Aset Penerbit

Aset Penerbit

Kanker Mulut: Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahannya!

Inspirasi

Kanker mulut merupakan salah satu jenis kanker yang sering tidak disadari gejalanya sejak dini. Penyakit ini dapat menyerang berbagai bagian dalam rongga mulut mulai dari bibir, lidah, gusi, hingga dinding mulut, dan kerap muncul dengan tanda awal yang mirip masalah mulut biasa seperti sariawan atau luka yang tidak kunjung sembuh.

Padahal, jika tidak segera ditangani, kanker mulut bisa menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, bahkan mengancam nyawa. Mengetahui penyebab, faktor risiko, serta langkah pencegahan kanker mulut sangat penting agar Anda bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan mulut secara optimal.

Apa itu kanker mulut?

Kanker mulut adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di area sekitar rongga mulut, seperti bibir, lidah, gusi, langit-langit, dan dinding mulut secara tidak terkendali dan dapat merusak jaringan di sekitarnya. Sel kanker ini dapat merusak jaringan sehat di sekitarnya dan sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya menyerupai masalah mulut biasa, seperti sariawan atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Sel kanker yang ganas ini menyerang area mana pun di dalam rongga mulut, semisal bibir, lidah, gusi, hingga langit-langit mulut.

World Health Organization (WHO) mencatat kanker bibir dan rongga mulut adalah salah satu dari 15 kanker paling umum di dunia, dengan hampir 180.000 kematian setiap tahunnya. Peluang kesembuhan kanker mulut juga sangat bergantung pada kecepatan deteksi dan penanganan yang diberikan.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita kanker rongga mulut karena gejalanya yang mirip sariawan. Padahal ada perbedaan gejala di antaranya keduanya yang sebaiknya dikenali lebih dini agar tidak terlambat mendapat pengobatan.

Secara umum, kanker mulut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis seperti:.

1. Karsinoma sel skuamosa

Merupakan jenis paling umum, mencakup lebih dari 90% kanker oral merupakan karsinoma sel skuamosa. Kanker jenis ini menyerang sel datar yang melapisi mulut dan tenggorokan.

2. Karsinoma verukosa

Jenis kanker yang lebih jarang (kurang dari 5%). Kanker karsinoma verukosa berkembang lambat dan jarang menyerang bagian tubuh lain. Tipe kanker ini bisa terbentuk dari karsinoma sel skuamosa yang bertambah parah.

3. Jenis kanker lainnya

Kanker karsinoma kelenjar ludah minor dan limfoma adalah jenis kanker oral yang jarang terjadi. Kanker ini terbentuk pada kelenjar ludah di selaput mulut dan tenggorokan, amandel, serta pangkal lidah.

Gejala kanker mulut

Kebanyakan kasus kanker mulut yang terjadi merupakan jenis karsinoma sel skuamosa, yang dikenal agresif dan cepat menyebar. Sama seperti jenis kanker lainnya, banyak penderita yang tidak menyadari gejalanya dari awal karena mirip dengan gangguan mulut biasa, sehingga sebagian besar kasus terdeteksi ketika telah stadium lanjut.

Kanker mulut dapat ditandai dengan gejala yang dapat dikenali. Misalnya saja Anda menemukan adanya sariawan atau bercak putih yang tidak bisa dihilangkan dan terjadi untuk waktu yang lama. Gejala ini mungkin tampak umum, namun jika terjadi dalam waktu yang lama dan tak kunjung sembuh, Anda perlu waspada. 

Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa gejala utama kanker mulut yang terjadi pada jaringan mulut.

  • Sariawan pada mulut, lidah, atau gusi yang tidak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu
  • Sariawan disertai pendarahan di mulut
  • Bercak merah, bercak putih, atau kombinasi merah-putih dalam rongga mulut
  • Benjolan atau penebalan di pipi bagian dalam, langit-langit mulut, atau gusi, yang tidak kunjung sembuh
  • Gigi goyang, bahkan gigi tanggal, tanpa penyebab yang jelas
  • Bau mulut kronis

Selain perubahan di dalam rongga mulut, penderita kanker mulut juga bisa mengeluhkan beberapa gejala berikut ini:

  • Mati rasa atau nyeri di mulut
  • Nyeri atau kesulitan menelan, maupun sakit saat mengunyah
  • Pembengkakan pada rahang yang menyebabkan gigi palsu tidak pas atau tidak nyaman
  • Kesulitan, bahkan nyeri, saat menggerakkan lidah
  • Perubahan pada suara maupun perubahan cara bicara, termasuk cadel
  • Kesulitan berbicara
  • Sakit telinga
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Rasa sakit atau perasaan tidak nyaman dan merasa ada sesuatu yang tersangkut di bagian belakang tenggorokan
  • Muncul luka di wajah, leher, atau mulut secara persisten sehingga membuatnya mudah berdarah. Kondisi ini tidak sembuh dalam 2 minggu
  • Sakit tenggorokan kronis

Pada kanker mulut yang sudah memasuki stadium lanjut, gejala tidak hanya terjadi di dalam mulut. Pada stadium ini, sel-sel kanker sudah menyebar dan menyebabkan benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Sering kali gejala awal kanker mulut tidak dikenali, bahkan diabaikan, sampai kondisinya sudah parah. Jadi, segera konsultasikan ke dokter ketika mengalami keluhan yang menyerupai gejala kanker mulut, terutama yang tidak kunjung sembuh dan telah terjadi selama lebih dari 2 minggu.

Penyebab kanker mulut dan faktor risikonya

Kanker mulut disebabkan oleh mutasi DNA dalam sel. DNA menyimpan sistem instruksi bagi sel untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan teratur, seperti membelah, tumbuh, dan mati. Saat mutasi terjadi, sistem perintah tersebut akan rusak sehingga sel tidak bisa berfungsi secara normal. Sel yang seharusnya membelah dan mati saat dibutuhkan malah bertindak di luar kendali.

Sel abnormal akan terus membelah, tumbuh, dan tidak mati. Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut menumpuk dan menyebabkan pembentukan tumor ganas. Pada banyak kasus kanker mulut, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang secara berlebih menjadi pemicu utama perubahan sel menjadi kanker pada rongga mulut. 

Meski demikian, lebih dari 25% kasus kanker mulut juga terjadi pada orang yang tidak merokok dan yang hanya minum alkohol sesekali. Hal ini menunjukkan kanker memiliki faktor lain yang menjadi pemicunya. 

Meski penyebab kanker mulut belum diketahui secara pasti, peneliti telah menemukan adanya beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut. Dilansir dari beberapa sumber, berikut faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kanker mulut.

  • Riwayat keluarga yang pernah menderita kanker mulut.
  • Berusia lebih dari 50 tahun. karena kanker membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh. Kebanyakan kasus kanker mulut terdeteksi di usia lebih dari 55 tahun.  
  • Tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, termasuk jarang menggosok gigi bahkan mengabaikan gigi berlubang.
  • Sering terkena paparan sinar matahari secara langsung dan berlebihan. Untuk diketahui, radiasi ultraviolet dari matahari memicu kanker di area bibir.
  • Infeksi virus Human papillomavirus (HPV), yang sering ditularkan melalui oral seks dan berciuman, terutama pada orang yang sering berganti pasangan.
  • Pria dua kali lebih tinggi berisiko terkena kanker mulut, terutama karena pada mereka yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Diet yang buruk.  
  • Mengalami infeksi herpes mulut.
  • Menderita penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi HIV, dapat menyebabkan sel-sel di dalam rongga mulut berubah menjadi sel ganas.
  • Menderita penyakit genetik tertentu, seperti anemia Fanconi atau diskeratosis kongenital

Apabila Anda memiliki salah satu dari faktor risiko kanker mulut di atas, sangat disarankan untuk Anda rutin memeriksakan kesehatan mulut ke dokter gigi dan mulut. Deteksi dini sangat penting karena gejala awal kanker mulut sering kali tidak spesifik, dan penanganan lebih awal dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan

Pengobatan kanker mulut

Pengobatan kanker mulut disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien mulai dari jenis kanker, stadium, penyebaran, letak kanker, dan jenis kanker mulut yang dialami. Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien dalam memilih metode penanganan yang sesuai. 

Metode penanganan kanker mulut yang bisa dilakukan adalah operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi target. Dokter seringkali mengkombinasikan keempat metode pengobatan ini untuk memaksimalkan hasil penanganan.

1. Operasi

Operasi atau pembedahan seringkali digunakan sebagai metode utama untuk mengobati kanker mulut, terutama pada stadium awal. Tujuannya untuk mencegah pembesaran kanker, menghentikan penyebarannya, serta mengangkat tumor dan jaringan yang terinfeksi kanker.

Jenis pembedahan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan jaringan mulut yang terkena kanker. Berikut adalah macam-macam operasi yang dapat dilakukan.

  • Glosektomi: mengangkat sebagian lidah yang terkena kanker (parsial), setengah bagian (hemi), atau mungkin seluruhnya (total).
  • Mandibulektomi: pengangkatan sebagian atau semua tulang rahang bawah (mandibula) yang terkena kanker, kemudian digantikan dengan tulang dari bagian tubuh lain.
  • Maksilektomi: pengangkatan tulang rahang bawah (maksila), baik pada sebagian atau seluruh bagian tulang.

Setelah operasi pengangkatan kanker, dokter biasanya juga akan melakukan operasi rekonstruksi wajah untuk membentuk kembali bagian atau jaringan yang telah diangkat.

2. Terapi radiasi (radioterapi)

Radioterapi dapat dilakukan dengan cara membunuh sel kanker, baik di luar maupun dalam tubuh menggunakan sinar khusus, yaitu sinar X atau proton. Umumnya, prosedur ini dikombinasikan dengan kemoterapi kanker stadium lanjut.

Dokter juga mungkin juga merekomendasikan terapi radiasi sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum diangkat. Radioterapi juga bisa dilakukan setelah operasi untuk membasmi sel kanker yang masih tersisa.

Pengobatan kanker satu ini dapat menyebabkan efek samping seperti sakit mulut, mual, kelelahan, kerusakan gigi, radang tenggorokan, mulut kering, dan gusi berdarah, sehingga membutuhkan perawatan khusus.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat-obatan  yang disuntikkan melalui infus maupun obat yang harus dikonsumsi untuk membunuh atau mengecilkan ukuran kanker. Pengobatan kemoterapi bertujuannya untuk menghancurkan DNA dari sel-sel kanker agar tidak bertumbuh kembali.   

Prosedur ini dipilih ketika kanker sudah menyebar luas atau berisiko tinggi tumbuh kembali.  Pengobatan ini dapat dijadikan sebagai pengobatan utama atau dikombinasikan dengan operasi atau radioterapi.

Kemoterapi dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mual, muntah, rambut rontok, kelelahan, diare, penurunan berat badan, dan penurunan daya tahan tubuh, sehingga penggunaan obat-obatan harus berada di bawah pengawasan dokter.

4. Terapi target

Obat-obatan khusus dalam terapi target mampu menghambat perkembangan kanker mulut. Cara kerjanya adalah mengubah struktur sel kanker sehingga mengganggu pertumbuhannya. Metode ini dapat digunakan sebagai pengobatan tunggal atau dikombinasikan bersama dengan pengobatan kanker lainnya.

5. Imunoterapi

Pengobatan ini menggunakan bantuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker. Sistem imun seharusnya berfungsi melawan perkembangan sel kanker. Namun protein yang dihasilkan oleh sel kanker justru mengganggu kerja kekebalan tubuh. 

Imunoterapi membantu mengganggu proses ini dan mengaktifkan kembali respons imun tubuh terhadap kanker. Meski begitu, pengobatan kanker ini masih dalam tahap penelitian dan belum banyak digunakan dalam pengobatan kanker mulut.

Pencegahan kanker mulut

Meskipun kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya, terutama karena penyebab utamanya belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, Anda tetap perlu melakukan pencegahan dengan menghindari faktor pemicunya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker mulut.

  • Menjalani gaya hidup sehat
  • Menghindari merokok
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  • Menggunakan obat kumur berbahan minyak esensial
  • Perbanyak konsumsi makanan bergizi, semisal sayur dan buah-buahan untuk menjaga tubuh selalu sehat. 
  • Menjaga kebersihan rongga mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari.
  • Memeriksakan diri ke dokter gigi 6 bulan-1 tahun sekali. 
  • Melakukan vaksin HPV
  • Mengurangi makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan berpengawet.

Selalu ingat bahwa risiko terburuk dari kanker mulut adalah kematian. Jangan abaikan sedikit saja perubahan yang terjadi di tubuh, khususnya mulut. Jika terdapat benjolan di mulut, sebaiknya segera periksakan dan jangan tunggu memburuk. Dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, maka berbagai risiko kesehatan dapat terdeteksi lebih awal.  

Padahal, jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berkembang cepat dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Inilah mengapa memiliki asuransi kesehatan menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan diri. Asuransi dapat membantu menanggung biaya pemeriksaan rutin, deteksi dini, hingga pengobatan kanker mulut yang memerlukan perawatan intensif. Dengan perlindungan asuransi, Anda tak hanya menjaga ketenangan finansial, tetapi juga memastikan akses terhadap perawatan terbaik saat dibutuhkan.

Salah satu produk asuransi yang bisa Anda pilih untuk memberikan perlindungan dari risiko penyakit kanker adalah Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini dari AXA Mandiri. Produk asuransi ini memberikan manfaat penggantian biaya Rawat Inap, Rawat Jalan dan tindakan bedah dengan pembayaran langsung (cashless) atau reimbursement dan juga manfaat santunan kematian serta manfaat santunan tunai harian serta manfaat pengembalian Premi (jika dipilih). Asuransi ini juga dapat memberikan manfaat Biaya Perawatan Kanker seperti kemoterapi dan radiologi.

Untuk mendaftarkan diri Anda dan keluarga ke dalam Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini, konsultasikan perencanaan finansial Anda dengan Life Planner AXA dan Financial Advisor Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://www.rspondokindah.co.id/en/news/kanker-mulut-gejala-penyebab-penanganan
  • https://www.mitrakeluarga.com/artikel/kanker-mulut
  • https://hellosehat.com/kanker/kanker-lainnya/kanker-mulut/
  • https://ciputrahospital.com/kanker-mulut/