Aset Penerbit

Aset Penerbit

10 Kesalahan Mempersiapkan Dana Pensiun yang Sering Dilakukan!

Berita Inspirasi

Banyak orang menunda perencanaan dana pensiun karena merasa masih muda dan usia pensiun pun masih jauh. Padahal, mempersiapkan masa pensiun sejak dini sangat penting agar bisa menikmati masa tua dengan tenang dan bebas dari tekanan finansial. Di Indonesia, usia pensiun rata-rata berada di kisaran 59 hingga 65 tahun.

Namun kenyataannya, tidak sedikit yang akhirnya terpaksa bekerja kembali di usia pensiun karena kurangnya persiapan dana di masa pensiun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 sebanyak 53,93% penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia masih bekerja. Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas, sudah melewati usia pensiun normal.

Terdapat banyak alasan yang melatarbelakangi lansia untuk tetap bekerja, salah satunya adalah keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ketidaktersediaan non-labor income seperti jaminan pensiun, menuntut lansia untuk tetap bekerja. 

Dari data di atas tentu Anda bisa menyimpulkan bahwa mempersiapkan dana pensiun sedari dini adalah hal penting agar masa pensiun yang diimpikan dapat terwujud.

Meski banyak yang mengetahui pentingnya dana pensiun dan mulai menabung dana pensiun sejak dini, nyatanya masih banyak orang yang melakukan kesalahan sehingga dana pensiun yang dikumpulkan pun menjadi kurang optimal. Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Simak penjelasannya berikut.

1. Tidak memiliki rencana dan tujuan pensiun yang jelas

Banyak orang yang tidak memiliki rencana ataupun ide apapun tentang pensiun dan masa pensiun. Mungkin saat ini usia Anda masih terbilang muda dan merasa bahwa masa pensiun masih lama. Hal tersebut membuat Anda belum berpikir tentang apa yang akan dilakukan di masa pensiun nanti. Padahal, semakin lama waktu Anda memiliki rencana pensiun, maka rencana pensiun Anda akan semakin matang.

Misalnya jika Anda memiliki rencana untuk menjalankan bisnis di usia pensiun nanti, maka Anda sudah bisa membuat rencana bisnis apa yang akan Anda jalankan mulai dari sekarang. Dengan begitu, di masa pensiun nanti bisnis tersebut pun sudah siap dijalankan, dan Anda tak perlu lagi khawatir mengenai masalah keuangan di masa tua nanti.

2. Terlambat mempersiapkan dana pensiun

Kebiasaan menunda sering membawa hal buruk, apalagi ketika Anda menunda untuk mempersiapkan dana pensiun. Banyak orang yang menunda mempersiapkan dana pensiun karena beranggapan dirinya masih muda dan lajang. Padahal, di usia muda inilah waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun karena ketika sudah berkeluarga, seringkali persiapan dana pensiun dapat tertunda karena kebutuhan anak. Ada banyak dampak jika Anda menunda untuk mempersiapkan dana pensiun, misalnya saja tidak akan memiliki uang yang cukup saat pensiun, perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk berinvestasi, dan dampak terburuknya Anda tetap harus bekerja di masa pensiun karena tidak cukupnya dana pensiun.

3, Hanya mengandalkan uang pesangon

Ada sebagian orang yang tidak terlalu mementingkan persiapan dana pensiun karena mengandalkan uang pesangon. Perusahaan tempat Anda bekerja bisa jadi menyediakan pesangon dalam jumlah besar, belum lagi ditambah dana dari BPJS Ketenagakerjaan. Namun sebesar apapun dana yang Anda terima nanti ketika masa pensiun, dapat habis tanpa adanya pendapatan.

Hal inilah yang sering disesali karyawan yang sudah menginjak usia senja. Saat diberi pesangon, mereka baru terpikir untuk membuka bisnis dari dana tersebut. Karena belum ada pengalaman, banyak yang kemudian berakhir gulung tikar. Pada akhirnya pesangon akan habis, sementara pekerjaan pun sudah tidak ada. Secara otomatis, Anda perlu bekerja keras lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

4. Meremehkan biaya kesehatan pada masa pensiun

Salah satu pos biaya pada masa pensiun yang paling susah ditebak adalah pos biaya pemeliharaan kesehatan. Di masa pensiun, seiring bertambahnya usia, Anda akan lebih mudah terserang penyakit dan makin banyak jenis penyakit yang mungkin dapat diderita. Hal inilah yang membuat perkiraan biaya perawatan kesehatan hanya berdasarkan ekstrapolasi biaya perawatan kesehatan saat ini tidak akan cukup.

Anda perlu menghitung perkiraan angka inflasi, sekaligus memperkirakan perkembangan teknologi perawatan kesehatan, penemuan obat-obatan, dan hal lain-lain yang dapat terjadi dalam tiga puluh tahun atau lebih dari usia pensiun. Biaya kesehatan inilah yang seringkali juga dapat membuat dana pensiun yang terkumpul bisa saja habis dalam waktu sekejap.

5. Mengurangi tabungan pensiun seiring berjalannya waktu

Jika Anda mulai menyisihkan 10 hingga 15 persen dari penghasilan setiap tahun untuk dana pensiun, namun mengurangi persentase tersebut seiring berjalannya waktu untuk berlibur atau membayar renovasi rumah. Maka hal ini tentu akan mengganggu pertumbuhan portofolio jangka panjang. Oleh karena itu, pastikan untuk tidak menggunakan dana pensiun yang sudah berhasil Anda kumpulkan hanya untuk kebutuhan yang bukan prioritas.

6. Salah hitung estimasi biaya hidup selama pensiun

Pada umumnya, Anda perlu memperkirakan biaya yang diperlukan untuk dana pensiun. Sayangnya tidak sedikit orang yang gagal merencanakan dana pensiunnya dengan baik karena perkiraan tidak sesuai dan rencana keuangan yang tidak realistis. Dana pensiun yang terlalu besar atau terlalu kecil akan sulit dicapai sehingga jumlahnya tidak mencukupi untuk membiayai masa pensiun. 

Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat estimasi biaya hidup selama pensiun, mulai dari standar hidup, inflasi, hingga biaya kesehatan. Pastikan estimasi dibuat adalah angka yang realistis. Lebih baik juga untuk menghitung estimasi biaya pensiun lebih besar dibanding terlalu kecil yang nantinya justru membuat Anda kekurangan dana saat pensiun.

7. Tidak memasukan pengeluaran tak terduga

Ada pengeluaran tidak terduga yang sering luput dari perhitungan perencanaan pensiun seperti biaya menikahkan anak hingga biaya liburan untuk mengisi waktu luang di masa pensiun. Hal itu memang bukanlah kewajiban dan bukanlah kebutuhan premier di masa pensiun. Namun, banyak orang tua yang akhirnya berutang saat masa pensiun karena kondisi tersebut. 

Jika Anda ingin tetap membantu mereka ketika sudah dewasa, mungkin mereka akan menghargai bantuan tersebut dan bahkan mengandalkan dukungan finansial Anda. Namun Anda mungkin merasa lebih sulit menabung untuk diri sendiri di usia pensiun untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan komponen ini ke dalam dana pensiun Anda. 

8. Tidak melakukan diversifikasi investasi

Berinvestasi hanya pada saham atau menyimpan seluruh tabungan di reksa dana pasar uang hanya akan menghasilkan sedikit saldo. Namun, investasi juga perlu disesuaikan dengan tujuan pribadi dan mempertimbangkan risiko. Anda bisa memilih investasi yang aman untuk mempersiapkan masa pensiun. 

Untuk mempersiapkan dana pensiun dengan matang, Anda bisa melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai aset dengan return dan risiko yang juga berbeda seperti saham, obligasi, properti, dan investasi lainnya yang berpotensi meningkatkan keuntungan.

9. Membawa utang hingga pensiun

Utang dapat menguras tabungan saat memasuki hari tua, oleh karena itu cobalah untuk mencari cara untuk melunasi utang sebelum memasuki masa pensiun. Meskipun mengelola pembayaran utang dan menabung untuk pensiun secara bersamaan itu tidak mudah, pastikan Anda untuk mengusahakannya. Jika dirasa tidak memungkinkan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencari sumber penghasilan tambahan.

10. Tidak memiliki perlindungan asuransi

Tidak ada satupun orang yang mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari. Di sinilah asuransi berperan sebagai proteksi yang dapat melindungi Anda dari risiko finansial akibat berbagai risiko di kemudian hari seperti sakit kritis, kecelakaan, cacat, meninggal dunia, dan sebagainya.

Tanpa adanya asuransi, Anda tentu perlu mengeluarkan dana untuk menanggung risiko yang dapat terjadi kapan saja tersebut, misalnya untuk biaya perawatan rumah sakit ketika mengalami sakit kritis. Hal ini dapat membuat dana pensiun yang telah terkumpul dan bisa digunakan di masa tua nanti justru harus Anda gunakan untuk membayar biaya perawatan rumah sakit. Bahkan bisa juga dana pensiun yang telah Anda kumpulkan akan cepat habis jika risiko kesehatan tersebut terjadi berulang kali di masa depan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melengkapi dana pensiun dengan asuransi, baik jiwa maupun kesehatan. Dengan memiliki asuransi, dana pensiun yang telah Anda kumpulkan akan lebih aman dan dapat digunakan sesuai tujuan saat masa pensiun.

Untuk menjaga kesehatan finansial di masa kini dan masa pensiun nanti, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi jiwa yang memberikan manfaat pengembalian premi di akhir masa asuransi. Dengan memiliki produk asuransi jiwa tersebut, Anda bisa mendapatkan manfaat pengembalian premi jika Anda sebagai tertanggung tidak mengalami risiko hingga masa asuransi berakhir. Dengan begitu, dana pengembalian premi ini bisa menjadi dana tambahan yang bisa Anda  gunakan sebagai biaya kebutuhan hidup selama pensiun, bahkan bisa digunakan sebagai tambahan modal jika Anda ingin menjalankan bisnis di masa pensiun.

Salah satu asuransi yang bisa Anda pilih adalah Asuransi Mandiri Flexi Proteksi dari AXA Mandiri. Asuransi Mandiri Flexi Proteksi merupakan produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat meninggal dunia, manfaat kondisi kritis, manfaat rawat inap serta manfaat akhir masa asuransi yang dapat dipilih sesuai plan dengan pilihan masa pembayaran premi yang lebih singkat daripada masa asuransi.

Konsultasikan perencanaan dana pensiun Anda dengan memilih produk asuransi jiwa dengan Financial Advisor dan Life Planner AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://indonesiatoday.co.id/read/ini-kesalahan-banyak-orang-dalam-persiapkan-dana-pensiun-jangan-sampai-sia-sia-743018
  • https://www.enervon.co.id/article/3788/kesalahan-dalam-mengumpulkan-dana-pensiun/
  • https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220721201802-297-824597/tips-tata-kelola-keuangan-dan-pentingnya-asuransi-untuk-masa-depan
  • https://www.finansialku.com/uang-untuk-pensiun-tidak-cukup-karena-menunda/
  • https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Delapan_Kesalahan_Umum_dalam_Perencanaan_Pensiun_yang_Harus_Dihindari&news_id=152708&group_news=IPOTNEWS&taging_subtype=PG002&name=&search=y_general&q=,&halaman=1
  • https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/66dfea57e2574/alih-alih-pensiun-makin-banyak-lansia-ri-yang-bekerja
  • https://www.treasury.id/7-kesalahan-ini-harus-dihindari-saat-merencanakan-pensiun
  • https://gajigesa.com/kesalahan-perencanaan-pensiun/
  • https://money.kompas.com/read/2024/04/08/133439326/simak-6-kesalahan-perencanaan-pensiun-yang-harus-dihindari?page=all