengobatan & Pencegahannya!

28 April 2026

Share This Article :

Cacar air pada anak merupakan salah satu penyakit infeksi yang cukup sering terjadi, terutama pada usia balita hingga anak sekolah. Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah berisi cairan di kulit yang terasa gatal dan dapat disertai demam.

Rangkuman:

  • Cacar air pada anak disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster yang juga dapat juga terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi.
  • Cacar air pada anak ditandai oleh ruam kulit merah akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan, atau disebut juga lenting cacar.
  • Pencegahan ini bisa dilakukan dengan mendapat vaksin cacar air yang bisa dilakukan sejak usia 12 bulan dengan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. 

Meskipun umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, orang tua tetap perlu memahami cara penanganan yang tepat agar kondisi anak tidak semakin memburuk. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali lebih jauh tentang cacar air pada anak, mulai dari penyebabnya, gejala yang sering muncul, hingga langkah pengobatan yang dapat dilakukan. 

Mengenal penyakit cacar air pada anak?

Cacar air pada anak atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi dapat juga terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksinasi.

Varisela ditandai dengan munculnya ruam kulit berupa bintil-bintil kecil berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Infeksi ini sangat menular, terutama melalui kontak langsung dengan cairan dari vesikel atau melalui droplet pernapasan saat penderita batuk atau bersin.

Anak yang terjangkit cacar air perlu beristirahat di rumah agar lebih cepat pulih dan tidak menularkan penyakitnya pada orang lain. Cacar air juga bisa menyebabkan dampak buruk lebih lanjut pada kelompok tertentu seperti bayi, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah seperti penderita HIV/AIDS.

Penyebab penyakit cacar air pada anak

Penyebab cacar air pada anak yaitu paparan virus herpes varicella-zoster yang menular lewat droplet dari mulut penderita saat batuk atau bersin. Menurut Healthy Children, ini merupakan penyakit yang paling umum terjadi dan memengaruhi anak di bawah 10 tahun.

Virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui:

  • Kontak langsung dengan cairan dari vesikel cacar
  • Droplet pernapasan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin
  • Kontak dengan benda yang terkontaminasi virus, seperti pakaian atau handuk
  • Udara di sekitar penderita setelah bintik air baru pecah

Anak-anak yang belum pernah terinfeksi cacar air atau belum mendapatkan vaksin varisela memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular penyakit ini. Masa penularan biasanya dimulai 1-2 hari sebelum ruam muncul dan berlanjut hingga semua vesikel telah mengering dan membentuk keropeng.

Gejala penyakit cacar air pada anak

Gejala cacar air biasanya baru akan muncul 4-5 hari setelah anak mengalami demam. Sedangkan ruam serta bintik air pada cacar muncul dalam 10–21 hari setelah anak pertama kali terpapar virus varicella-zoster. Beberapa gejala atau ciri-ciri anak terkena cacar air yang harus diperhatikan yaitu:

  • Ruam kulit merah akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan, atau disebut juga lenting cacar.
  • Kumpulan cacar baru akan muncul 4-5 hari setelahnya.
  • Ruam kemerahan biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, wajah, leher, dan perut, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1–2 hari.
  • Ruam atau lenting cacar juga umum terjadi pada mulut, kelopak mata, dan kelamin.
  • Demam dengan tanda semakin banyak lenting cacar yang muncul, semakin tinggi demamnya.
  • Rasa lelah dan tidak enak badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala, tenggorokan, dan perut

Diameter bintik atau lenting yang menjadi ciri-ciri cacar air pada anak biasanya tidak lebih dari 0,5 cm. Lentingan ini bisa menyebar lebih luas dan cepat pada anak dengan kondisi sistem imun yang lemah.

Setelah beberapa hari atau minggu, lenting akan mengering, mengelupas, dan menjadi keropeng. Seiring lenting cacar mengering, demam akan mulai turun. Namun, ada kemungkinan anak tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintik tidak terlalu parah.

Pengobatan penyakit cacar air pada anak

Umumnya, cacar air pada anak akan hilang dengan sendirinya dalam rentan waktu 1–2 minggu. Meski demikian, pengobatan cacar air diperlukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala atau mencegah terjadinya komplikasi. Dilansir dari Alodokter, biasanya dokter akan memberikan beberapa pengobatan seperti: 

  • Meresepkan salep atau antihistamin minum, seperti diphenhydramine (Sedares), loratadine (Alloris dan Loran), cetirizine (Incidal dan Cetrol), atau fexofenadine (Telfast) untuk meredakan gatal.
  • Memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OINS) yang mengandung paracetamol, seperti Sanmol dan Sumagesic. Obat ini berfungsi untuk meredakan gejala sakit kepala, demam, lelah, atau nyeri otot. 
  • Meresepkan antibiotik jika ruam cacar mengalami infeksi bakteri
  • Meresepkan obat antivirus minum, seperti valacyclovir (Aciclovir dan Valciron), acyclovir (Acifar dan Clinovir), atau famciclovir (Famvir) pada pasien yang berisiko terkena komplikasi.

Selain memberikan obat, dokter juga akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan mandiri di rumah untuk membantu proses pemulihan seperti:

  • Mengonsumsi air putih yang banyak serta mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan tidak asin atau asam, terutama jika terdapat ruam cacar di mulut.
  • Tidak menggaruk ruam atau luka cacar air. Pasien akan dianjurkan untuk memotong kuku sampai pendek atau menggunakan sarung tangan, terutama pada malam hari.
  • Mengenakan pakaian longgar dan berbahan lembut.
  • Berendam atau mandi menggunakan air hangat 3–4 kali sehari, selama beberapa hari setelah timbul ruam.
  • Mengoleskan calamine lotion pada area tubuh yang gatal kecuali mata dan kelamin. 
  • Mengompres ruam atau luka dengan air dingin untuk meredakan gatal.
  • Beristirahat yang cukup dan tidak kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran cacar air.

Pencegahan penyakit cacar air pada anak

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan mendapat vaksin cacar air. Dokter merekomendasikan agar anak segera memperoleh vaksin jenis ini mulai usia 12 bulan atau 1 tahun. Pada usia 1–12 tahun diberikan dengan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Kemudian, pada usia 13 tahun atau lebih dengan interval 4–6 minggu.

Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan cacar air pada anak, terutama saat gejala sampai mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Pastikan anak Anda mendapatkan vaksin selambat-lambatnya 5 hari setelah kontak pertama dengan virus.

Selain melalui vaksin, pencegahan cacar air juga bisa dilakukan dengan menghindari orang yang mengalami penyakit ini. Cacar air biasanya hanya terjadi sekali. Setelahnya, tubuh anak akan membangun imunitas terhadap virus cacar di dalam tubuh seumur hidup. Hingga saat ini, sangat jarang kasus cacar air yang kambuh saat dewasa, kecuali apabila belum pernah mengalaminya sama sekali.

Meskipun berbagai langkah pencegahan dapat dilakukan, seperti menghindari kontak dengan penderita hingga melakukan vaksinasi, risiko anak terkena cacar air tetap bisa terjadi, terutama karena penyakit ini mudah menular di lingkungan sekitar. Karena itu, orang tua perlu mempersiapkan perlindungan kesehatan yang tepat untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah memiliki asuransi penyakit tropis yang memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang umum terjadi di wilayah beriklim tropis, termasuk infeksi seperti cacar air. Dengan perlindungan ini, orang tua dapat merasa lebih tenang karena biaya perawatan anak dapat terbantu ketika risiko penyakit tidak terduga terjadi.

Anda bisa memilih Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis dari AXA Mandiri yang memberikan perlindungan keuangan akibat risiko penyakit chikungunya, demam berdarah, dan penyakit tropis lainnya . Dengan membayar premi mulai dari Rp100 ribu per bulan, Anda dan keluarga bisa mendapatkan penggantian biaya rawat inap di rumah sakit apabila terkena berbagai penyakit tropis seperti demam berdarah, campak, chikungunya, hepatitis A, malaria, tifus, dan Zika. 

Anda juga bisa melengkapinya dengan Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri yang memberikan fleksibilitas lebih besar, seperti akses ke rumah sakit swasta, pilihan dokter spesialis, dan layanan rawat inap yang lebih nyaman. Kombinasi antara BPJS dan asuransi swasta dapat menjadi solusi ideal, di mana Anda bisa mendapatkan manfaat tambahan seperti layanan rawat inap yang lebih nyaman, pemindahan pasien dengan ambulans, hingga proses upgrade kelas ke satu tingkat diatasnya (Kelas I dan VIP) yang lebih cepat. 

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Financial Advisor dan Life Planner AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa itu cacar air pada anak?
A: Cacar air atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia balita hingga sekolah, ditandai dengan munculnya ruam merah berisi cairan yang terasa gatal.

Q: Kapan gejala biasanya muncul setelah terpapar virus?
A: Ruam dan bintik air biasanya muncul dalam 10 hingga 21 hari setelah anak pertama kali terpapar virus. Namun, gejala umum biasanya baru muncul 4 sampai 5 hari setelah anak mulai mengalami demam.

Q: Apakah anak yang sudah pernah cacar air bisa tertular lagi?
A: Cacar air biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup. Setelah terinfeksi, tubuh akan membangun imunitas terhadap virus tersebut selamanya. Sangat jarang ditemukan kasus cacar air yang kambuh saat dewasa

Sumber:

  • https://www.halodoc.com/artikel/cacar-air-pada-anak-gejala-cara-mengatasi-pencegahan?srsltid=AfmBOopHBLPcfkXuPMal2s3YuwAGvtud7-EZf5jKuCgB3RXbs2zOMo4v
  • https://www.alodokter.com/cacar-air
  • https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/cacar-air-pada-anak/
  • https://primayahospital.com/penyakit-dalam/penyakit-cacar-air/