Aset Penerbit

Aset Penerbit

Biaya Operasi Usus Buntu & Faktor yang Pengaruhi Besarannya!

Inspirasi

Biaya operasi usus buntu sering menjadi pertanyaan pertama ketika seseorang atau keluarganya didiagnosis menderita usus buntu. Kondisi medis ini memang harus segera ditangani melalui tindakan operasi agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti usus pecah atau infeksi menyebar ke organ lain. Namun, banyak orang masih yang ragu dan khawatir dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Padahal, besaran biaya operasi usus buntu bisa berbeda-beda tergantung jenis rumah sakit, metode operasi, hingga penggunaan asuransi kesehatan.

Biaya operasi usus buntu

Operasi usus buntu adalah tindakan untuk mengangkat usus buntu saat terinfeksi. Infeksi ini terjadi ketika usus buntu meradang dan membengkak, sehingga bakteri berkembang biak dengan cepat dan membentuk nanah. Penumpukan bakteri dan nanah ini dapat menyebabkan nyeri di sekitar pusar yang menyebar ke bagian kanan bawah perut.

Di Indonesia, biaya operasi untuk usus buntu bervariasi tergantung dari rumah sakit, kelas ruang perawatan, dan teknik yang digunakan. Besaran biaya operasi usus buntu telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 yang dikategorikan berdasarkan tipe dan kelas rumah sakit. Dilansir dari Halodoc, berikut estimasi biaya operasi usus buntu di berbagai tipe rumah sakit di Indonesia.

1. Rumah Sakit Tipe A

  • Apendektomi Ringan -> Kelas 3: Rp4,61 juta; Kelas 2: Rp5,532 juta; Kelas 1: Rp6,454 juta
  • Apendektomi Sedang -> Kelas 3: Rp8,050 juta; Kelas 2: Rp9,661 juta; Kelas 1: Rp11,271 juta
  • Apendektomi Berat -> Kelas 3: Rp8,616 juta; Kelas 2: Rp10,340 juta; Kelas 1: Rp12,063 juta

2. Rumah Sakit Tipe B

  • Apendektomi Ringan: Kelas 3: Rp3,729 juta; Kelas 2: Rp4,474 juta; Kelas 1: Rp5,22 juta
  • Apendektomi Sedang: Kelas 3: Rp6,253 juta; Kelas 2: Rp7,503 juta; Kelas 1: Rp8,754 juta
  • Apendektomi Berat: Kelas 3: Rp6,957 juta; Kelas 2: Rp8,348 juta; Kelas 1: Rp9,739 juta

3. Rumah Sakit Tipe C

  • Apendektomi Ringan: Kelas 3: Rp2,846 juta; Kelas 2: Rp3,416 juta; Kelas 1: Rp3,985 juta
  • Apendektomi Sedang: Kelas 3: Rp4,997 juta; Kelas 2: Rp5,997 juta; Kelas 1: Rp6,996 juta
  • Apendektomi Berat: Kelas 3: Rp5,332 juta; Kelas 2: Rp6,398 juta; Kelas 1: Rp7,463 juta

4. Rumah Sakit Tipe D

  • Apendektomi Ringan: Kelas 3: Rp2,195 juta; Kelas 2: Rp2,634 juta; Kelas 1: Rp3,073 juta
  • Apendektomi Sedang: Kelas 3: Rp3,844 juta; Kelas 2: Rp4,613 juta; Kelas 1: Rp5,382 juta
  • Apendektomi Berat: Kelas 3: Rp4,104 juta; Kelas 2: Rp4,925 juta; Kelas 1: Rp5,746 juta

Perlu diingat bahwa biaya di atas hanyalah estimasi dan dapat berbeda di setiap rumah sakit. Selain biaya operasi usus buntu, Anda biasanya juga akan dikenakan biaya tambahan untuk membeli obat-obatan, pemeriksaan penunjang, dan biaya administrasi belum termasuk dalam rincian di atas.

Teknik operasi usus buntu yang memengaruhi besarnya biaya

Biaya operasi usus buntu dapat bervariasi, dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti tipe dan fasilitas rumah sakit, kelas perawatan, komplikasi yang terjadi selama atau setelah operasi, hingga teknik operasi yang dilakukan.

Umumnya teknik operasi usus buntu dengan laparoskopi membutuhkan biaya operasi yang lebih besar, namun dengan biaya perawatan yang lebih kecil karena lama rawat inap dan proses pemulihan lebih singkat.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mengenai teknik operasi usus buntu dan alasan kenapa teknik operasi memengaruhi besaran biayanya.

1. Metode apendektomi terbuka

Metode apendektomi terbuka umumnya dilakukan dalam kondisi usus buntu pasien yang sudah pecah dan terindikasi infeksinya telah menyebar. Apendektomi terbuka juga umum dilakukan kepada pasien yang memiliki riwayat pembedahan di bagian perut.

Metode ini dilakukan dengan cara memberi sayatan pada perut bagian kanan bawah sepanjang 5-10 cm.  Sayatan itu berfungsi membuka akses untuk melakukan pengangkatan usus buntu.  Luka akibat bedah akan ditutup dengan jahitan dan dibalut dengan perban steril. Jika diperlukan, luka tersebut dapat dipasang selang sementara agar sisa cairan dari luka operasi dapat keluar.

2. Metode apendektomi laparoskopi

Metode ini menggunakan alat yang disebut laparoskopi, yaitu tabung tipis panjang yang dilengkapi teknologi kamera dan peralatan bedah. Dengan laparoskopi, dokter bedah hanya akan membuat beberapa sayatan kecil sebesar lubang kunci pada perut untuk memasukkan alat berupa selang berkamera sebagai pedoman dokter untuk mengikat, memotong, dan mengeluarkan usus buntu. 

Metode apendiktomi laparoskopi dapat meminimalisasi sayatan dan tidak menimbulkan luka bedah yang besar di perut. Metode ini lebih efektif dibanding metode apendektomi terbuka, sebab minimnya luka sayatan.

Pencegahan penyakit usus buntu agar tidak perlu mengeluarkan biaya operasi yang mahal

Penyakit usus buntu tidak bisa dicegah sepenuhnya dan bisa terjadi pada siapapun dan kapan saja. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit usus buntu. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa cara mencegah penyakit usus buntu yang bisa Anda lakukan.

1. Konsumsi makanan berserat

Penyumbatan pada usus buntu bisa terjadi karena adanya fekalit atau penumpukan feses yang mengeras. Kondisi ini kemungkinan besar terjadi pada orang yang kurang makanan berserat. Oleh karena itulah banyak ahli kesehatan yang menyarankan konsumsi makanan berserat sebagai salah satu cara mencegah radang usus buntu akibat fekalit.

Serat merupakan asupan yang penting untuk melancarkan pencernaan dan menjaganya tetap sehat. Dengan mengonsumsi makanan berserat dalam jumlah yang cukup, pencernaan akan lebih lancar dan aktif sehingga memudahkan proses pembuangan feses untuk mencegah terjadinya usus buntu.

Anda bisa mencukupi asupan serat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, oatmeal, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Hindari juga makanan penyebab usus buntu seperti makanan pedas yang penuh biji cabai.

2. Minum air putih

Agar cara mencegah radang usus buntu yang Anda lakukan efektif, seimbangkan konsumsi makanan berserat dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Tidak hanya mencegah dehidrasi, konsumsi air putih juga dapat mendukung kinerja usus dan serat makanan berfungsi dengan baik di usus.

Jika serat menarik air ke usus, tapi persediaan air di tubuh tidak mencukupi, serat tetap tidak bisa melunakkan feses. Oleh karena itu, pastikan Anda cukup minum air putih setiap hari, setidaknya 8 gelas per hari. Selain air putih, Anda juga bisa mendapatkan cairan dari jus buah atau sup.

3. Konsumsi makanan probiotik

Makanan dan minuman yang mengandung probiotik baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri baik dalam probiotik diketahui dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam tubuh, termasuk bakteri yang menyebabkan infeksi usus buntu.

Anda bisa mendapatkan probiotik dari berbagai sumber seperti yogurt, tempe, kefir, kombucha, atau kimchi. Meskipun bukan cara yang dapat mencegah usus buntu secara langsung, konsumsi makanan probiotik tetap penting guna menjaga kesehatan sistem pencernaan.

4. Makan dengan tenang

Anda juga perlu menerapkan cara makan yang baik untuk mencegah radang usus buntu. Menurut studi pada Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine terdapat 1 dari 7 kasus usus buntu terjadi akibat adanya penyumbatan partikel makanan. Dari studi tersebut disarankan bagi Anda untuk makan secara perlahan dan kunyah makanan sampai halus agar terhindar dari radang usus buntu. 

5. Rutin cek kesehatan ke dokter

Dalam beberapa kasus, penyakit usus buntu terkadang bisa lebih sering terjadi pada orang yang pernah mengalami cedera di perut dan memiliki riwayat penyakit yang sama di keluarganya.

Orang yang berisiko usus buntu harus rutin cek kesehatan ke dokter untuk memonitor perkembangan usus buntu serta menerima perawatan medis yang sesuai. Dengan begitu, risiko terjadinya radang usus buntu juga dapat dicegah sedini mungkin.

Mencegah usus buntu memang jauh lebih baik daripada mengobatinya. Namun, meskipun sudah berhati-hati, risiko peradangan usus buntu tetap bisa terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan tindakan operasi segera. Biaya operasi usus buntu yang tidak sedikit sering kali menjadi beban mendadak bagi banyak orang.

Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi sangat penting. Dengan memiliki asuransi, Anda tidak perlu khawatir soal biaya rawat inap, operasi, maupun pemulihan pasca tindakan. Salah satu produk asuransi kesehatan yang bisa Anda pertimbangkan untuk memberikan perlindungan ketika terjadi risiko finansial akibat tingginya biaya operasi usus buntu adalah Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan.

Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan dari AXA mandiri merupakan produk asuransi kesehatan yang memberikan manfaat penggantian biaya harian kamar rawat inap Rumah Sakit, penggantian biaya harian kamar unit perawatan intensif, penggantian biaya pembedahan, santunan meninggal dunia karena Kecelakaan, penggantian biaya transportasi ke Rumah Sakit untuk setiap rawat inap serta manfaat pengembalian premi dengan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Polis. Pembayaran premi dilakukan secara bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.cermati.com/artikel/biaya-operasi-usus-buntu
  • https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/bedah-umum/operasi-usus-buntu?page=1
  • https://www.halodoc.com/artikel/biaya-operasi-usus-buntu-ini-rincian-terbaru#faktor-yang-mempengaruhi-biaya
  • https://hellosehat.com/pencernaan/pencernaan-lainnya/cara-mencegah-usus-buntu/#goog_rewarded
  • https://www.alodokter.com/cara-mencegah-usus-buntu-yang-perlu-diketahui