Aset Penerbit

Aset Penerbit

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Sebelum Memilih, Yuk Kenali Dulu Apa Itu Asuransi?

03 Juni 2020

Share This Article :

Dikutip dari halaman Historia.id, sejarah asuransi di Indonesia bermula sejak 1840-an. Bataviaasche Zee en Brand-Assurantie Maatschappij adalah perusahaan asuransi pertama di Indonesia, berdiri pada 18 Januari 1843 dan berlokasi di Kali Besar Timur, Batavia. Awalnya asuransi tersebut banyak digunakan oleh perusahaan perkapalan untuk melindungi barang yang mereka bawa dari risiko pembusukan, perompakan, kebakaran atau terpaan ombak.

Dengan kata lain, perusahaan asuransi pertama di Indonesia adalah perusahaan asuransi umum. Kemudian beberapa waktu berdirilah perusahaan asuransi jiwa dengan nama Nederlansch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij atau disingkat NILLMIJ.

Berawal dari keprihatinan terhadap kehidupan guru Indonesia, Dwidjosewojo seorang guru di Magelang yang juga anggota Boedi Oetomo mengusulkan pembentukan badan asuransi jiwa bersama dalam rapat Persatoean Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB atau disingkat OL Mij PGHB, asuransi pertama murni milik anak negeri akhirnya terwujud di Magelang pada 12 Februari 1912.

Mengenal asuransi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asuransi adalah pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat).

Sedangkan menurut definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ada dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan. Imbalan yang dimaksud adalah untuk:

  • Memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum pada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena peristiwa yang tidak pasti.
  • Memberikan pembayaran yang didasarkan meninggal atau hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Konsep dasar asuransi

Usaha pengasuransian merupakan kegiatan usaha yang bergerak di bidang:

  • Jasa pertanggungan atau pengelolaan risiko.
  • Pertanggungan ulang risiko.
  • Pemasaran dan distribusi produk asuransi atau produk asuransi syariah.
  • Konsultasi dan keperantaraan asuransi, asuransi syariah, reasuransi atau reasuransi syariah.
  • Penilai kerugian asuransi atau asuransi syariah.

Mudahnya, cara kerja asuransi itu seperti gotong-royong atau subsidi silang. Sebab, perusahaan asuransi sebenarnya menghimpun dana dari nasabah. Kemudian, dana tersebut diolah sedemikian rupa. Saat salah satu nasabah mengalami risiko berupa kerugian finansial tertentu yang masuk dalam kesepakatan, pihak perusahaan asuransi akan memberikan sebagian dana tersebut. Dengan kata lain asuransi sangat bermanfaat karena hadir untuk melindungi setiap orang dari kerugian finansial yang disebabkan oleh risiko dalam hidup.

Mengapa asuransi penting?

Asuransi memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan masyarakat. Tidak hanya memberikan perlindungan finansial dari berbagai risiko yang tidak terduga, asuransi juga memiliki dampak signifikan terhadap sektor ekonomi secara keseluruhan. Asuransi pun diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga asuransi umum lainnya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut alasan kenapa asuransi penting dimiliki.

1. Perlindungan finansial dalam keadaan darurat

Peran utama asuransi adalah menjaga pemiliknya dari dampak finansial akibat kejadian tidak terduga seperti risiko penyakit di masa depan, kecelakaan, bencana alam, hingga risiko kehilangan kemampuan mencari penghasilan. 

Jika hal tersebut terjadi, asuransi dapat menanggung biaya tak terduga ini untuk mencegah kerugian finansial yang besar, sehingga Anda tidak perlu mengambil dana dari tabungan pribadi atau dana darurat, serta bisa fokus untuk pemulihan tanpa khawatir tentang biaya yang tinggi.

Namun, apabila tidak mengalami kerugian, manfaat asuransi masih bisa dirasakan karena premi yang dibayarkan akan menjadi tabungan dan dapat dimanfaatkan di masa depan, terutama jika Anda mengambil produk asuransi PAYDI.

2. Manajemen risiko di masa depan 

Peran asuransi dalam manajemen risiko adalah mengendalikan atau menghilangkan risiko yang mungkin terjadi akibat ketidakpastian di masa depan. Asuransi dapat memastikan bahwa keluarga tetap mendapatkan dukungan finansial jika sesuatu terjadi pada Anda sebagai pencari nafkah utama atau pemegang polis. Dengan begitu, keluarga yang ditinggalkan agar tetap bisa melanjutkan hidup tanpa beban finansial yang berat.

Selain itu, asuransi juga dapat membantu mengendalikan dampak yang didapatkan dari risiko tidak terduga dalam bentuk perlindungan keuangan. Misalnya, aset berharga Anda seperti rumah, investasi, kendaraan, tabungan masa depan tidak perlu dijual hanya untuk menanggung risiko keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.

3. Meningkatkan rasa aman dan ketenangan jiwa

Dengan memiliki asuransi, Anda bisa merasa lebih tenang dan aman karena tahu bahwa Anda memiliki jaring pengaman finansial. Ini memberikan ketenangan jiwa yang tidak ternilai, sehingga memungkinkan Anda untuk menjalani hidup dengan lebih percaya diri tanpa perlu mengkhawatirkan risiko finansial yang diakibatkan dari risiko kehidupan di kemudian hari.

4. Investasi dan tabungan masa depan

Beberapa jenis asuransi seperti asuransi pendidikan atau asuransi jiwa dengan nilai tunai juga berfungsi sebagai alat investasi dan tabungan jangka panjang. Produk ini tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membantu Anda merencanakan masa depan dengan lebih baik.

5. Bantu mengelola keuangan dengan cerdas

Asuransi juga berperan penting dalam pengelolaan keuangan Anda. Premi yang dibayarkan setiap bulannya bukanlah sebuah pemborosan tanpa manfaat, melainkan bentuk jaminan kestabilan finansial di masa depan. Oleh karena itu, beberapa orang memanfaatkan produk asuransi untuk mengelola keuangan seperti menyisihkan uang untuk pengeluaran tidak terduga di masa depan sehingga tidak perlu menggelontorkan dana jika mengalami sebuah risiko kehidupan.

6. Meningkatkan jaminan kesehatan

Asuransi jiwa dan kesehatan dapat melindungi keuangan Anda di masa depan, terutama ketika Anda mengalami risiko kesehatan seperti sakit atau meninggal dunia. Kedua produk asuransi ini akan membantu melindungi Anda sekaligus orang tercinta. 

Dengan asuransi kesehatan, Anda bisa memiliki proteksi keuangan jika membutuhkan tindakan medis dari rumah sakit. Sedangkan, asuransi jiwa juga memberikan proteksi keuangan untuk keluarga tercinta ketika terjadi risiko meninggal dunia. Dengan begitu, anggota keluarga Anda tetap bisa menjalani hidup seperti biasa tanpa khawatir risiko keuangan di masa depan.

7. Mencapai kebebasan finansial

Asuransi juga akan membantu merencanakan kestabilan keuangan sehingga Anda bisa memenuhi kebutuhan harian secara jangka panjang dan tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan pokok. Hal ini membuat asuransi menjadi bentuk investasi jangka panjang, di mana pengeluaran akibat risiko yang dihadapi tidak keluar dari dompet secara langsung, tetapi ditanggung perusahaan asuransi, sehingga tabungan, investasi, dan aset yang Anda miliki tetap aman.

Cara kerja asuransi

Dilansir dari Kompas, cara kerja asuransi adalah Anda sebagai nasabah asuransi membayar iuran kepada perusahaan asuransi, sehingga mendapatkan tanggungan ketika mengalami kerugian, kerusakan, dan lain-lain sesuai jenis asuransi Anda.

Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar ganti rugi jika Anda sebagai nasabah mengalami risiko kerugian yang dijamin dalam polis asuransi atau surat perjanjian. Jika klaim asuransi yang dibuat sesuai ketentuan tertera dalam polis, maka perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi atas risiko finansial yang dialami nasabah.

Perusahaan asuransi menggunakan metode tertentu untuk membantu mengurangi risiko kerugian mereka, yaitu:

1. Penjaminan emisi

Proses penjaminan menilai risiko masing-masing pemegang polis seperti usia, status kesehatan, catatan mengemudi, lokasi, atau pekerjaan. Aktuaris kemudian menggunakan model matematika dan statistik untuk menghitung premi dengan memprediksi klaim di masa depan. Tujuannya adalah membebankan premi lebih banyak daripada yang dibayarkan, sehingga menghasilkan keuntungan dari penjaminan emisi.

2. Investasi

Perusahaan asuransi diperbolehkan untuk menginvestasikan uang yang mereka kumpulkan dalam premi, menyimpan cadangan likuid dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi persyaratan permodalan. Investasi ini dilakukan untuk menghasilkan keuntungan, baik untuk menanggung asuransi atau sebagai pendapatan tambahan perusahaan asuransi

3. Reasuransi

Beberapa perusahaan asuransi membeli asuransi sendiri dari perusahaan reasuransi besar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap klaim besar. 

Jenis produk asuransi AXA Mandiri yang bisa Anda miliki

Asuransi adalah alat penting untuk melindungi diri dan aset dari berbagai risiko yang tidak terduga. Ada berbagai jenis asuransi yang ditawarkan di pasar untuk memberikan perlindungan khusus sesuai dengan kebutuhan individu dan keluarga. Di bawah ini adalah beberapa produk asuransi yang bisa dipilih dan pertimbangkan untuk melengkapi perlindungan finansial Anda dan keluarga di masa depan.

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa memberikan manfaat finansial kepada ahli waris atau penerima manfaat setelah kematian tertanggung. Terdapat berbagai jenis asuransi jiwa yang bisa Anda miliki di AXA Mandiri yaitu:

  • Term Life: Asuransi jiwa ini memberikan perlindungan dalam jangka waktu 1,5 atau 10 tahun. Walaupun nilai pertanggungan produk asuransi jiwa ini jauh lebih besar, uang premi akan hangus di akhir periode.
  • Whole Life: Perlindungan asuransi jiwa ini seumur hidup dengan premi yang lebih mahal. Jika tidak terjadi risiko selama masa kontrak, uang pertanggungan dapat di klaim namun jumlahnya tidak sebesar produk asuransi jiwa term life.
  • PAYDI: Produk asuransi yang mengombinasikan asuransi dan investasi yang tergolong jenis asuransi non-tradisional.

AXA Mandiri juga dilengkapi dengan beberapa produk asuransi jiwa, baik asuransi jiwa term-life, whole-life, hingga PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi). 

Bagi Anda yang ingin membeli asuransi jiwa term-life atau berjangka, Anda bisa membeli produk asuransi AXA Mandiri yang meliputi produk Asuransi Perlindungan Kredit Prima yang dapat  memberikan  perlindungan jiwa bagi nasabah pinjaman kredit; Asuransi Mandiri Flexi Proteksi yang berikan manfaat meninggal dunia, manfaat kondisi kritis, manfaat rawat inap, serta manfaat akhir masa asuransi; atau Asuransi Mandiri Secure Life Extra dan/atau Asuransi Mandiri Life Protection yang memberikan manfaat meninggal dunia dan manfaat asuransi tambahan (jika dipilih) dengan masa pembayaran premi yang lebih singkat selama 6 tahun untuk Masa Asuransi 9 tahun.

Sedangkan, untuk Anda yang ingin membeli asuransi jiwa PAYDI, Anda bisa memilih produk Asuransi Mandiri Elite Plan. Hal itu karena, produk asuransi ini memberikan manfaat nilai tunai yang dikaitkan dengan kinerja investasi dari subdana dengan pembayaran premi secara berkala. Asuransi ini juga dapat memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun dan terdiri atas dua plan (Prime dan Protection) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda.

2. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan merupakan produk asuransi yang menangani masalah kesehatan tertanggung karena suatu penyakit dan menanggung biaya proses perawatan. Umumnya, penyebab sakit tertanggung yang biayanya dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi adalah cedera, cacat, sakit, penyakit kritis, hingga kematian karena kecelakaan.

Ada beberapa produk asuransi kesehatan dari AXA Mandiri yang bisa Anda pilih, mulai dari Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan dan Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis, hingga beberapa asuransi penyakit kritis seperti Asuransi Mandiri Secure Criticare, Asuransi Mandiri Proteksi Jantung, dan Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini.

3. Asuransi pendidikan 

Setiap orang tua pastinya tidak ingin pendidikan anaknya putus ditengah jalan. Terutama pada  biaya pendidikan yang terus meningkat tiap tahunnya. Kesadaran akan hal tersebut membuat asuransi pendidikan saat ini cukup banyak diminati. 

AXA Mandiri sendiri dilengkapi dengan asuransi pendidikan yaitu Asuransi Mandiri Masa Depan Sejahtera, Pasti Bisa Kuliah! yang dikombinasikan dengan asuransi jiwa. Dengan asuransi ini, Anda bisa mendapatkan perlindungan jiwa berupa Manfaat Meninggal Dunia, Manfaat Akhir Masa Asuransi dengan jumlah dan waktu pembayaran manfaat yang dapat disesuaikan dengan rencana atau kebutuhan Anda, serta Manfaat Pembebasan Premi hingga Manfaat Tunai Sekaligus sesuai syarat & ketentuan yang berlaku.

Hanya dengan membayar premi mulai dari Rp400 ribu, Anda bisa mendapatkan perlindungan hingga 20 tahun. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perlindungan atas dana pendidikan yang sudah Anda kumpulkan agar tidak digunakan untuk memenuhi risiko keuangan di masa depan. Dengan memiliki Asuransi Mandiri Masa Depan Sejahtera, Pasti Bisa Kuliah!, Anda juga tidak perlu khawatir ketika terjadi risiko kehidupan. Apapun risiko kehidupan di masa depan, Anda tetap bisa memberikan pendidikan sesuai yang sudah Anda rencanakan.

4. Asuransi masa depan

Asuransi masa depan bertujuan untuk melindungi kecukupan finansial seseorang ketika sudah tidak produktif lagi. Mudahnya, asuransi ini membantu Anda dalam mengumpulkan dana pensiun agar ketika masa pensiun datang, kita bisa mendapatkan jumlah pensiun reguler. Bila terjadi kasus kematian, keluarga tertanggung dapat mengklaim uang pertanggungan.

Produk Asuransi Mandiri Rencana Masa Depan dari AXA Mandiri dirancang agar Anda dapat mempersiapkan dan mewujudkan impian masa depan dengan lebih baik, seperti pernikahan, menyekolahkan anak, melakukan perjalanan ibadah, wisata, hingga mempersiapkan pensiun.

5. Asuransi kredit

Asuransi ini biasanya menawarkan perlindungan ketika terjadi risiko meninggal dunia atau cacat yang menyebabkan nasabah kredit tidak lagi bisa bekerja dan melunasi kredit atau pinjaman yang sedang berjalan. Biasanya, asuransi ini diberikan kepada nasabah perbankan yang sedang dalam masa pinjaman, baik KPR, KTA, KPM, dan jenis kredit lainnya.

AXA Mandiri juga memiliki beberapa produk asuransi kredit seperti:

  • Asuransi Jiwa Kredit Plus yang memberikan manfaat pelunasan sisa pinjaman jika debitur meninggal dunia hingga Rp1 Miliar.
  • Asuransi Jiwa Kredit Kendaraan Plus yang memberikan perlindungan jiwa untuk kredit kendaraan bermotor dengan uang pertanggungan hingga Rp2.25 Miliar jika debitur meninggal dunia.
  • Asuransi Mandiri Protection Prime yang memberikan pertanggungan berupa pelunasan utang kartu kredit terhadap risiko meninggal dunia yang terdiagnosis Penyakit Kritis dan Cacat Total Tetap bagi Tertanggung yang memiliki Mandiri Kartu Kredit.
  • Asuransi Perlindungan Kredit Prima yang memberikan perlindungan jiwa untuk kredit kepemilikan rumah dengan manfaat pelunasan sisa pinjaman pokok apabila terjadi risiko meninggal dunia.

Bagi Anda yang masih bingung menentukan produk asuransi yang sesuai kebutuhan, cobalah konsultasikan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber:

  • https://sahabat.pegadaian.co.id/artikel/keuangan/peran-asuransi
  • https://www.idscore.id/articles/pentingnya-asuransi-jenis-dan-skala-prioritas-yang-harus-diketahui
  • https://www.kompas.com/tren/read/2024/04/25/084500965/apa-itu-asuransi-berikut-cara-kerja-dan-manfaatnya

Aset Penerbit

Kesalahan terjadi ketika Memproses Template.
The following has evaluated to null or missing:
==> dynamicElement.element("dynamic-content")  [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 39]

----
Tip: If the failing expression is known to legally refer to something that's sometimes null or missing, either specify a default value like myOptionalVar!myDefault, or use <#if myOptionalVar??>when-present<#else>when-missing</#if>. (These only cover the last step of the expression; to cover the whole expression, use parenthesis: (myOptionalVar.foo)!myDefault, (myOptionalVar.foo)??
----

----
FTL stack trace ("~" means nesting-related):
	- Failed at: #assign Category = dynamicElement.ele...  [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 19]
----
1<#assign base_url = "/web/amfs/" /> 
2 
3<section class="slider-section CX-main CX-card-media-new media simple"> 
4	<div class="container CX-wrapper"> 
5	  <div class="box-title"> 
6		  <h3 class="font-publico">Pilih Artikel Terkait</h3> 
7		</div> 
8		  <div class="media-slider" aria-label="Media carousel"> 
9			  <#if entries?has_content> 
10				  <#assign no = 0 /> 
11				  <#list entries as curEntry> 
12					  <#assign no = no + 1 /> 
13					  <#assign renderer = curEntry.getAssetRenderer() /> 
14					  <#assign className = renderer.getClassName() /> 
15 
16            <#if className == "com.liferay.journal.model.JournalArticle"> 
17              <#assign journalArticle = renderer.getArticle() /> 
18              <#assign document = saxReaderUtil.read(journalArticle.getContentByLocale(locale.toString())) /> 
19              <#assign rootElement = document.getRootElement() /> 
20 
21              <#assign date = journalArticle.getDisplayDate() /> 
22              <#assign displayDate = dateUtil.getDate(date, "dd MMM yyyy", locale) /> 
23              <#assign displayTime = dateUtil.getDate(date?time, "HH:mm", locale) /> 
24 
25              <#-- Ambil Category & ImageBackground --> 
26              <#assign Category = "" /> 
27              <#assign ImageBackground = "" /> 
28              <#list rootElement.elements() as dynamicElement> 
29                <#if "Category" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
30                  <#assign Category = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() /> 
31                </#if> 
32                <#if "ImageBackground" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
33                  <#assign ImageBackground = dynamicElement.element("dynamic-content").getStringValue() /> 
34            </#if> 
35					</#list> 
36 
37						<#assign catSlug = stringUtil.replace(Category?lower_case, " ", "-") /> 
38 
39						<div class="box-card-outer vp-fadeinup delayp${no} <#if Category?has_content>tag-${catSlug}</#if>"> 
40							<div class="box-card-inner"> 
41 
42								<#-- Gambar background --> 
43								<#if ImageBackground?has_content> 
44									<#assign image_json = jsonFactoryUtil.createJSONObject(ImageBackground) /> 
45									<#assign path_image = "/documents/" /> 
46									<#assign image_groupid = image_json.getString("groupId") + "/" /> 
47									<#assign image_fileEntryId = image_json.getString("fileEntryId") + "/" /> 
48									<#assign image_name = stringUtil.replace(image_json.getString("name"), " ", "%20") /> 
49									<#assign image_uuid = "/" + image_json.getString("uuid") + "/" /> 
50									<#assign full_image = path_image + image_groupid + image_fileEntryId + image_name + image_uuid /> 
51 
52									<a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true"> 
53										<div class="img-background" style="background-image:url(${full_image});"></div> 
54									</a> 
55								</#if> 
56 
57								<#-- Konten card versi sederhana --> 
58								<div class="box-card-item"> 
59								<#-- Tag kategori --> 
60								<#if Category?has_content> 
61									<div class="box-tag-media font-opensans"><p>${Category}</p></div> 
62								</#if> 
63								<div class="text"> 
64									<h4 class="font-publico"> 
65										<a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true">${curEntry.getTitle(locale)}</a></h4> 
66											<#list rootElement.elements() as dynamicElement> 
67												<#if "ShortDescription" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
68													<#assign ShortDescription = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() /> 
69													<p class="font-opensans">${ShortDescription}</p> 
70												</#if> 
71											</#list> 
72											<div class="date"> 
73												<span>${displayDate}</span> 
74											</div> 
75                    </div> 
76                  </div> 
77                </div> 
78              </div> 
79						</#if> 
80				</#list> 
81			</#if> 
82		</div> 
83	</div> 
84</section> 
85 
86<style lang="scss"> 
87	 
88	.slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple { 
89		background: #E2EFFF; 
90
91 
92.container.CX-wrapper { 
93  position: relative; 
94
95	 
96	.box-title { 
97  h3 { 
98    font-size: 28px; 
99    text-align: center; 
100    color: #00008F; 
101    font-weight: 700; 
102    padding-top: 20px; 
103    margin-bottom: 25px; 
104
105
106 
107.media-slider { 
108  position: relative; 
109	 
110	.slick-list { 
111			width: 1100px; 
112			margin: 0 auto; 
113			margin-bottom: 40px; 
114		 
115		.slick-track { 
116			opacity: 1; 
117			width: 4037px; 
118			transform: translate3d(-1101px, 0px, 0px); 
119			margin-bottom: 50px; 
120			 
121			.box-card-outer { 
122				width: 383px; 
123				height: 480px; 
124				transition: opacity 0.3s ease; 
125				 
126				.box-card-inner { 
127					text-align: left; 
128					transition: transform 0.3s ease; 
129					margin: 10px; 
130					min-width: 280px; 
131					position: relative; 
132					//display: flex; 
133					//flex-direction: column; 
134					align-items: stretch; 
135 
136					&:hover { 
137						transform: translateY(-4px); 
138
139 
140					.img-background { 
141						//width: 100%; 
142						padding-top: 56.25%; 
143						background-size: cover; 
144						background-position: center right; 
145						border-radius: 8px; 
146						width: 320px; 
147						height: 256.79px; 
148 
149
150 
151					.media-body, 
152					.box-card-item { 
153						//padding: 15px; 
154 
155						h3, 
156						h4 { 
157							font-weight: 700; 
158							font-size: 18px; 
159							margin: 10px 0; 
160							color: #00008F; 
161							transition: color 0.3s ease; 
162 
163							a { 
164								color: inherit; 
165								text-decoration: none; 
166 
167								&:hover { 
168									color: #FCB600; 
169									text-decoration: underline; 
170
171
172
173 
174						.box-tag-media { 
175							border: 1px solid; 
176							margin-top: 10px; 
177							border-radius: 16px; 
178							background: #FCB501; 
179							color: #FCB501; 
180							display: inline-block; 
181							padding: 4px 12px; 
182 
183							p { 
184								align-items: center; 
185								margin: 0 auto; 
186								text-align: center; 
187								font-size: 15px; 
188								color: #000; 
189
190
191 
192						.text { 
193							a { 
194								font-size: 16px; 
195								-webkit-line-clamp: 2; 
196                -webkit-box-orient: vertical; 
197                overflow: hidden; 
198                text-overflow: ellipsis; 
199                white-space: normal; 
200                word-break: break-word; 
201                max-height: calc(1.3em * 2); 
202                display: -webkit-box; 
203
204
205 
206						p { 
207							color: #353535; 
208							font-size: 14px; 
209							margin: 6px 0; 
210							-webkit-line-clamp: 2; 
211              -webkit-box-orient: vertical; 
212              overflow: hidden; 
213							text-overflow: ellipsis; 
214							white-space: normal; 
215							word-break: break-word; 
216							max-height: calc(1.3em * 2); 
217							display: -webkit-box; 
218
219 
220						.date { 
221							span { 
222								font-size: 12px; 
223								color: #000; 
224								font-weight: 600; 
225
226
227
228
229
230 
231
232
233	 
234  .slick-slide { 
235    padding: 10px; 
236
237 
238  .slick-prev, 
239  .slick-next { 
240    z-index: 99; 
241    height: 36px; 
242    width: 36px; 
243    background-color: #00008F; 
244    border-radius: 50%; 
245    opacity: .25; 
246    transition: background-color .3s ease, opacity .3s ease; 
247 
248    &:before { 
249      font-family: "Font Awesome\ 5 Pro"; 
250      font-size: 15px; 
251      color: #FFFFFF; 
252      position: relative; 
253
254 
255    &:hover { 
256      background-color: #FCB600; 
257      opacity: 1; 
258
259
260 
261  .slick-prev { 
262    left: 5px; 
263 
264    &:before { 
265      content: '\f053'; 
266
267
268 
269  .slick-next { 
270    right: 5px; 
271 
272    &:before { 
273      content: '\f054'; 
274
275
276 
277  .slick-dots { 
278    display: flex !important; 
279    justify-content: center; 
280    gap: 6px; 
281    align-items: center; 
282    margin-top: 18px; 
283 
284    li { 
285      margin: 0; 
286      width: 16px; 
287      transition: width 0.3s ease; 
288 
289      button { 
290        width: 100%; 
291        height: 5px; 
292        background-color: transparent; 
293        border: 1px solid #00008F; 
294        border-radius: 5px; 
295        padding: 0; 
296        cursor: pointer; 
297        transition: background-color 0.3s ease; 
298 
299        &::before { 
300          content: ""; 
301
302 
303        &:hover { 
304          background-color: #a9a9a9; 
305
306
307 
308      &.slick-active { 
309        width: 36px; 
310 
311        button { 
312          background-color: #00008F; 
313
314
315
316
317 
318  &.no-fade .slick-slide { 
319    opacity: 1 !important; 
320
321
322 
323@media (max-width: 1024px) { 
324  .media-slider	{ 
325		.slick-prev	{ 
326    	display: none !important; 
327
328
329 
330  .media-slider { 
331		.slick-next { 
332    	display: none !important; 
333
334
335
336 
337@media (max-width: 768px) { 
338	.CX-main.CX-card-media-new.media { 
339        padding: 0 !important; 
340
341	 
342	.box-title { 
343		h3 { 
344			font-size: 24px; 
345			margin-bottom: 30px; 
346
347
348	.media-slider { 
349		.slick-prev	{ 
350    	display: none !important; 
351
352		.slick-next { 
353			display: none !important; 
354
355	  .slick-slide { 
356		  padding: 0; 
357
358		 
359		.slick-list { 
360			.slick-track { 
361				.box-card-outer { 
362					width: 320px; 
363					height: 360px; 
364					.box-card-inner { 
365						width: 287px; 
366						 
367						.img-background { 
368							width: 100%; 
369							height: 192px; 
370							padding: 0; 
371
372						 
373						.media-body { 
374							h3 { 
375								font-size: 16px; 
376
377							h4 { 
378								font-size: 16px; 
379
380
381						 
382						.box-card-item { 
383							.text { 
384								width: 100%; 
385								h4 { 
386									font-size: 16px; 
387
388
389							 
390							.box-tag-media { 
391								p { 
392									font-size: 12px; 
393
394 
395								.date { 
396									span { 
397										font-size: 11px; 
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408	 
409.slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple { 
410  position: relative; 
411
412 
413</style> 
414			 
415<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/slick-carousel/1.8.1/slick.min.js"></script> 
416<script> 
417	$(function () { 
418		const $slider = $('.media-slider'); 
419 
420		// Inisialisasi Slick 
421		$slider.slick({ 
422			slidesToShow: 3, 
423			dots: true, 
424			arrows: true, 
425			infinite: true, 
426			centerMode: false,  
427			centerPadding: '0px', 
428			lazyLoad: 'ondemand', 
429			responsive: [ 
430
431					breakpoint: 1024, 
432					settings: { 
433						slidesToShow: 2, 
434						centerMode: false, 
435						centerPadding: '0px' 
436
437				}, 
438
439					breakpoint: 768, 
440					settings: { 
441						slidesToShow: 1, 
442						centerMode: true,  
443						centerPadding: '50px' 
444
445				}, 
446
447					breakpoint: 400, 
448					settings: { 
449						slidesToShow: 1, 
450						centerMode: true,  
451						centerPadding: '25px' 
452
453				}, 
454
455					breakpoint: 375, 
456					settings: { 
457						slidesToShow: 1, 
458						centerMode: true,  
459						centerPadding: '0px' 
460
461
462
463			}); 
464 
465			function fixSlickOpacity() { 
466				const totalSlides = $slider.find('.slick-slide').not('.slick-cloned').length; 
467				const slick = $slider.slick('getSlick'); 
468				const currentShow = slick.options.slidesToShow || 1; 
469 
470				if (totalSlides <= currentShow) { 
471					$slider.addClass('no-fade'); 
472				} else { 
473					$slider.removeClass('no-fade'); 
474
475
476 
477			setTimeout(fixSlickOpacity, 100); 
478			$slider.on('setPosition afterChange breakpoint', fixSlickOpacity); 
479	}); 
480</script>