Artikel Inspirasi
03 Juni 2020
Share This Article :
Dikutip dari halaman Historia.id, sejarah asuransi di Indonesia bermula sejak 1840-an. Bataviaasche Zee en Brand-Assurantie Maatschappij adalah perusahaan asuransi pertama di Indonesia, berdiri pada 18 Januari 1843 dan berlokasi di Kali Besar Timur, Batavia. Awalnya asuransi tersebut banyak digunakan oleh perusahaan perkapalan untuk melindungi barang yang mereka bawa dari risiko pembusukan, perompakan, kebakaran atau terpaan ombak.
Dengan kata lain, perusahaan asuransi pertama di Indonesia adalah perusahaan asuransi umum. Kemudian beberapa waktu berdirilah perusahaan asuransi jiwa dengan nama Nederlansch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij atau disingkat NILLMIJ.
Berawal dari keprihatinan terhadap kehidupan guru Indonesia, Dwidjosewojo seorang guru di Magelang yang juga anggota Boedi Oetomo mengusulkan pembentukan badan asuransi jiwa bersama dalam rapat Persatoean Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB atau disingkat OL Mij PGHB, asuransi pertama murni milik anak negeri akhirnya terwujud di Magelang pada 12 Februari 1912.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asuransi adalah pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat).
Sedangkan menurut definisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ada dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan. Imbalan yang dimaksud adalah untuk:
Usaha pengasuransian merupakan kegiatan usaha yang bergerak di bidang:
Mudahnya, cara kerja asuransi itu seperti gotong-royong atau subsidi silang. Sebab, perusahaan asuransi sebenarnya menghimpun dana dari nasabah. Kemudian, dana tersebut diolah sedemikian rupa. Saat salah satu nasabah mengalami risiko berupa kerugian finansial tertentu yang masuk dalam kesepakatan, pihak perusahaan asuransi akan memberikan sebagian dana tersebut. Dengan kata lain asuransi sangat bermanfaat karena hadir untuk melindungi setiap orang dari kerugian finansial yang disebabkan oleh risiko dalam hidup.
Asuransi memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan masyarakat. Tidak hanya memberikan perlindungan finansial dari berbagai risiko yang tidak terduga, asuransi juga memiliki dampak signifikan terhadap sektor ekonomi secara keseluruhan. Asuransi pun diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga asuransi umum lainnya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut alasan kenapa asuransi penting dimiliki.
Peran utama asuransi adalah menjaga pemiliknya dari dampak finansial akibat kejadian tidak terduga seperti risiko penyakit di masa depan, kecelakaan, bencana alam, hingga risiko kehilangan kemampuan mencari penghasilan.
Jika hal tersebut terjadi, asuransi dapat menanggung biaya tak terduga ini untuk mencegah kerugian finansial yang besar, sehingga Anda tidak perlu mengambil dana dari tabungan pribadi atau dana darurat, serta bisa fokus untuk pemulihan tanpa khawatir tentang biaya yang tinggi.
Namun, apabila tidak mengalami kerugian, manfaat asuransi masih bisa dirasakan karena premi yang dibayarkan akan menjadi tabungan dan dapat dimanfaatkan di masa depan, terutama jika Anda mengambil produk asuransi PAYDI.
Peran asuransi dalam manajemen risiko adalah mengendalikan atau menghilangkan risiko yang mungkin terjadi akibat ketidakpastian di masa depan. Asuransi dapat memastikan bahwa keluarga tetap mendapatkan dukungan finansial jika sesuatu terjadi pada Anda sebagai pencari nafkah utama atau pemegang polis. Dengan begitu, keluarga yang ditinggalkan agar tetap bisa melanjutkan hidup tanpa beban finansial yang berat.
Selain itu, asuransi juga dapat membantu mengendalikan dampak yang didapatkan dari risiko tidak terduga dalam bentuk perlindungan keuangan. Misalnya, aset berharga Anda seperti rumah, investasi, kendaraan, tabungan masa depan tidak perlu dijual hanya untuk menanggung risiko keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.
Dengan memiliki asuransi, Anda bisa merasa lebih tenang dan aman karena tahu bahwa Anda memiliki jaring pengaman finansial. Ini memberikan ketenangan jiwa yang tidak ternilai, sehingga memungkinkan Anda untuk menjalani hidup dengan lebih percaya diri tanpa perlu mengkhawatirkan risiko finansial yang diakibatkan dari risiko kehidupan di kemudian hari.
Beberapa jenis asuransi seperti asuransi pendidikan atau asuransi jiwa dengan nilai tunai juga berfungsi sebagai alat investasi dan tabungan jangka panjang. Produk ini tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membantu Anda merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Asuransi juga berperan penting dalam pengelolaan keuangan Anda. Premi yang dibayarkan setiap bulannya bukanlah sebuah pemborosan tanpa manfaat, melainkan bentuk jaminan kestabilan finansial di masa depan. Oleh karena itu, beberapa orang memanfaatkan produk asuransi untuk mengelola keuangan seperti menyisihkan uang untuk pengeluaran tidak terduga di masa depan sehingga tidak perlu menggelontorkan dana jika mengalami sebuah risiko kehidupan.
Asuransi jiwa dan kesehatan dapat melindungi keuangan Anda di masa depan, terutama ketika Anda mengalami risiko kesehatan seperti sakit atau meninggal dunia. Kedua produk asuransi ini akan membantu melindungi Anda sekaligus orang tercinta.
Dengan asuransi kesehatan, Anda bisa memiliki proteksi keuangan jika membutuhkan tindakan medis dari rumah sakit. Sedangkan, asuransi jiwa juga memberikan proteksi keuangan untuk keluarga tercinta ketika terjadi risiko meninggal dunia. Dengan begitu, anggota keluarga Anda tetap bisa menjalani hidup seperti biasa tanpa khawatir risiko keuangan di masa depan.
Asuransi juga akan membantu merencanakan kestabilan keuangan sehingga Anda bisa memenuhi kebutuhan harian secara jangka panjang dan tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan pokok. Hal ini membuat asuransi menjadi bentuk investasi jangka panjang, di mana pengeluaran akibat risiko yang dihadapi tidak keluar dari dompet secara langsung, tetapi ditanggung perusahaan asuransi, sehingga tabungan, investasi, dan aset yang Anda miliki tetap aman.
Dilansir dari Kompas, cara kerja asuransi adalah Anda sebagai nasabah asuransi membayar iuran kepada perusahaan asuransi, sehingga mendapatkan tanggungan ketika mengalami kerugian, kerusakan, dan lain-lain sesuai jenis asuransi Anda.
Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar ganti rugi jika Anda sebagai nasabah mengalami risiko kerugian yang dijamin dalam polis asuransi atau surat perjanjian. Jika klaim asuransi yang dibuat sesuai ketentuan tertera dalam polis, maka perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi atas risiko finansial yang dialami nasabah.
Perusahaan asuransi menggunakan metode tertentu untuk membantu mengurangi risiko kerugian mereka, yaitu:
Proses penjaminan menilai risiko masing-masing pemegang polis seperti usia, status kesehatan, catatan mengemudi, lokasi, atau pekerjaan. Aktuaris kemudian menggunakan model matematika dan statistik untuk menghitung premi dengan memprediksi klaim di masa depan. Tujuannya adalah membebankan premi lebih banyak daripada yang dibayarkan, sehingga menghasilkan keuntungan dari penjaminan emisi.
Perusahaan asuransi diperbolehkan untuk menginvestasikan uang yang mereka kumpulkan dalam premi, menyimpan cadangan likuid dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi persyaratan permodalan. Investasi ini dilakukan untuk menghasilkan keuntungan, baik untuk menanggung asuransi atau sebagai pendapatan tambahan perusahaan asuransi
Beberapa perusahaan asuransi membeli asuransi sendiri dari perusahaan reasuransi besar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap klaim besar.
Asuransi adalah alat penting untuk melindungi diri dan aset dari berbagai risiko yang tidak terduga. Ada berbagai jenis asuransi yang ditawarkan di pasar untuk memberikan perlindungan khusus sesuai dengan kebutuhan individu dan keluarga. Di bawah ini adalah beberapa produk asuransi yang bisa dipilih dan pertimbangkan untuk melengkapi perlindungan finansial Anda dan keluarga di masa depan.
Asuransi jiwa memberikan manfaat finansial kepada ahli waris atau penerima manfaat setelah kematian tertanggung. Terdapat berbagai jenis asuransi jiwa yang bisa Anda miliki di AXA Mandiri yaitu:
AXA Mandiri juga dilengkapi dengan beberapa produk asuransi jiwa, baik asuransi jiwa term-life, whole-life, hingga PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi).
Bagi Anda yang ingin membeli asuransi jiwa term-life atau berjangka, Anda bisa membeli produk asuransi AXA Mandiri yang meliputi produk Asuransi Perlindungan Kredit Prima yang dapat memberikan perlindungan jiwa bagi nasabah pinjaman kredit; Asuransi Mandiri Flexi Proteksi yang berikan manfaat meninggal dunia, manfaat kondisi kritis, manfaat rawat inap, serta manfaat akhir masa asuransi; atau Asuransi Mandiri Secure Life Extra dan/atau Asuransi Mandiri Life Protection yang memberikan manfaat meninggal dunia dan manfaat asuransi tambahan (jika dipilih) dengan masa pembayaran premi yang lebih singkat selama 6 tahun untuk Masa Asuransi 9 tahun.
Sedangkan, untuk Anda yang ingin membeli asuransi jiwa PAYDI, Anda bisa memilih produk Asuransi Mandiri Elite Plan. Hal itu karena, produk asuransi ini memberikan manfaat nilai tunai yang dikaitkan dengan kinerja investasi dari subdana dengan pembayaran premi secara berkala. Asuransi ini juga dapat memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun dan terdiri atas dua plan (Prime dan Protection) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda.
Asuransi kesehatan merupakan produk asuransi yang menangani masalah kesehatan tertanggung karena suatu penyakit dan menanggung biaya proses perawatan. Umumnya, penyebab sakit tertanggung yang biayanya dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi adalah cedera, cacat, sakit, penyakit kritis, hingga kematian karena kecelakaan.
Ada beberapa produk asuransi kesehatan dari AXA Mandiri yang bisa Anda pilih, mulai dari Asuransi Mandiri Solusi Kesehatan dan Asuransi Mandiri Proteksi Penyakit Tropis, hingga beberapa asuransi penyakit kritis seperti Asuransi Mandiri Secure Criticare, Asuransi Mandiri Proteksi Jantung, dan Asuransi Mandiri Proteksi Kanker Dini.
Setiap orang tua pastinya tidak ingin pendidikan anaknya putus ditengah jalan. Terutama pada biaya pendidikan yang terus meningkat tiap tahunnya. Kesadaran akan hal tersebut membuat asuransi pendidikan saat ini cukup banyak diminati.
AXA Mandiri sendiri dilengkapi dengan asuransi pendidikan yaitu Asuransi Mandiri Masa Depan Sejahtera, Pasti Bisa Kuliah! yang dikombinasikan dengan asuransi jiwa. Dengan asuransi ini, Anda bisa mendapatkan perlindungan jiwa berupa Manfaat Meninggal Dunia, Manfaat Akhir Masa Asuransi dengan jumlah dan waktu pembayaran manfaat yang dapat disesuaikan dengan rencana atau kebutuhan Anda, serta Manfaat Pembebasan Premi hingga Manfaat Tunai Sekaligus sesuai syarat & ketentuan yang berlaku.
Hanya dengan membayar premi mulai dari Rp400 ribu, Anda bisa mendapatkan perlindungan hingga 20 tahun. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perlindungan atas dana pendidikan yang sudah Anda kumpulkan agar tidak digunakan untuk memenuhi risiko keuangan di masa depan. Dengan memiliki Asuransi Mandiri Masa Depan Sejahtera, Pasti Bisa Kuliah!, Anda juga tidak perlu khawatir ketika terjadi risiko kehidupan. Apapun risiko kehidupan di masa depan, Anda tetap bisa memberikan pendidikan sesuai yang sudah Anda rencanakan.
Asuransi masa depan bertujuan untuk melindungi kecukupan finansial seseorang ketika sudah tidak produktif lagi. Mudahnya, asuransi ini membantu Anda dalam mengumpulkan dana pensiun agar ketika masa pensiun datang, kita bisa mendapatkan jumlah pensiun reguler. Bila terjadi kasus kematian, keluarga tertanggung dapat mengklaim uang pertanggungan.
Produk Asuransi Mandiri Rencana Masa Depan dari AXA Mandiri dirancang agar Anda dapat mempersiapkan dan mewujudkan impian masa depan dengan lebih baik, seperti pernikahan, menyekolahkan anak, melakukan perjalanan ibadah, wisata, hingga mempersiapkan pensiun.
Asuransi ini biasanya menawarkan perlindungan ketika terjadi risiko meninggal dunia atau cacat yang menyebabkan nasabah kredit tidak lagi bisa bekerja dan melunasi kredit atau pinjaman yang sedang berjalan. Biasanya, asuransi ini diberikan kepada nasabah perbankan yang sedang dalam masa pinjaman, baik KPR, KTA, KPM, dan jenis kredit lainnya.
AXA Mandiri juga memiliki beberapa produk asuransi kredit seperti:
Bagi Anda yang masih bingung menentukan produk asuransi yang sesuai kebutuhan, cobalah konsultasikan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.
Sumber:
The following has evaluated to null or missing: ==> dynamicElement.element("dynamic-content") [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 39] ---- Tip: If the failing expression is known to legally refer to something that's sometimes null or missing, either specify a default value like myOptionalVar!myDefault, or use <#if myOptionalVar??>when-present<#else>when-missing</#if>. (These only cover the last step of the expression; to cover the whole expression, use parenthesis: (myOptionalVar.foo)!myDefault, (myOptionalVar.foo)?? ---- ---- FTL stack trace ("~" means nesting-related): - Failed at: #assign Category = dynamicElement.ele... [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 19] ----
1<#assign base_url = "/web/amfs/" />
2
3<section class="slider-section CX-main CX-card-media-new media simple">
4 <div class="container CX-wrapper">
5 <div class="box-title">
6 <h3 class="font-publico">Pilih Artikel Terkait</h3>
7 </div>
8 <div class="media-slider" aria-label="Media carousel">
9 <#if entries?has_content>
10 <#assign no = 0 />
11 <#list entries as curEntry>
12 <#assign no = no + 1 />
13 <#assign renderer = curEntry.getAssetRenderer() />
14 <#assign className = renderer.getClassName() />
15
16 <#if className == "com.liferay.journal.model.JournalArticle">
17 <#assign journalArticle = renderer.getArticle() />
18 <#assign document = saxReaderUtil.read(journalArticle.getContentByLocale(locale.toString())) />
19 <#assign rootElement = document.getRootElement() />
20
21 <#assign date = journalArticle.getDisplayDate() />
22 <#assign displayDate = dateUtil.getDate(date, "dd MMM yyyy", locale) />
23 <#assign displayTime = dateUtil.getDate(date?time, "HH:mm", locale) />
24
25 <#-- Ambil Category & ImageBackground -->
26 <#assign Category = "" />
27 <#assign ImageBackground = "" />
28 <#list rootElement.elements() as dynamicElement>
29 <#if "Category" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")>
30 <#assign Category = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() />
31 </#if>
32 <#if "ImageBackground" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")>
33 <#assign ImageBackground = dynamicElement.element("dynamic-content").getStringValue() />
34 </#if>
35 </#list>
36
37 <#assign catSlug = stringUtil.replace(Category?lower_case, " ", "-") />
38
39 <div class="box-card-outer vp-fadeinup delayp${no} <#if Category?has_content>tag-${catSlug}</#if>">
40 <div class="box-card-inner">
41
42 <#-- Gambar background -->
43 <#if ImageBackground?has_content>
44 <#assign image_json = jsonFactoryUtil.createJSONObject(ImageBackground) />
45 <#assign path_image = "/documents/" />
46 <#assign image_groupid = image_json.getString("groupId") + "/" />
47 <#assign image_fileEntryId = image_json.getString("fileEntryId") + "/" />
48 <#assign image_name = stringUtil.replace(image_json.getString("name"), " ", "%20") />
49 <#assign image_uuid = "/" + image_json.getString("uuid") + "/" />
50 <#assign full_image = path_image + image_groupid + image_fileEntryId + image_name + image_uuid />
51
52 <a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true">
53 <div class="img-background" style="background-image:url(${full_image});"></div>
54 </a>
55 </#if>
56
57 <#-- Konten card versi sederhana -->
58 <div class="box-card-item">
59 <#-- Tag kategori -->
60 <#if Category?has_content>
61 <div class="box-tag-media font-opensans"><p>${Category}</p></div>
62 </#if>
63 <div class="text">
64 <h4 class="font-publico">
65 <a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true">${curEntry.getTitle(locale)}</a></h4>
66 <#list rootElement.elements() as dynamicElement>
67 <#if "ShortDescription" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")>
68 <#assign ShortDescription = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() />
69 <p class="font-opensans">${ShortDescription}</p>
70 </#if>
71 </#list>
72 <div class="date">
73 <span>${displayDate}</span>
74 </div>
75 </div>
76 </div>
77 </div>
78 </div>
79 </#if>
80 </#list>
81 </#if>
82 </div>
83 </div>
84</section>
85
86<style lang="scss">
87
88 .slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple {
89 background: #E2EFFF;
90 }
91
92.container.CX-wrapper {
93 position: relative;
94}
95
96 .box-title {
97 h3 {
98 font-size: 28px;
99 text-align: center;
100 color: #00008F;
101 font-weight: 700;
102 padding-top: 20px;
103 margin-bottom: 25px;
104 }
105}
106
107.media-slider {
108 position: relative;
109
110 .slick-list {
111 width: 1100px;
112 margin: 0 auto;
113 margin-bottom: 40px;
114
115 .slick-track {
116 opacity: 1;
117 width: 4037px;
118 transform: translate3d(-1101px, 0px, 0px);
119 margin-bottom: 50px;
120
121 .box-card-outer {
122 width: 383px;
123 height: 480px;
124 transition: opacity 0.3s ease;
125
126 .box-card-inner {
127 text-align: left;
128 transition: transform 0.3s ease;
129 margin: 10px;
130 min-width: 280px;
131 position: relative;
132 //display: flex;
133 //flex-direction: column;
134 align-items: stretch;
135
136 &:hover {
137 transform: translateY(-4px);
138 }
139
140 .img-background {
141 //width: 100%;
142 padding-top: 56.25%;
143 background-size: cover;
144 background-position: center right;
145 border-radius: 8px;
146 width: 320px;
147 height: 256.79px;
148
149 }
150
151 .media-body,
152 .box-card-item {
153 //padding: 15px;
154
155 h3,
156 h4 {
157 font-weight: 700;
158 font-size: 18px;
159 margin: 10px 0;
160 color: #00008F;
161 transition: color 0.3s ease;
162
163 a {
164 color: inherit;
165 text-decoration: none;
166
167 &:hover {
168 color: #FCB600;
169 text-decoration: underline;
170 }
171 }
172 }
173
174 .box-tag-media {
175 border: 1px solid;
176 margin-top: 10px;
177 border-radius: 16px;
178 background: #FCB501;
179 color: #FCB501;
180 display: inline-block;
181 padding: 4px 12px;
182
183 p {
184 align-items: center;
185 margin: 0 auto;
186 text-align: center;
187 font-size: 15px;
188 color: #000;
189 }
190 }
191
192 .text {
193 a {
194 font-size: 16px;
195 -webkit-line-clamp: 2;
196 -webkit-box-orient: vertical;
197 overflow: hidden;
198 text-overflow: ellipsis;
199 white-space: normal;
200 word-break: break-word;
201 max-height: calc(1.3em * 2);
202 display: -webkit-box;
203 }
204 }
205
206 p {
207 color: #353535;
208 font-size: 14px;
209 margin: 6px 0;
210 -webkit-line-clamp: 2;
211 -webkit-box-orient: vertical;
212 overflow: hidden;
213 text-overflow: ellipsis;
214 white-space: normal;
215 word-break: break-word;
216 max-height: calc(1.3em * 2);
217 display: -webkit-box;
218 }
219
220 .date {
221 span {
222 font-size: 12px;
223 color: #000;
224 font-weight: 600;
225 }
226 }
227 }
228 }
229 }
230
231 }
232 }
233
234 .slick-slide {
235 padding: 10px;
236 }
237
238 .slick-prev,
239 .slick-next {
240 z-index: 99;
241 height: 36px;
242 width: 36px;
243 background-color: #00008F;
244 border-radius: 50%;
245 opacity: .25;
246 transition: background-color .3s ease, opacity .3s ease;
247
248 &:before {
249 font-family: "Font Awesome\ 5 Pro";
250 font-size: 15px;
251 color: #FFFFFF;
252 position: relative;
253 }
254
255 &:hover {
256 background-color: #FCB600;
257 opacity: 1;
258 }
259 }
260
261 .slick-prev {
262 left: 5px;
263
264 &:before {
265 content: '\f053';
266 }
267 }
268
269 .slick-next {
270 right: 5px;
271
272 &:before {
273 content: '\f054';
274 }
275 }
276
277 .slick-dots {
278 display: flex !important;
279 justify-content: center;
280 gap: 6px;
281 align-items: center;
282 margin-top: 18px;
283
284 li {
285 margin: 0;
286 width: 16px;
287 transition: width 0.3s ease;
288
289 button {
290 width: 100%;
291 height: 5px;
292 background-color: transparent;
293 border: 1px solid #00008F;
294 border-radius: 5px;
295 padding: 0;
296 cursor: pointer;
297 transition: background-color 0.3s ease;
298
299 &::before {
300 content: "";
301 }
302
303 &:hover {
304 background-color: #a9a9a9;
305 }
306 }
307
308 &.slick-active {
309 width: 36px;
310
311 button {
312 background-color: #00008F;
313 }
314 }
315 }
316 }
317
318 &.no-fade .slick-slide {
319 opacity: 1 !important;
320 }
321}
322
323@media (max-width: 1024px) {
324 .media-slider {
325 .slick-prev {
326 display: none !important;
327 }
328 }
329
330 .media-slider {
331 .slick-next {
332 display: none !important;
333 }
334 }
335}
336
337@media (max-width: 768px) {
338 .CX-main.CX-card-media-new.media {
339 padding: 0 !important;
340 }
341
342 .box-title {
343 h3 {
344 font-size: 24px;
345 margin-bottom: 30px;
346 }
347 }
348 .media-slider {
349 .slick-prev {
350 display: none !important;
351 }
352 .slick-next {
353 display: none !important;
354 }
355 .slick-slide {
356 padding: 0;
357 }
358
359 .slick-list {
360 .slick-track {
361 .box-card-outer {
362 width: 320px;
363 height: 360px;
364 .box-card-inner {
365 width: 287px;
366
367 .img-background {
368 width: 100%;
369 height: 192px;
370 padding: 0;
371 }
372
373 .media-body {
374 h3 {
375 font-size: 16px;
376 }
377 h4 {
378 font-size: 16px;
379 }
380 }
381
382 .box-card-item {
383 .text {
384 width: 100%;
385 h4 {
386 font-size: 16px;
387 }
388 }
389
390 .box-tag-media {
391 p {
392 font-size: 12px;
393 }
394
395 .date {
396 span {
397 font-size: 11px;
398 }
399 }
400 }
401 }
402 }
403 }
404 }
405 }
406 }
407}
408
409.slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple {
410 position: relative;
411}
412
413</style>
414
415<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/slick-carousel/1.8.1/slick.min.js"></script>
416<script>
417 $(function () {
418 const $slider = $('.media-slider');
419
420 // Inisialisasi Slick
421 $slider.slick({
422 slidesToShow: 3,
423 dots: true,
424 arrows: true,
425 infinite: true,
426 centerMode: false,
427 centerPadding: '0px',
428 lazyLoad: 'ondemand',
429 responsive: [
430 {
431 breakpoint: 1024,
432 settings: {
433 slidesToShow: 2,
434 centerMode: false,
435 centerPadding: '0px'
436 }
437 },
438 {
439 breakpoint: 768,
440 settings: {
441 slidesToShow: 1,
442 centerMode: true,
443 centerPadding: '50px'
444 }
445 },
446 {
447 breakpoint: 400,
448 settings: {
449 slidesToShow: 1,
450 centerMode: true,
451 centerPadding: '25px'
452 }
453 },
454 {
455 breakpoint: 375,
456 settings: {
457 slidesToShow: 1,
458 centerMode: true,
459 centerPadding: '0px'
460 }
461 }
462 ]
463 });
464
465 function fixSlickOpacity() {
466 const totalSlides = $slider.find('.slick-slide').not('.slick-cloned').length;
467 const slick = $slider.slick('getSlick');
468 const currentShow = slick.options.slidesToShow || 1;
469
470 if (totalSlides <= currentShow) {
471 $slider.addClass('no-fade');
472 } else {
473 $slider.removeClass('no-fade');
474 }
475 }
476
477 setTimeout(fixSlickOpacity, 100);
478 $slider.on('setPosition afterChange breakpoint', fixSlickOpacity);
479 });
480</script>