Inspirasi Banner

Search Customer Service

Aset Penerbit

Ekonomi Global: Kondisi, Prediksi, Tantangan, dan Cara Hadapinya

Kondisi ekonomi global sedang hadapi ketidakpastian. Ada banyak faktor yang memicunya, salah satunya konflik geopolitik. Begini cara hadapinya.

13 Mar 2026

Mudik Sambil Liburan Keluarga, Ini Tips Merencanakannya!

Mudik sambil liburan keluarga pasti lebih seru. Ini dia tips liburan sambil mudik dan destinasi yang bisa Anda kunjungi selama perjalanan.

11 Mar 2026

Proses Klaim Asuransi dengan Cepat Tanpa Khawatir Ditolak!

Banyak orang yang kesulitan dan khawatir dalam melakukan proses klaim asuransi. Dengan Emma AXA Mandiri, klaim bisa lebih cepat dan mudah.

11 Mar 2026

Mengenal Tradisi & Persiapan Mudik Lebaran yang Aman

Agar perjalanan berjalan aman, persiapan mudik lebaran perlu dilakukan secara matang, dari menjaga kesehatan hingga menyiapkan kendaraan.

09 Mar 2026

Penyebab Sakit Kepala & Cara Mengatasinya dengan Tepat!

Ada banyak penyebab sakit kepala, mulai dari stres hingga penyakit yang diderita. Ini cara mengatasinya dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

09 Mar 2026

Aset Penerbit

Jenis-Jenis & Cara Hadapi Risiko Keuangan dengan Cerdas

Inspirasi

Dalam kehidupan sehari-hari, risiko keuangan bisa datang dari berbagai arah mulai dari kehilangan pekerjaan, fluktuasi pasar, hingga kebutuhan kesehatan mendadak. Untuk bisa hadapi risiko keuangan dengan tenang, penting untuk memahami terlebih dahulu jenis-jenis risiko yang mungkin dihadapi di masa depan. Di mana, setiap risiko pasti memberikan dampak berbeda terhadap stabilitas keuangan, juga memerlukan strategi penanganan yang tepat agar tidak mengganggu rencana jangka panjang. Dengan mengenali jenis-jenis risiko sejak dini, Anda dapat mengambil langkah bijak untuk membangun perlindungan finansial yang lebih kuat.

Jenis risiko keuangan yang mungkin terjadi di masa depan

Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak jenis risiko finansial, namun terdapat 2 (dua) jenis risiko finansial yang paling umum dalam literatur keuangan yaitu risiko finansial sistematis atau risiko yang tidak bisa diprediksi/dihindari, serta risiko finansial non-sistematis atau risiko yang ada pada seseorang karena keputusan atau kejadian tertentu.

Dalam konteks personal, pengertian risiko finansial dibagi menjadi 4 (empat) jenis risiko yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari seperti risiko pendapatan, risiko pengeluaran, aset investasi, dan kredit utang. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya yang dilansir dari beberapa sumber.

1. Risiko pendapatan

Risiko pendapatan adalah risiko yang akan memengaruhi kemampuan seseorang dalam mendapatkan penghasilan. Contoh dari risiko pendapat adalah kematian, cacat fisik yang membuat seseorang tidak bisa lagi bekerja, kehilangan pekerjaan atau PHK, dan pengangguran.

Untuk meminimalisir terjadinya risiko pendapatan, Anda bisa coba mencari pendapatan tambahan misalnya bekerja sebagai freelance, memulai usaha sampingan, dan lain sebagainya. Anda juga harus memperkirakan jenjang karir di pekerjaan saat ini dan memiliki rencana lain jika suatu waktu kehilangan pekerjaan utama.

Selain itu, Anda juga perlu membuat perencanaan keuangan yang matang seperti menabung untuk tunjangan masa depan, mengelola pengeluaran, dan menetapkan gaya hidup sesuai pendapatan. Hal ini dilakukan agar pendapatan dapat digunakan sebaik mungkin.

2. Risiko pengeluaran

Risiko ini berkaitan dengan segala hal yang muncul ketika seseorang menggunakan uang untuk berbagai macam kebutuhan. Namun tidak semua pengeluaran memiliki risiko selama tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Risiko pengeluaran yang biasa terjadi di kehidupan rumah tangga adalah pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan, pendapatan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok, dan keadaan darurat yang membuat seseorang harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar seperti kecelakaan, renovasi rumah, kendaraan yang rusak, dan lainnya.

Untuk hadapi risiko keuangan ini, Anda perlu membuat rencana pengeluaran secara rinci dengan melakukan budgeting dengan memangkas pengeluaran yang tidak diperlukan. Selain itu, Anda juga perlu mempersiapkan dana darurat untuk menghadapi kondisi atau kebutuhan mendadak yang mungkin terjadi di masa depan seperti ketika tiba-tiba mobil rusak karena kecelakaan atau ketika rumah banjir dan butuh perbaikan.

3. Risiko aset dan investasi

Pada risiko ini, semua aset yang dimiliki seperti mobil, perhiasan, rumah, serta investasi memiliki risikonya tersendiri. Contoh risiko yang akan muncul dan berkaitan dengan kepemilikan aset atau investasi adalah kehilangan aset/investasi, kerusakan atau pencurian properti aset/investasi, inflasi, depresiasi, tabungan yang tidak cukup untuk melanjutkan investasi, dan investasi yang tidak tepat sehingga tujuan finansial tidak tercapai.

Untuk mengurangi risiko ini, Anda perlu mempelajari dan melakukan riset tentang berbagai risiko sebelum memutuskan berinvestasi di suatu aset tertentu, terutama jika Anda memilih investasi berisiko tinggi. Selain itu, Anda juga perlu mengecek dan mengevaluasi aset/investasi yang Anda lakukan secara berkala untuk memastikan bahwa investasi tersebut sejalan dengan tujuan finansial Anda.

4. Risiko kredit utang

Utang tidak selalu memiliki risiko jika Anda dapat mengatur keuangan dengan baik. Risiko ini biasanya muncul jika terjadi beberapa kondisi seperti utang yang terlalu banyak sehingga tidak mampu membayar, terjebak pengeluaran yang besar karena suku bunga tinggi, denda finansial, dan sebagainya.

Untuk mengurangi risiko ini, Anda perlu membedakan antara kredit utang yang baik dan buruk. Jika keadaan memaksa untuk berutang, maka pilihlah utang yang baik dengan latar belakang yang jelas dan bunga yang masuk akal, seperti KPR bank.

Hindari untuk meminjam dengan pinjol atau rentenir yang sangat berisiko karena bunganya bisa mencapai 20 persen setiap bulannya. Namun jika dirasa tidak mampu dan pengeluaran tersebut bukan prioritas, hindari utang termasuk pengambilan kartu kredit.

Peran asuransi dalam menghadapi risiko keuangan di masa depan

Asuransi menjadi salah satu pilihan terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi dan menghadapi risiko finansial. Adapun jenis asuransi yang dapat diambil yaitu asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Asuransi jiwa dapat digunakan untuk menjamin kehidupan keluarga setelah ketika terjadi risiko kecelakaan yang menyebabkan tulang punggung keluarga tidak lagi bisa bekerja hingga risiko meninggal dunia. Mendaftarkan diri ke dalam asuransi jiwa artinya Anda sudah memiliki perencanaan yang matang dan memastikan keluarga tidak akan mengalami risiko keuangan yang memengaruhi masa depan keluarga seperti pendidikan anak, masa pensiun, dan lainnya.

Selain asuransi jiwa, asuransi kesehatan juga memiliki peran penting untuk menekan risiko pendapatan, terutama ketika seseorang harus kehilangan pekerjaan karena kesehatannya. Dengan memiliki asuransi kesehatan, Anda tidak perlu khawatir masalah biaya pengobatan dan perawatan ketika terjadi risiko penyakit di kemudian hari. Pasalnya, asuransi kesehatan akan memberikan jaminan ketika terjadi risiko penyakit di kemudian hari, mulai dari biaya rawat inap, transportasi ke rumah sakit, laboratorium, dan lainnya.

Dengan kedua jenis asuransi ini, Anda bisa melindungi masa depan keluarga dari berbagai risiko keuangan, mulai dari risiko pendapatan, risiko pengeluaran, risiko aset dan investasi, serta risiko utang. Salah satu perusahaan asuransi yang dilengkapi dengan produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah AXA Mandiri.

Bagi Anda yang masih bingung menentukan produk asuransi yang dapat melindungi dari berbagai risiko keuangan, Anda bisa konsultasikan perencanaan finansial keluarga dengan Life Planner AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut. 

Sumber:

https://www.gramedia.com/literasi/manajemen-keuangan/#Risiko_Finansial_Berdasarkan_Konteks_Pribadi