Inspirasi Banner

Search Customer Service

Aset Penerbit

Memahami Trading Halt yang Buat Investor Panik & IHSG Anjlok

Pasar saham Indonesia menjadi sorotan setelah trading halt terjadi di IHSG. Perdagangan di Bursa sempat dihentikan setelah indeks anjlok tajam.

30 Mar 2026

Inklusi Keuangan: Manfaat, Tujuan, dan Cara Menerapkannya

Inklusi keuangan adalah konsep penting dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan, mulai dari menabung, pembiayaan, hingga perlindungan.

27 Mar 2026

Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda & Risiko Bahaya Penyakitnya!

Penyebab lutut sakit usia muda sangat beragam mulai dari cedera olahraga hingga kebiasaan duduk lama. Waspada risiko penyakitnya & cara cegahnya.

25 Mar 2026

Hipotensi: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegahnya!

Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal dan bisa menimbulkan keluhan serius. Ini gejala dan cara mengatasinya!

23 Mar 2026

Infeksi Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala & Pengobatannya

Infeksi kelenjar getah bening adalah kondisi ketika kelenjar getah bening mengalami peradangan akibat infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.

20 Mar 2026

Aset Penerbit

Kesepian, 45% Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Inspirasi Berita

Mengutip Business Insider, seorang guru dan peneliti psikologi sosial di Tufts University di Medford Massachusetts Amerika Serikat, Sam Sommers, menjelaskan menurut penelitian, hal-hal kecil dapat membuat perbedaan besar dalam interaksi sosial. Menyapa atau mengucapkan salam pada orang lain adalah tata krama mendasar yang harus dikuasai dalam kehidupan sehari-hari kita.

Bukan hanya menghindari agar tidak disebut sombong, menyapa atau mengucapkan salam menjadi langkah awal menuju komunikasi dan interaksi sosial yang lebih baik. Selain itu, saling menyapa ternyata juga ada manfaatnya untuk kesehatan, terutama kesehatan mental.

Risiko kesehatan karena kesepian
Bertegur sapa dengan orang lain dapat menjadi langkah awal untuk menghindari diri dari rasa kesepian. Dikutip dari Alodokter, rasa kesepian dapat dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, kesepian juga memperburuk kemampuan dan perkembangan kognitif yang memengaruhi daya pikir. Masih dalam artikel yang dikutip Alodokter, penelitian menemukan adanya penurunan kemampuan kognitif 20% lebih cepat pada orang-orang yang kesepian, dalam periode 12 tahun. Bahkan, rasa kesepian dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia atau pikun pada orang berusia lanjut sebesar 64%, serta dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 45%.

 

Tanyakan bagaimana kabar mereka dan diri kita sendiri
Menurut The Saturday Evening Post, mengucapkan halo merupakan langkah awal menuju komunikasi yang penuh arti dan saling menghargai. Ketika kita membuka diri dengan tiga kata "Apa Kabar Anda?", akan banyak jawaban yang dilontarkan. Tak hanya membalas sapaan sekadarnya, terkadang teman, rekan kerja atau bahkan keluarga yang kita sapa akan mengutarakan banyak cerita.

Beragam cerita mulai dari hal yang lucu, mengesankan, pengalaman pribadi, hingga masalah yang sedang dihadapi saat ini atau di masa depan. Tetapi, terkadang kita lupa jika penting bagi diri kita sendiri untuk menanyakan "Apa Kabar Saya Hari Ini?".

Bertanya tentang perasaan diri sendiri dapat menjadi permulaan agar kita tahu bagaimana mencari solusi dari setiap masalah yang kita hadapi. Jadi, mulai sekarang biasakan bertegur sapa, mulai dari diri sendiri, kemudian orang lain. Semakin kita peduli terhadap diri sendiri, semakin kita peduli kepada orang lain juga.

Sumber: Alodokter, Kompas.com, Liputan6