Cara Mencegah Stroke dengan Menerapkan Pola Makan Sehat
Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Padahal, risiko penyakit ini sebenarnya bisa ditekan dengan langkah sederhana, salah satunya lewat kebiasaan makan sehari-hari. Mencegah stroke lewat pola makan bukan sekadar memilih makanan sehat, tetapi juga mengatur asupan nutrisi agar tubuh tetap seimbang dan pembuluh darah terjaga kesehatannya. Dengan pola makan yang tepat, Anda tidak hanya mengurangi risiko stroke, tetapi juga melindungi diri dari berbagai penyakit degeneratif lainnya.
Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Pada umumnya, risiko stroke bisa dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya menerapkan pola makan.
Beberapa jenis makanan yang kaya lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan sodium berperan besar dalam memicu stroke. Hal ini karena makanan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, serta memicu aterosklerosis yang menjadi pantangan penderita stroke.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena stroke dan bisa dikendalikan yaitu konsumsi garam terlalu tinggi, kurangnya konsumsi sayur dan buah, serta jarang berolahraga. Oleh karena itu pola makan sehat menjadi penting dalam mengontrol tekanan darah, kolesterol, kadar gula dalam darah agar menurunkan risiko terkena stroke.
Selain itu, hindari dan batasi makanan cepat saji, makanan olahan, makanan berminyak, dan minuman beralkohol. Pasalnya, konsumsi makanan atau minuman tersebut bisa meningkatkan tekanan darah, menaikkan berat badan, dan memperbesar risiko terjadinya stroke dalam jangka panjang.
Menurut data dari Center of Disease Control and Prevention (CDC), penyakit stroke menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian di Indonesia. Penyakit ini berkontribusi atas 21 persen kematian yang terjadi setiap tahunnya.
Meskipun berbahaya, risiko stroke masih bisa Anda cegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya mengonsumsi makanan bernutrisi. Berikut makanan pencegah stroke yang dapat Anda konsumsi sehari-hari:
Makanan yang tinggi akan kadar serat, seperti gandum utuh, beras merah, sayur, serta buah merupakan pilihan yang baik untuk mencegah risiko stroke, karena serat yang terkandung dalam makanan-makanan tersebut mampu melarutkan kolesterol lebih optimal.
Sebagai salah satu makanan yang dapat mencegah stroke, alpukat mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menjaga kesehatan dinding pembuluh darah. Selain itu, alpukat juga kaya akan vitamin E, yang mampu menurunkan risiko gangguan pembuluh darah hingga 40%, termasuk serangan jantung dan stroke.
Menghindari risiko stroke bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi daging. Anda tetap bisa mengonsumsinya, dengan catatan kandungan lemak yang terkandung dalam daging tersebut rendah. Selain itu, Anda pun sebaiknya menghindari daging yang sudah diawetkan, karena berisiko meningkatkan tekanan darah.
Salmon, tuna, dan kembung adalah beberapa ikan yang kaya akan omega-3 dan kandungan lemak baik yang berperan mencegah tumpukan kolesterol jahat dalam tubuh. Untuk mencegah risiko stroke, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan setiap minggunya.
Selain menjaga kesehatan mata, ternyata wortel juga bermanfaat dalam mencegah serta mendukung pemulihan setelah stroke. Kandungan vitamin A dalam wortel akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sekaligus mencegah radikal bebas yang bisa merusak pembuluh darah.
Bayam memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga sangat baik untuk penderita stroke. Selain mencegah radikal bebas, antioksidan dalam bayam juga akan membantu pemulihan sel yang rusak akibat stroke. Makanan tinggi serat ini juga akan membuat kenyang lebih lama, serta menurunkan kadar kolesterol yang berlebih.
Selain menjadi salah satu sumber karbohidrat, kentang juga kaya akan kalium yang dapat menurunkan risiko terjadinya stroke iskemik. Penderita stroke yang sedang dalam masa pemulihan juga bisa mengonsumsi kentang untuk menjaga tekanan darah tetap stabil sehingga tidak mengalami serangan stroke berulang.
Sarapan dengan semangkuk oatmeal yang kaya akan serat dapat memberikan rasa kenyang sekaligus mencegah terjadinya peningkatan berat badan pada pasien penderita stroke maupun mereka yang memiliki risiko stroke.
Nasi merah menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat kaya antioksidan yang bisa mempercepat pemulihan penderita stroke. Selain itu, antioksidan dalam nasi merah juga efektif dalam mencegah radikal bebas penyebab kerusakan sel, termasuk sel pada pembuluh darah yang bisa memicu terjadinya stroke.
Tomat mengandung likopen dalam jumlah tinggi yang merupakan salah satu bentuk antioksidan. Kandungan ini bermanfaat dalam mencegah terjadinya gumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh, sehingga efektif dalam mencegah serangan stroke.
Selain menjadi konsumsi favorit ketika diet, apel juga menjadi salah satu pilihan makanan untuk penderita stroke. Kandungan serat dan antioksidan dalam apel membantu mengontrol berat badan serta menurunkan kadar kolesterol, sehingga risiko terjadinya stroke pun bisa dikurangi.
Kandungan vitamin C, antioksidan, kalium, serta serat dalam jeruk akan menjaga kesehatan tubuh, baik dengan meningkatkan daya tahan tubuh, kesehatan sel otak, maupun jantung dan pembuluh darah. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang dianjurkan disertai pola hidup sehat, buah jeruk bisa mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke.
Pisang yang kaya kalium dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sekaligus menurunkan tekanan darah. Manfaat inilah yang tidak diragukan lagi dapat membantu mengurangi risiko stroke.
Susu kaya akan vitamin dan mineral tidak hanya baik untuk kesehatan tulang, tetapi juga jantung dan pembuluh darah. Namun, agar manfaat susu lebih optimal, konsumsi susu rendah lemak serta turunannya lebih disarankan untuk makanan yang dianjurkan untuk penderita stroke. Sebab susu full cream memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi justru dapat meningkatkan berat badan, yang menjadi faktor risiko stroke.
Air kelapa sangat baik bagi penderita stroke untuk mencegah serangan stroke kembali karena kandungan elektrolitnya, terutama kalium yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Selain itu, air kelapa juga mengandung magnesium dan antioksidan yang mendukung fungsi otot, saraf, serta membantu proses pemulihan tubuh dari dampak stroke.
Minum kopi secara teratur juga dapat menurunkan risiko stroke iskemik. Kopi memiliki kandungan polifenol, asam klorogenat, niasin dan lignan. Kandungan polifenol dalam kopi memiliki efek antioksidan yang dapat menurunkan kadar LDL dan kadar kolesterol total.
Kandungan asam klorogenat dapat menurunkan tekanan darah. Konsumsi kopi 1 cangkir per hari dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 20%. Namun, hindari untuk mengonsumsi kopi dengan tambahan susu dan gula, karena dapat mengurangi efek antioksidan asam klorogenat.
Dari suatu penelitian didapatkan konsumsi 1-3 cangkir teh hijau per hari dapat menurunkan risiko penyakit stroke sebanyak 36%. Teh memiliki kandungan catechin dan theanin yang memiliki efek sebagai antioksidan. Konsumsi teh secara teratur, terutama teh hijau dapat mencegah terjadinya penyakit stroke.
Cokelat merupakan sumber antioksidan flavonoid yang penting dalam meningkatkan HDL, menurunkan LDL, memperbaiki fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu konsumsi dark chocolate juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit stroke. Dark chocolate memiliki kandungan cocoa yang tinggi (80%) dan mengandung antioksidan phenolic yang lebih tinggi dibandingkan jenis cokelat lainnya.
Setelah mengetahui beberapa jenis makanan yang baik untuk mencegah penyakit dan baik dikonsumsi penderita stroke, sekarang saatnya Anda juga mengetahui makanan dan minuman yang harus dihindari atau dibatasi penderita stroke maupun dapat mengurangi risiko stroke. Dilansir dari beberapa sumber, berikut makanan yang harus dihindari atau dibatasi agar terhindar dari penyakit stroke.
Mengonsumsi asam lemak jenuh berlebihan dapat memicu peningkatan kadar kolesterol yang dapat meningkatkan risiko stroke iskemik. Sedangkan, lemak trans juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Keduanya juga sangat berkaitan dengan tingkat kematian akibat stroke.
Kolesterol tinggi diketahui sebagai salah satu faktor risiko stroke iskemik. Makanan yang berkontribusi terhadap oksidasi dan akumulasi kolesterol LDL pada dinding arteri dapat meningkatkan risiko aterosklerosis sehingga dapat memicu stroke.
Makanan instan tidak dianjurkan untuk penderita stroke. Pasalnya, kebanyakan makanan instan dalam kemasan mengandung natrium nitrat dan nitrit. Kedua bahan ini sering digunakan sebagai zat pewarna dan pengawet pada daging olahan seperti sosis, daging kemasan, dan produk lainnya.
Begitu juga dengan makanan kemasan lain seperti mie instan, kentang, dan camilan kemasan. Natrium nitrat dan nitrit dapat merusak pembuluh darah karena bisa membuat arteri mengeras dan menyempit yang mengakibatkan penyakit jantung dan meningkatkan risiko stroke kambuh.
Asupan garam berlebihan juga sangat berkaitan dengan peningkatan stroke sebesar 23% karena meningkatnya tekanan darah dan berpotensi merusak jantung, ginjal, dan arteri.
Bila tidak dikendalikan, Anda rentan mengalami hipertensi yang bisa memicu serangan stroke kedua. Untuk itu, Anda perlu membatasi garam dan natrium dalam setiap masakan. Usahakan untuk tidak mengonsumsi natrium lebih dari 1.500 miligram setiap harinya yang setara dengan satu sendok teh garam.
Meski kalsium merupakan salah satu nutrisi penting. Namun asupan kalsium secara berlebihan melalui suplemen dapat meningkatkan risiko stroke, terutama stroke hemoragik.
Penelitian menyebutkan bahwa minuman, termasuk jus yang mengandung pemanis buatan, berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, penyakit jantung, dan kematian. Penelitian ini menyebutkan bahwa perempuan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman dengan pemanis buatan setiap hari memiliki risiko stroke 23% lebih tinggi daripada yang mengonsumsi minuman tersebut kurang dari sekali per minggu.
Pemanis buatan mengubah bakteri pada perut dan meningkatkan preferensi seseorang terhadap yang manis-manis, sehingga berpotensi untuk meningkatkan berat badan peradangan, salah satu faktor risiko stroke.
Hasil sebuah penelitian mengatakan bahwa minuman tinggi gula dan minuman bersoda rendah kalori juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko terkena stroke. Risiko ini disebutkan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Kandungan gula pada minuman manis dan bersoda juga dapat memicu kenaikan gula darah, peningkatan tekanan darah, dan insulin dengan cepat yang berujung pada intoleransi gula, resistensi terhadap insulin, dan peradangan yang menjadi risiko utama penyebab stroke.
Minuman berenergi mengandung kafein yang sangat tinggi dan juga stimulan lainnya. Konsumsi minuman berenergi secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan stroke dan pendarahan otak parah, dan seringkali dipicu oleh sindrom penyempitan pembuluh darah otak reversibel (RCVS). RCVS dapat membatasi aliran darah ke otak atau memicu pendarahan, sehingga memicu stroke bahkan pada seseorang berusia muda dan sehat.
Sebuah studi yang melibatkan 160 ribu orang dewasa di Tiongkok mengungkapkan bahwa bahkan minum alkohol secara moderat dapat meningkatkan risiko stroke. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian lain yang dirilis oleh Jurnal Neurolog yang menemukan bahwa anak muda yang mengonsumsi alkohol dalam kadar sedang hingga tinggi, memiliki risiko terkena stroke hingga 19-23%, terutama stroke hemoragik. Penting juga untuk diingat bahwa konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan kenaikan berat badan, faktor risiko stroke dan serangan jantung, serta diabetes tipe 2.
Selain menghindari atau mengurangi makanan pantangan bagi penderita stroke, ada beberapa tips tambahan yang bisa Anda terapkan agar hidup semakin sehat. Dilansir dari beberapa sumber, berikut tips menerapkan pola makan sehat.
Memahami dan menghindari makanan pantangan penderita stroke adalah langkah penting untuk mencegah stroke kambuh dan mempercepat pemulihan. Dengan menjaga pola makan sehat, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Selain menerapkan pola makan sehat, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri ke dalam asuransi kesehatan, salah satu asuransi kesehatan yang memberikan manfaat perlindungan dari berbagai penyakit kritis, seperti stroke yang pengobatannya butuh banyak biaya, dan dapat Anda pilih adalah Asuransi Mandiri Secure Criticare. Produk asuransi ini bukan hanya akan memberikan manfaat saat terjadi penyakit kritis saja, namun juga memberikan manfaat tunai pada masa asuransi yang bisa digunakan untuk berbagai tujuan keuangan lain.
Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber: