Inspirasi Banner

Search Customer Service

Aset Penerbit

Ekonomi Global: Kondisi, Prediksi, Tantangan, dan Cara Hadapinya

Kondisi ekonomi global sedang hadapi ketidakpastian. Ada banyak faktor yang memicunya, salah satunya konflik geopolitik. Begini cara hadapinya.

13 Mar 2026

Mudik Sambil Liburan Keluarga, Ini Tips Merencanakannya!

Mudik sambil liburan keluarga pasti lebih seru. Ini dia tips liburan sambil mudik dan destinasi yang bisa Anda kunjungi selama perjalanan.

11 Mar 2026

Proses Klaim Asuransi dengan Cepat Tanpa Khawatir Ditolak!

Banyak orang yang kesulitan dan khawatir dalam melakukan proses klaim asuransi. Dengan Emma AXA Mandiri, klaim bisa lebih cepat dan mudah.

11 Mar 2026

Mengenal Tradisi & Persiapan Mudik Lebaran yang Aman

Agar perjalanan berjalan aman, persiapan mudik lebaran perlu dilakukan secara matang, dari menjaga kesehatan hingga menyiapkan kendaraan.

09 Mar 2026

Penyebab Sakit Kepala & Cara Mengatasinya dengan Tepat!

Ada banyak penyebab sakit kepala, mulai dari stres hingga penyakit yang diderita. Ini cara mengatasinya dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

09 Mar 2026

Aset Penerbit

Makan Daging Kambing Bisa Tingkatkan Libido, Mitos atau Fakta?

Inspirasi Berita

AXA Mandiri | Emma | Mitos atau Fakta

 

Daging kambing adalah salah satu menu olahan populer di Indonesia. Salah satu bentuk olahan yang paling populer dari hewan berkaki empat tersebut adalah sate dan sup. Deretan warung sate dan sup kambing pun bertebaran di sepanjang jalan. Kepopuleran daging kambing sebagai santapan beriringan dengan mitos-mitos yang menyertainya, salah satunya adalah daging kambing bisa meningkatkan libido seseorang.

Salah satu senyawa yang mempengaruhi libido adalah zat besi. Namun banyak ahli dan penelitian ilmiah yang membantah daging kambing bisa meningkatkan libido karena kadar zat besinya masih lebih rendah dibandingkan tiram. Merujuk kepada "Journal of the Fisheries Research Board of Canada",  dalam 100 gram tiram terdapat 6 mg zat besi. Di sisi lain kandungan zat besi daging kambing lebih rendah dibandingkan tiram dan daging sapi. Menurut United States Department of Agriculture (USDA) dalam 100 gram daging kambing mengandung 1 miligram zat besi. Sedangkan daging sapi mengandung 2,8 mg zat besi.

Meski kandungan lemak, protein dan zat besi dari daging kambing lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi, bukan berarti kita bisa menikmati kelezatan daging kambing secara berlebihan. Selain membatasi jumlah konsumsi, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara mengolahnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyantap daging kambing:

  • Jaga jumlah porsi

Konsumsi terlalu banyak daging justru bisa menimbulkan masalah. Mengutip dari hellosehat.com, porsi konsumsi daging kambing sebaiknya tidak lebih dari 50-70 gram/hari atau 350–500 gram/minggu. 

  • Lengkapi dengan sayur dan buah

Agar seimbang, jangan lupa melengkapi santapan Anda dengan sayur dan buah seperti apel, oatmeal, jeruk, dan wortel. Kandungan serat dari sayur serta buah tersebut mampu membantu tubuh mengikat kolesterol di usus halus. Dengan cara itu Anda bisa menurunkan kadar kolesterol yang tinggi akibat asupan lemak jenuh.

  • Perhatikan cara memasak

Hindari memasak daging kambing dengan cara digoreng karena menggoreng bisa tingkatkan kadar lemak pada daging. Sebagai gantinya, olah daging kambing dengan cara dibakar, dipanggang, disatai, atau dibuat sup. Janga lupa juga untuk menghindari penggunaan santan dan garam yang berlebihan. Pastikan juga untuk membuang lemak pada daging sebelum mengolahnya.

Itulah beberapa fakta dan tips untuk menikmati kelezatan daging kambing. Nah, agar lebih jelas mana fakta dan mana mitos kesehatan lainnya, telusuri informasinya dan pastikan Anda sudah memiliki Teman Sejati, yaitu Emma yang akan mendampingi dan memberikan solusi perlindungan terutama kesehatan. Kunjungi website AXA Mandiri untuk mendapatkan informasi solusi perlindungan lainnya, atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri di kantor cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia atau contact center AXA Mandiri 1500803. 

 

Sumber: Halodoc, CNN Indonesia, Hellosehat, Kompas