Inspirasi Banner

Search Customer Service

Aset Penerbit

Ekonomi Global: Kondisi, Prediksi, Tantangan, dan Cara Hadapinya

Kondisi ekonomi global sedang hadapi ketidakpastian. Ada banyak faktor yang memicunya, salah satunya konflik geopolitik. Begini cara hadapinya.

13 Mar 2026

Mudik Sambil Liburan Keluarga, Ini Tips Merencanakannya!

Mudik sambil liburan keluarga pasti lebih seru. Ini dia tips liburan sambil mudik dan destinasi yang bisa Anda kunjungi selama perjalanan.

11 Mar 2026

Proses Klaim Asuransi dengan Cepat Tanpa Khawatir Ditolak!

Banyak orang yang kesulitan dan khawatir dalam melakukan proses klaim asuransi. Dengan Emma AXA Mandiri, klaim bisa lebih cepat dan mudah.

11 Mar 2026

Mengenal Tradisi & Persiapan Mudik Lebaran yang Aman

Agar perjalanan berjalan aman, persiapan mudik lebaran perlu dilakukan secara matang, dari menjaga kesehatan hingga menyiapkan kendaraan.

09 Mar 2026

Penyebab Sakit Kepala & Cara Mengatasinya dengan Tepat!

Ada banyak penyebab sakit kepala, mulai dari stres hingga penyakit yang diderita. Ini cara mengatasinya dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

09 Mar 2026

Aset Penerbit

Ingin Sehat? Jangan Lupa Bahagia

Inspirasi Berita

Kondisi pandemi saat ini memang dapat menjadi pemicu buruknya kesehatan mental. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Sebaliknya, tidak sehatnya mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya merusak interaksi, menurunkan prestasi dan produktivitas kerja, mental yang tidak sehat juga akan menurunkan imunitas tubuh dan mengganggu kesehatan fisik.

Salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi adalah stres, apalagi dikala pandemi dan PSBB diberlakukan kembali seperti saat ini. Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.

Studi PNI (cabang ilmu eksak baru, yaitu psiko-neuroimunologi) menunjukkan kondisi emosional seperti stres, takut, atau marah akan mengirimkan sinyal ke kelenjar utama dalam tubuh untuk memproduksi hormon seperti kortisol, adrenalin dan epinefrin. Sehingga, bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik mereka.

Bahagia itu menyehatkan
Setidaknya ada beberapa hormon yang akan diproduksi oleh tubuh ketika perasaan bahagia muncul, yaitu serotonin, dopamin, relaxin, dan oksitosin. Ketika hormon-hormon ini masuk ke aliran darah, mereka akan mengirimkan sinyal agar tubuh menciptakan lebih banyak sel imun.

Bahkan menurut Berk LS dan rekan-rekannya dalam judul penelitian “Alternative Therapies in Health and Medicine 2001” menyebutkan bahwa tertawa lepas selama lima menit secara signifikan akan meningkatkan jumlah sel darah putih, sel-sel pembunuh kuman. Pada fakta lain yang disebutkan oleh Boldsky sebagaimana yang dikutip dari merdeka.com, setidaknya ada enam pengaruh rasa bahagia bagi kesehatan, yaitu:

  1. Rasa bahagia dengan tertawa akan menurunkan kadar hormon stres.
  2. Rasa bahagia dapat menyembuhkan sakit kepala yang disebabkan oleh stres.
  3. Rasa bahagia pada seseorang menghindari kram otot.
  4. Rasa bahagia dapat membuat jantung lebih sehat.
  5. Rasa bahagia akan mengurangi rasa lelah.
  6. Rasa bahagia membuat hidup lebih lama.

Sumber: Liputan6, Kompas.com, Merdeka.com, Kemenkes