Aset Penerbit

Aset Penerbit

9 Penyebab Sakit Gigi & Bahayanya Jika Dibiarkan Terus-Menerus

Inspirasi

Sakit gigi sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada kesehatan mulut. Sakit gigi yang tidak kunjung sembuh bisa disebabkan beragam hal, mulai dari gigi berlubang, infeksi gusi, hingga kebiasaan buruk seperti jarang menyikat gigi dengan benar. Jika dibiarkan, sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya yang berujung pada komplikasi, seperti infeksi menyebar ke organ lain.

Untuk itu, penting memahami cara menjaga kesehatan gigi sejak dini. Melalui perawatan yang tepat dan pencegahan sakit gigi secara rutin, Anda bisa terhindar dari rasa sakit yang berulang sekaligus menjaga senyum tetap sehat.

Penyebab sakit gigi yang tak kunjung sembuh

Sakit gigi yang tak kunjung sembuh bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah ringan hingga kondisi serius yang perlu segera ditangani oleh dokter gigi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut penyebab utama sakit gigi tak kunjung sembuh yang perlu diwaspadai.

1. Gigi berlubang

Gigi berlubang menjadi salah satu penyebab umum dari sakit gigi yang tak kunjung sembuh. Keluhan ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi rusak akibat penumpukan plak dan bakteri, sehingga terbentuk lubang kecil pada gigi. Jika tidak segera ditangani, lubang ini bisa semakin dalam dan mencapai lapisan pulpa yaitu bagian terdalam gigi yang terdapat saraf dan pembuluh darah. Jika sudah sampai ke pulpa, nyeri yang timbul biasanya sangat tajam, berdenyut, serta seringkali tidak membaik meski sudah minum obat. 

2. Infeksi gigi yang parah

Infeksi gigi seperti abses merupakan penyebab utama sakit gigi yang berkepanjangan. Abses terjadi ketika bakteri masuk ke akar gigi atau jaringan sekitarnya yang menyebabkan pembengkakan, penumpukan nanah, rasa sakit berdenyut, dan sering kali demam. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menjadi kondisi yang berbahaya. Perawatan biasanya melibatkan drainase abses dan pemberian antibiotik.

3. Periodontitis

Periodontitis adalah kondisi ketika jaringan yang menyangga gigi mengalami radang atau infeksi. Pada awalnya, radang gusi (gingivitis) hanya menimbulkan gusi merah dan mudah berdarah. Jika tidak diobati, keluhan ini dapat berkembang menjadi periodontitis. Pada tahap ini, infeksi sudah mengenai jaringan dan tulang penyangga gigi. Gejala periodontitis yang umum terjadi bisa berupa sakit gigi tak kunjung sembuh, gigi terasa goyang, gusi bengkak dan bernanah, serta gigi tanggal. Kondisi ini juga dapat menyebabkan bau mulut yang sulit hilang.

4. Gigi retak atau patah

Gigi yang retak atau patah seringkali disebabkan oleh benturan, kecelakaan, atau kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu atau permen. Retakan kecil ini tidak langsung menimbulkan nyeri, tetapi jika celah tersebut cukup dalam dan mencapai saraf, rasa sakit bisa timbul secara tiba-tiba dan bertahan lama. Rasa nyeri akibat gigi retak biasanya muncul saat mengunyah atau saat gigi terkena suhu ekstrem dari makanan dan minuman. 

5. Perawatan saluran akar yang tidak sempurna

Perawatan saluran akar gigi dilakukan untuk mengatasi infeksi atau kerusakan pada pulpa gigi. Namun jika perawatan tidak dilakukan secara menyeluruh, misalnya masih ada jaringan mati atau bakteri yang tertinggal di dalam saluran akar, sakit gigi dapat kambuh dan tidak kunjung hilang. Selain itu, ada beberapa keluhan yang bisa dirasakan seperti gusi bengkak atau munculnya nanah di sekitar gigi yang dirawat.

6. Tumbuh gigi bungsu (impaksi gigi)

Gigi bungsu adalah gigi geraham tambahan yang tumbuh di usia remaja akhir hingga dewasa muda. Kasus yang umunya terjadi adalah ruang pada rahang sering kali tidak cukup, sehingga gigi bungsu bisa tumbuh miring atau terpendam sebagian. Hal inilah yang menyebabkan nyeri berkepanjangan, gusi bengkak, sulit membuka mulut, serta infeksi di area sekitar gigi bungsu. Impaksi gigi bungsu juga bisa menimbulkan tekanan pada gigi sebelahnya hingga menyebabkan nyeri merambat ke bagian lain mulut.

7. Kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi (bruxism)

Kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur dapat menyebabkan nyeri pada gigi dan rahang. Bruxism yang tidak ditangani bisa memengaruhi enamel gigi, menyebabkan gigi sensitif, dan meningkatkan risiko kerusakan gigi.

8. Sinusitis atau gangguan saraf wajah

Sakit gigi yang tidak kunjung sembuh juga bisa disebabkan oleh sinusitis, terutama jika nyeri dirasakan di area rahang atas. Selain itu, gangguan saraf seperti neuralgia trigeminal dapat memicu rasa sakit tajam dan tiba-tiba pada gigi dan wajah.

9. Gangguan sendi rahang

Gangguan sendi rahang terjadi ketika sendi penghubung rahang dengan tengkorak mengalami masalah. Keluhan ini dapat menyebabkan nyeri pada rahang atau sekitar telinga, bahkan menjalar hingga ke kepala dan leher. Rasa sakitnya juga bisa terasa seperti sakit gigi yang tidak kunjung hilang. Gejala lain yang mungkin muncul adalah rahang berbunyi saat membuka atau menutup mulut, sulit mengunyah, atau rahang terkunci. Keluhan ini bisa dipicu oleh stres, kebiasaan menggertakkan gigi, atau cedera pada rahang.

Bahaya sakit gigi yang tak kunjung sembuh

Sakit gigi yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi masalah yang mengganggu dan menandakan adanya kondisi serius yang perlu segera ditangani. Penyebab tak kunjung sembuh bisa bervariasi, mulai dari infeksi hingga kerusakan gigi yang memerlukan perawatan medis. 

Tidak hanya itu, sakit gigi yang berkelanjutan juga dapat mengganggu pola makan dan tidur. Aspek psikologis juga ikut terpengaruh, rasa sakit yang konstan dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Beberapa penelitian pun telah menunjukkan adanya kaitan antara infeksi gusi kronis dengan risiko penyakit lainnya seperti diabetes, rematik, sampai penyakit jantung.

Sakit gigi yang tak kunjung sembuh dan tidak segera diobati juga bisa berujung pada komplikasi yang membahayakan, seperti:

  • Infeksi pada tulang di sekitar gigi
  • Infeksi pada pembuluh darah
  • Infeksi pada kulit serta lemak di bawah kulit
  • Radang di bagian belakang mulut
  • Sepsis, yaitu masalah kesehatan serius ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap infeksi dalam darah

Pencegahan sakit gigi

Sebagian besar masalah pada gigi bisa dicegah dan dihindari dengan senantiasa menjaga kebersihan serta kesehatan mulut dan gigi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit gigi.

1. Menjaga kebersihan gigi dan gusi

Sikat gigi secara teratur setidaknya dua kali (pagi dan malam sebelum tidur)sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk memperkuat dan mencegah gigi berlubang. Gunakan juga benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi sekali sehari untuk membersihkan plak dan bakteri dari gigi dan gusi. Anda juga bisa melengkapi perawatan gigi dengan kumur-kumur menggunakan cairan pembersih setelah menggosok gigi. 

2. Periksa gigi rutin 6 bulan sekali

Pastikan juga untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk mendeteksi dan mengobati masalah gigi sejak dini. 

3. Hindari makanan dan minuman yang berbahaya untuk gigi

Hindari makanan dan minuman yang manis dan lengket, karena dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Selain itu, batasi juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, asam, dan keras karena dapat merusak gigi dan menyebabkan kerusakan yang sulit sembuh. Pastikan juga untuk mengonsumsi air putih yang cukup untuk membersihkan mulut dan menjaga kesehatan gigi dan gusi.

4. Gunakan pelindung gigi saat berolahraga

Jika Anda berpartisipasi dalam olahraga kontak atau olahraga yang berisiko cedera gigi, gunakan pelindung gigi untuk melindungi gigi Anda dari benturan atau trauma.

5. Hindari merokok dan konsumsi alkohol

Bukan hanya berisiko untuk kesehatan tubuh, merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebih juga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi dan kanker mulut. Sedangkan, konsumsi alkohol juga dapat mengiritasi gusi dan meningkatkan risiko infeksi gigi.

Mengetahui berbagai penyebab sakit gigi dan risikonya membuat kita sadar bahwa kesehatan gigi dan gusi tidak boleh dianggap sepele. Rasa nyeri yang muncul bisa berkembang menjadi masalah serius jika dibiarkan tanpa perawatan, bahkan memengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Bukan hanya berdampak bagi individu itu sendiri, namun juga bagi perusahaan tempat ia bekerja.

Karyawan suatu perusahaan yang mengalami sakit gigi berkepanjangan bisa mengalami penurunan produktivitas, absensi tinggi, dan hal lainnya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, cobalah pertimbangkan untuk mendaftarkan diri Anda dan karyawan Anda ke dalam Asuransi Mandiri Corporate Health Plan.

Asuransi Mandiri Corporate Health Plan merupakan produk asuransi kesehatan kumpulan yang memberikan manfaat berupa penggantian biaya medis untuk Manfaat Rawat Inap dan Pembedahan serta manfaat tambahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yaitu berupa penggantian biaya untuk manfaat Rawat Jalan, manfaat Rawat Gigi, manfaat Persalinan dan manfaat Kacamata.

Dengan adanya fasilitas ini, karyawan dapat memperoleh perawatan lebih cepat tanpa terbebani biaya, sementara perusahaan pun mendapat manfaat berupa karyawan yang lebih sehat, fokus, dan produktif. 
Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.satudental.com/blog/sakit-gigi-tak-kunjung-sembuh/#elementor-toc__heading-anchor-1
  • https://www.alodokter.com/sakit-gigi-tak-kunjung-sembuh-inilah-penyebab-dan-penanganannya
  • https://www.medicelle.co.id/sakit-gigi-tak-kunjung-sembuh-ini-penyebab-dan-bahayanya/
  • https://mhdc.co.id/sakit-gigi-tak-kunjung-sembuh/
  • https://primayahospital.com/gigi/sakit-gigi-tak-kunjung-sembuh/