Perlindungan Individu
Corporate Solution
Perlindungan Prestige
Perlindungan Mikro
Kredit Kumpulan
Beli Online
Dapatkan informasi mengenai kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan klaim
Dapatkan informasi mengenai seluruh lokasi layanan AXA Mandiri di Indonesia
Layanan ini diperuntukkan bagi pemegang polis yang ingin melakukan perubahan pada polis
Lihat dan bandingkan produk-produk asuransi AXA Mandiri sesuai dengan kebutuhan Anda
Temukan kemudahan dalam mengakses formulir untuk segala layanan AXA Mandiri
Temukan kemudahan dalam mengakses prosedur untuk segala layanan AXA Mandiri
Mengenal Suku Bunga The Fed & Pengaruhnya terhadap Dunia
Keputusan suku bunga The Fed selalu menjadi sorotan dunia karena kebijakannya mampu mengguncang pasar global dalam sekejap. Sebagai bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve memiliki peran besar dalam menentukan arah perekonomian, salah satunya melalui penetapan suku bunga acuan. Perubahan kecil sekalipun dapat memicu pergerakan nilai dolar dan mengubah sentimen investor di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ketika The Fed menaikkan atau menurunkan suku bunga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perekonomian Amerika Serikat, tetapi juga menyebar ke pasar finansial global. Nilai dolar dapat menguat atau melemah secara signifikan, memengaruhi arus modal, harga komoditas, hingga minat investor terhadap berbagai instrumen investasi. Kondisi ini kemudian membentuk iklim investasi yang lebih hati-hati atau justru agresif, bergantung pada arah kebijakan moneter yang diambil.
Dilansir dari East2West, suku bunga The Fed atau federal funds rate adalah tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Federal Reserve (bank sentral Amerika Serikat) untuk pinjaman antarbank dalam jangka pendek. The Fed sendiri merupakan bank sentral yang dimiliki oleh Amerika Serikat yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
The Fed adalah salah satu lembaga keuangan palingberpengaruh di dunia. Banyak bank sentral di negara lain menjadikan kebijakan The Fed sebagai patokan dalam menentukan arah kebijakan moneter. Hal ini tidak terlepas dari posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan kekuatan ekonomo terbesar di dunia.
Selain itu, dolar AS merupakan mata uang yang digunakan dan diterima secara global. Karena itu, setiap tindakan, kebijakan, dan langkah The Fed akan memengaruhi kebijakan bank sentral negara-negara lain di seluruh dunia.
Sama seperti bank sentral negara lainnya, The Fed memiliki wewenang untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga. Kenaikan suku bunga acuan biasanya dilakukan untuk mengendalikan inflasi ,sedangkan, penurunan suku bunga bertujuan menstimulasi perekonomian, mendorong pertumbuhan dan menjagastabilitas keuangan.
Dilansir dari Metro TV, Financial Analyst Finex - Brahmantya Himawan, menyebut pengaruh suku bunga The Fed terhadap pasar sangat kompleks. Dampaknya tidak hanya pada nilai tukar, tetapi juga harga komoditas, saham global, dan pasangan mata uang utama. Beberapa instrumen yang berpotensi terdampak antara lain indeks saham AS seperti NASDAQ dan S&P 500, serta pasangan mata uang seperti EUR/USD, AUD/USD, dan GBP/USD.
Meskipun keputusan suku bunga The Fed tidak langsung memengaruhi kebijakan suku bunga di Indonesia, dampaknya tetap terasa melalui berbagai saluran signifikan. Dilansir dari Kompas, berikut beberapa pengaruh The Fed terhadap Indonesia.
Kebijakan suku bunga yang diambil The Fed dapat memengaruhi arus modal global, termasuk masuknya investasi ke Indonesia. Jika The Fed mempertahankan suku bunga yang tinggi, investor cenderung menempatkan dana mereka di AS karena imbal hasil lebih menarik, sehingga aliran investasi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia berkurang. Sebaliknya, jika The Fed menurunkan suku bunga untuk memotong suku bunga minat investor asing untuk berinvestasi di pasar keuangan Indonesia dapat meningkat.
Kebijakan suku bunga The Fed juga dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, maka kurs dolar dapat menjadi lebih kuat, yang pada gilirannya dapat menekan nilai tukar rupiah. Sebaliknya, pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat melemahkan dolar AS dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.
Perubahan nilai tukar ini turut memengaruhi daya saing produk ekspor Indonesia. Jika rupiah melemah tajam, produk Indonesia menjadi lebih murah bagi pembeli asing, sehingga ekspor berpotensi meningkat. Namun, impor akan menjadi lebih mahal, yang dapat berdampak negatif pada neraca perdagangan.
Keputusan The Fed juga dapat memengaruhi sentimen investor global, termasuk investor di pasar Indonesia. Jika The Fed memberikan sinyal bahwa ekonomi AS mengalami perlambatan yang signifikan dan membutuhkan stimulus lebih lanjut, maka dapat menyebabkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi global, termasuk di Indonesia.
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu sentimen paling berpengaruh bagi pasar modal. Suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia.
Ketika The Fed menaikkan suku bunga, aliran modal asing cenderung mengalir keluar dari negara berkembang karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi di pasar AS. Misalnya, ketika The Fed menaikkan suku bunga, biasanya IHSG akan mengalami penurunan, sehingga banyak investor yang akan menarik dana mereka dari pasar Indonesia untuk di reinvestasi ke pasar AS yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Sebaliknya, penurunan suku bunga The Fed sering kali mendorong masuknya modal asing ke pasar negara berkembang, karena imbal hasil di pasar AS menjadi lebih rendah, sehingga dapat meningkatkan minat investor terhadap saham-saham di Indonesia dan mendorong penguatan IHSG.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG dan bursa saham AS berada di dua kawasan berbeda, mereka sering bergerak dalam pola yang sejalan karena pengaruh faktor ekonomi global yang saling terkait.
Pada akhirnya, fluktuasi suku bunga The Fed memang menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan setiap investor. Kenaikan suku bunga bisa menekan pasar saham, memperkuat dolar AS, dan menggeser arah arus modal global yang nantinya akan berdampak langsung pada nilai portofolio Anda. Di sisi lain, penurunan suku bunga juga memberikan peluang baru namun tetap membawa risiko volatilitas.
Di tengah dinamika tersebut, Anda tidak hanya membutuhkan instrumen yang dapat mengikuti perubahan ekonomi global, tetapi juga memberikan stabilitas jangka panjang. Di sinilah peran asuransi dalam bentuk dolar yang dapat membantu Anda memberikan perlindungan finansial sekaligus potensi pertumbuhan dalam mata uang yang lebih kuat dan stabil.
Dengan memilih asuransi berbasis dolar, Anda dapat menyeimbangkan risiko keuangan akibat perubahan kebijakan The Fed, sekaligus memperkuat fondasi keuangan Anda dalam jangka panjang. AXA Mandiri hadir dengan produk Asuransi Mandiri Wealth Signature USD yang akan membantu Anda menjaga stabilitas finansial sekaligus mendapat perlindungan jiwa dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (USD), melindungi orang-orang tercinta dengan perencanaan masa depan yang mencerminkan karakter dan visi pribadi.
Produk ini merupakan Asuransi Dwiguna Kombinasi yang memberikan perlindungan jiwa berupa Manfaat Meninggal Dunia serta manfaat hidup berupa Manfaat Tunai Berkala, dan Manfaat Akhir Masa Asuransi. Dengan kombinasi proteksi dan saving, Anda dapat merancang strategi keuangan yang aman, likuid, dan menguntungkan untuk jangka panjang.
Untuk konsultasi lebih lanjut dan membangun strategi finansial yang sesuai tujuan hidup Anda dengan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD, hubungi Life Planner atau Financial Advisor AXA Mandiri. Kami akan membantu Anda untuk memahami produk asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: