Aset Penerbit

Aset Penerbit

Frugal Living, Gaya Hidup Hemat untuk Keuangan yang Lebih Baik

Inspirasi

Frugal living alias hidup lebih hemat bisa jadi solusi buat kita menjalani tahun yang keadaannya sedang kurang baik-baik saja. Sebenarnya apa itu frugal living? Menurut bahasa, frugal living bisa diartikan dengan gaya hidup hemat. Malahan ada sebuah artikel yang menyebutkan jika frugal living adalah next level dari hidup hemat alias hemat banget.

Apa itu frugal living

Frugal living adalah konsep gaya hidup hemat atau irit terhadap pengeluaran dengan memprioritaskan pengeluaran pada kebutuhan. Sekilas, frugal living mungkin terdengar seperti sifat pelit, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Dalam praktiknya, penganut gaya hidup frugal living selalu mengutamakan pemenuhan kebutuhan dengan pertimbangan yang matang. Banyak orang menerapkan gaya frugal living untuk berbagai hal, seperti mengumpulkan modal usaha ataupun memulai peruntungan dengan menjadi investor.

Gaya hidup ini dilakukan dengan penuh pertimbangan dan analisis, sehingga tujuan keuangan di masa depan bisa terpenuhi tanpa mengorbankan kebutuhan hari ini. Namun, Anda mungkin memang harus menahan untuk mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sifatnya sebatas keinginan.

Prinsip frugal living

Tertarik untuk mulai menerapkan gaya hidup frugal living? Dilansir dari IDNTimes, berikut beberapa prinsip yang harus Anda miliki untuk meraih meraih kebebasan dan kestabilan finansial lewat gaya hidup frugal living.

1. Menyusun anggaran keuangan

Untuk bisa menerapkan gaya hidup frugal living, prinsip yang harus Anda miliki adalah selalu menyusun anggaran keuangan dengan realistis untuk mengetahui dengan pasti ke mana “larinya” penghasilan Anda. Dengan begitu, Anda jadi bisa menganalisis pola pengeluaran dan memilah kebutuhan mana yang sebaiknya dipangkas.

Caranya, hitung dengan cermat seluruh sumber penghasilan bulanan Anda, kemudian susun dan catat pengeluaran bulanan, termasuk pengeluaran rutin seperti biaya listrik, skincare, dan kuota internet, maupun pengeluaran tidak terduga seperti biaya perbaikan rumah atau perawatan ketika sakit. Pastikan anggaran yang disusun mencakup seluruh kebutuhan pokok, kebutuhan prioritas, dan dana untuk tabungan atau investasi.

2. Prioritaskan kebutuhan

Dibanding keinginan, sebaiknya Anda lebih memprioritaskan kebutuhan termasuk kebutuhan pokok. Tujuannya untuk memastikan anggaran keuangan dari penghasilan sudah Anda ploting untuk hal-hal yang paling penting terlebih dahulu. Catat seluruh kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, dan transportasi.

Setelah semua kebutuhan pokok terpenuhi, barulah Anda bisa mempertimbangkan keinginan. Tanyakan pada diri sendiri, apakah keinginan tersebut benar-benar penting atau hanya keinginan sesaat? Usahakan pilih keinginan yang paling penting dan bermanfaat.

Dalam menerapkan gaya hidup frugal living, Anda juga perlu menghindari pembelian impulsif yang terburu hanya karena alasan sedang diskon. Sebab, membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan sama halnya dengan menghamburkan uang. Cobalah tunda pembelian tersebut selama satu bulan, kemudian lihatlah apakah Anda masih menginginkan barang tersebut?

3. Catat pengeluaran

Setelah menyusun anggaran dan menentukan prioritas, Anda juga perlu memonitor dan mencatat pengeluaran yang lebih spesifik. Catat setiap kategori pengeluaran sekecil apapun, misalnya seperti biaya makan di luar, jajan, ongkos parkir, hiburan, hangout, traktiran, dan lain-lain. Dari pengeluaran tersebut, manakah pengeluaran yang bisa dipangkas?

Usahakan setiap minggu atau bulannya Anda melakukan perbandingan serta evaluasi terhadap anggaran dan pengeluaran. Apakah ada pengeluaran yang melebihi anggaran keuangan? Jika ada perbedaan antara anggaran dan pengeluaran, artinya Anda perlu memangkas pengeluaran tersebut, kemudian atur ulang anggaran yang telah dibuat.

4. Manfaatkan sumber daya

Dalam prinsip frugal living, memanfaatkan sumber daya yang sudah ada menjadi kunci penting untuk menghindari pemborosan akibat pembelian barang baru yang tidak perlu. Sebelum membeli barang, coba terapkan penggunaan kembali atau perbaiki dulu barang lama yang sudah rusak agar lebih efisien.

Jika Anda membutuhkan suatu barang dan hanya digunakan satu kali, pertimbangkan untuk meminjam atau menyewa dibanding membelinya. Anda juga bisa mencoba menanam sayur-mayur atau buah-buahan di halaman rumah untuk memanfaatkan sumber daya agar pengeluaran untuk konsumsi atau jajan lebih hemat. Jika Anda memiliki barang yang tidak terpakai namun kualitasnya masih layak, Anda bisa coba menjualnya kembali dengan menjadikannya bisnis preloved.

5. Menabung dan investasi

Kunci untuk mencapai kebebasan finansial dalam prinsip frugal living adalah dengan rutin menabung dan berinvestasi. Tabungan bisa digunakan sebagai dana darurat ketika terjadi kondisi tidak terduga seperti sakit, perbaikan rumah, atau kehilangan pekerjaan. Sedangkan investasi dapat memberikan keamanan finansial jangka panjang, sehingga Anda berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibanding menabung di bank.

Sisihkan sebagian dari penghasilan bulanan untuk tabungan dan investasi secara rutin. Dengan disiplin dan konsisten dalam menabung dan berinvestasi, Anda bisa mencapai tujuan finansial untuk kebutuhan jangka panjang seperti memiliki rumah, transportasi pribadi, pendidikan, bahkan pensiun.

Manfaat frugal living

Dalam penerapannya, frugal living adalah hal yang sangat menguntungkan, tidak hanya dari segi finansial namun juga mindset dalam menghadapi masalah. Dilansir dari beberapa sumber, berikut manfaat yang dapat dirasakan dari penerapan gaya hidup frugal living.

1. Pengelolaan uang lebih baik

Prinsip frugal living adalah hidup secukupnya tanpa menghabiskan dana untuk hal yang tidak diperlukan. Gaya hidup ini tentu dapat mengurangi pengeluaran dan membuat pengelolaan keuangan lebih baik. Dana yang masuk ke kantong pun bisa dialokasikan dengan lebih baik ke hal-hal yang bermanfaat seperti menabung dan investasi.

2. Efisiensi berdasarkan skala prioritas

Frugal living lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan (need) dibanding keinginan (want). Hal itulah yang dinamakan skala prioritas. Skala prioritas ini digunakan untuk memastikan pemenuhan hal-hal berdasarkan urgency atau kepentingannya. Adapun kebutuhan yang termasuk dalam prioritas tertinggi meliputi barang-barang pokok seperti sembako, pakaian, dan tempat tinggal.

3. Terhindar dari utang berlebih

Hidup hemat fokus terhadap pemenuhan kebutuhan sesuai prioritas. Itu Artinya, masih ada sisa uang yang bisa disimpan sebagai dana darurat.Kebiasaan menyisakan uang tersebut bisa menghindarkan sahabat dari utang berlebih yang dapat menjadi risiko finansial apabila tidak dilunasi saat jatuh tempo.

4. Pengendalian diri untuk menunda kesenangan jangka pendek

Menurut American Psychological Association, kemampuan seseorang dalam menahan godaan jangka pendek demi mencapai tujuan jangka panjang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Bukan rahasia lagi bahwa masalah keuangan bisa menimbulkan stres dan begitu juga sebaliknya. Artinya, masalah fisik atau mental kemungkinan dapat membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang. Misalnya, ketika Anda bisa mengendalikan diri untuk membeli kopi susu kekinian setiap hari, maka Anda bisa menghemat pengeluaran. Ini juga sekaligus mengurangi risiko masalah kesehatan yang mungkin terjadi akibat kebiasaan minum kopi setiap hari, terutama jika jenis kopi yang dikonsumsi banyak mengandung gula tambahan.

Contoh lainnya adalah ketika Anda memilih membawa bekal sendiri dibanding membeli makanan di luar setiap hari. Tidak hanya menghemat pengeluaran, namun juga bisa memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi terjaga kualitas dan kandungan gizinya.

Tips frugal living

Menjalani frugal living berarti memanfaatkan apa yang ada secara maksimal dan tidak membeli sesuatu hal berdasarkan keinginan saja. Istilah kerennya sih, gaya hidup cermat dan hemat mengelola sesuatu tanpa mengesampingkan value atau nilai dari suatu barang. Namun jangan salah sangka jika hidup hemat alias frugal living itu tidak sama dengan pelit.

Bahkan gaya hidup frugal living sudah banyak dijalani oleh artis terkenal hingga milyuner. Sebut saja Leonardo DiCaprio, Ed Sheeran, Lady Gaga hingga Warren Buffett. Tanpa buang waktu berikut beberapa tips menerapkan gaya hidup frugal living. 

1. Adaptasi keuangan 

Walaupun tanpa adanya pandemi dan bukan karena ingin menjalani gaya hidup frugal living, adaptasi keuangan memang harus dilakukan. Melakukan adaptasi keuangan dengan menata anggaran sangat membantu mengatur pengeluaran dan menghindari pembelian hal-hal yang tidak perlu. Sehingga, adaptasi keuangan yang akan kita lakukan dapat mendisiplinkan diri untuk tak mudah tergiur berbelanja.

2. Sadar diskon

Berbelanja bagi kaum hawa adalah aktivitas yang paling ditunggu. Namun, terkadang berbelanja juga bisa jadi bencana jika over budget. Karena sekarang kita sedang mencoba gaya hidup frugal living, ayo mulai sadar diskon ketika berbelanja. Diskon atau promo bukan hanya menjadikan belanja lebih hemat, tetapi juga membuat kita jeli akan perbandingan harga dan informasi toko mana yang lebih murah.

3. Lebih baik mahal tapi awet

Siapa bilang menjalani hidup frugal living tidak bisa membeli barang-barang mahal. Tetapi pastikan jika barang-barang mahal yang kita beli adalah barang yang punya kualitas baik. Semakin berkualitas dan awet membuat durasi pemakaiannya semakin lama, tentu saja juga harus nyaman dipakai.

4. Manfaatkan fasilitas umum

Jika dana untuk jalan-jalan sudah menipis, Anda bisa mencoba memanfaatkan fasilitas umum untuk mendapatkan hiburan. Misalnya, Anda dapat menghabiskan waktu liburan untuk pergi ke taman terbuka atau berkeliling menggunakan kendaraan umum. Memiliki fasilitas umum yang lengkap seperti perpustakaan, taman terbuka, dan kendaraan umum merupakan suatu hal yang sangat mendukung gaya hidup frugal living.

5. Pilih makanan sehat dan terjangkau

Penting untuk diingat bahwa makanan sehat tidak selalu mahal, sehingga Anda tidak perlu memaksakan diri untuk membeli bahan makanan impor yang ada di supermarket jika ini membebani keuangan Anda.

Artinya, Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi harian dengan memanfaatkan makanan yang dibuat sendiri atau membeli sayuran di pasar tradisional. Cara lain yang mungkin bisa digunakan adalah membeli kebutuhan dapur ketika promo. Akan tetapi, pastikan bahwa kualitasnya masih baik dan aman untuk dikonsumsi.

6. Menabung untuk kebutuhan darurat

Frugal living adalah gaya hidup yang tidak hanya mementingkan kebutuhan saat ini, namun juga masa depan. Oleh karena itu, menabung merupakan hal yang penting untuk diterapkan dalam penerapan prinsip frugal living. Kebiasaan menabung juga memberikan rasa keamanan finansial tersendiri yang membebaskan Anda dari jerat utang berlebih ketika terjadi kebutuhan darurat.

7. Menyimpan struk belanja

Agar dapat mencatat pengeluaran secara detail, simpan struk belanja dan kelompokkan berdasarkan bulan. Tips frugal living ini dapat memberikan gambaran nyata tentang pengeluaran bulanan yang dapat ditelusuri kembali serta membantu proses evaluasi nantinya.

8. Tidak perlu takut ketinggalan tren

Terus-menerus mengikuti perkembangan fashion, gadget, atau benda dan aktivitas lainnya yang sedang menjadi tren adalah suatu hal yang bertentangan dengan gaya hidup frugal living.

Tidak jarang, kecemasan yang muncul saat ketinggalan suatu tren alias fear of missing out (FoMO) akan membuat Anda melakukan sesuatu di luar rencana demi memenuhi keinginan sesaat. Agar bisa merasa lebih puas dengan apa yang Anda miliki, mungkin inilah saatnya bagi Anda untuk menerapkan konsep joy of missing out (JoMO).

9. Perhatikan kesehatan

Pengobatan biasanya membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya dibandingkan pencegahan. Artinya, menjaga kesehatan juga termasuk dalam salah satu konsep frugal living. Untuk menjaga kesehatan, Anda bisa melakukannya dengan hal sederhana seperti menjaga pola makan, tidur yang cukup, dan meluangkan waktu untuk olahraga. Selama bisa digunakan dan memenuhi kebutuhan, Anda tak perlu membeli peralatan olahraga ataupun membuat makanan mahal yang sedang tren.

Kesalahan frugal living

Frugal living bukan soal menahan diri dari belanja, namun smart spending. Jika Anda asal pilih strategi tanpa berpikir jangka panjang, maka pengeluaran justru bisa meledak. Dilansir dari IDN Times, berikut beberapa kesalahan dalam menerapkan frugal living yang bisa Anda lakukan.

1. Terlalu fokus cari yang termurah

Tidak ada satu orang pun yang bisa menolak diskon. Namun, jika terlalu fokus cari barang termurah tanpa memikirkan kualitas, maka siap-siap keluar uang dua kali. Barang murah yang cepat rusak atau tidak awet justru bisa membuat Anda harus membeli barang lagi dalam waktu dekat.

Yang tadinya mau hemat, justru Anda harus mengeluarkan pengeluaran 2x lipat. Misalnya, Anda membeli sepatu murah yang solnya jebol setelah 2 bulan digunakan. Dibanding itu, lebih baik membeli satu barang berkualitas yang harganya sedikit lebih mahal, namun bisa tahan lebih lama.

2. Hemat tapi malas masak sendiri

Anda mungkin berpikir bahwa membeli makanan kaki lima itu hemat dibanding makan di restoran. Namun jika dihitung-hitung, jajan setiap hari justru lebih mahal daripada masak sendiri di rumah. Apalagi jika Anda bisa melakukan meal preparation, pengeluaran makan bisa jauh lebih efisien.

Masak sendiri juga membuat Anda lebih sadar apa yang dikonsumsi. Selain sehat, Anda bisa lebih kreatif dan fleksibel atur menu sesuai budget. Jadi, stop bilang tidak bisa masak, belajar sedikit demi sedikit juga bisa bantu Anda lebih hemat dan sehat.

3. Beli barang diskonan padahal tidak butuh

Promo dan diskon memang menjadi godaan terbesar ketika sedang frugal living. Namun, jika Anda beli sesuatu karena murah padahal sebenarnya tidak dibutuhkan, artinya bukan hemat namun impulsif. Uang akan habis untuk menumpuk barang yang akhirnya tidak terpakai.

Frugal living bukan soal harga murah, tapi soal memahami prioritas. Jika Anda kamu terus-menerus berhemat dengan borong barang diskonan, maka keuangan akan tetap akan boros. Belanja tentu diperbolehkan, namun pastikan itu benar-benar dibutuhkan dan sesuai anggaran.

4. Langganan banyak aplikasi hemat

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan aplikasi cashback, diskon, atau e-wallet adalah cara cerdas untuk hemat. Padahal, jika Anda terlalu banyak aplikasi dan langganan layanan, Anda justru terdorong belanja lebih banyak untuk mengejar benefitnya.

Lebih parah lagi jika Anda langganan layanan yang sebenarnya jarang dipakai, hanya karena dapat potongan harga. Coba audit lagi, apakah itu semua Anda butuhkan? Jika tidak, Anda bisa uninstall dan pilih aplikasi yang benar-benar membantu Anda sehari-hari.

5. Menunda pembelian yang penting

Jika Anda menahan diri untuk membeli sesuatu yang sebenarnya dibutuhkan, hanya karena sedang semangat hemat. Namun, penundaan ini bisa jadi bumerang. Misalnya ketika Anda ingin servis mobil, namun biayanya yang mahal justru Anda tunda dan akhirnya membuat mobil tersebut rusak parah dan biayanya jadi dua kali lipat.

Frugal living bukan berarti menunda pengeluaran, namun Anda harus bijak dan tahu, kapan waktunya spend wisely. Jika sesuatu itu penting dan berdampak pada kelangsungan hidup atau pekerjaan, jangan ditunda. Lebih hemat keluar uang sekarang dibanding menyesal belakangan.

Perlu diingat kembali bahwa tren gaya hidup frugal living bukan berarti pelit dan menghemat keuangan, namun Anda juga akan terhindar dari stres sehingga lebih leluasa untuk menikmati hidup. Dengan menerapkan frugal living, Anda bisa mendapatkan kebebasan serta kestabilan finansial di masa depan.

Selain menerapkan frugal living, Anda juga bisa mendapatkan kestabilan finansial di masa depan dengan mengurangi risiko keuangan di masa depan lewat produk asuransi. 

Asuransi Mandiri Mikro Jiwa Terlindungi - Si Jitu  bisa menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan perlindungan tersebut karena adanya manfaat pengembalian premi ketika terjadi risiko di kemudian hari.

Beberapa keunggulan dari Asuransi Mandiri Mikro Jiwa Terlindungi - Si Jitu di bawah ini boleh jadi adalah solusi perlindungan yang sedang dicari, seperti:

  • Premi terjangkau mulai dari Rp. 25.000,-/bulan
  • Perlindungan Jiwa atas Risiko Kematian akibat Kecelakaan atau bukan kecelakaan dengan Santunan hingga 100 Juta Rupiah
  • Manfaat Pengembalian Premi sebesar 101% 

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • Hipwee
  • IDNTimes
  • Kompas.com
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-prinsip-frugal-living-raih-kebebasan-dan-kestabilan-finansial-01-r4qhd-xkz3kf
  • https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/frugal-living/
  • https://sahabat.pegadaian.co.id/artikel/inspirasi/frugal-living-adalah
  • https://www.idntimes.com/business/finance/sisi-gelap-hidup-frugal-living-yang-diam-diam-bisa-merusak-hidupmu-c1c2-01-jct2y-6d8pwt