Aset Penerbit

Aset Penerbit

Artikel Inspirasi

Artikel Inspirasi

Waspada Penyakit Mata, Ini Jenis, Penyebab & Cara Mengatasinya!

16 April 2026

Share This Article :

Penyakit mata merupakan gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan penglihatan serta kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan tingkat keparahan yang beragam.

Rangkuman:

  • Ada banyak jenis penyakit mata yang umum terjadi seperti konjungtivitis, mata kering, katarak, kelainan refraksi, kelainan kornea, gangguan retina, hingga glaukoma.
  • Penyebab penyakit mata pun beragam mulai dari faktor usia, genetik, gaya hidup, hingga faktor penyakit seperti diabetes dan hipertensi.
  • Disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin sebelum adanya gejala, terutama penderita diabetes.

Beberapa gangguan mata mungkin hanya menimbulkan iritasi ringan, tetapi ada juga penyakit mata yang dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan mengenali faktor penyebab dan cara menjaga kesehatan mata, risiko terkena penyakit mata dapat diminimalkan sehingga fungsi penglihatan tetap terjaga dengan baik.

Jenis penyakit mata yang umum terjadi

Mengetahui jenis penyakit mata dan tanda-tandanya sangat penting agar penanganan dapat Anda lakukan sejak dini. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa gangguan mata yang umum terjadi, termasuk beberapa penyakit mata yang berbahaya.

1. Kelainan refraksi

Kelainan refraksi membuat penderitanya kesulitan melihat dengan jelas, karena fokus mata tidak jatuh pada titik yang seharusnya, sehingga membuat objek tampak buram. Selain itu, kelainan refraksi juga bisa ditimbulkan oleh perubahan bentuk kornea atau penuaan lensa. Kelainan refraksi bisa digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Rabun dekat, penderita tidak dapat melihat objek dekat dengan jelas karena fokus cahaya berada di belakang retina.
  • Rabun jauh, objek yang berada di kejauhan terlihat buram akibat fokus cahaya berada di depan retina.
  • Presbiopi atau mata tua, mata kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jelas seiring bertambahnya usia, karena otot-otot di sekitar mata yang kehilangan elastisitasnya dan mengeras.
  • Astigmatisme atau mata silinder, kondisi yang terjadi akibat kornea atau lensa mata tidak melengkung seperti lingkaran, melainkan lebih cembung atau cekung.

2. Konjungtivitis

Penyakit mata ini terjadi ketika jaringan lunak di sekitar mata meradang dan membuat mata merah, berair, perih, dan gatal. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi. Pengobatan konjungtivitis perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh alergi, penanganannya adalah dengan menjauhi pemicu alergi dan menggunakan obat antihistamin.

Sedangkan untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dibutuhkan pengobatan dengan tetes mata atau salep mata antibiotik. Karena jika dibiarkan saja, bisa membuat mata bernanah. Namun, konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari.

3. Mata kering

Mata kering bisa terjadi pada siapa saja, tetapi keluhan ini lebih sering dialami oleh lansia dan wanita. Mata kering terjadi ketika produksi air mata berkurang atau kualitasnya menurun. Penderita mata kering akan merasakan gejala berupa mata terasa berpasir atau seperti ada benda asing di mata, mata merah, terasa perih atau gatal, dan silau.

Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kurangnya produksi air mata, penyakit autoimun, infeksi, iritasi, alergi, kekurangan nutrisi, mata terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari, hingga efek samping obat-obatan. Mata kering bisa ditangani dengan penggunaan obat tetes air mata (artificial tears) atau obat untuk meningkatkan produksi air mata, namun Anda juga perlu mengidentifikasi penyebabnya sebelum mengobatinya.

4. Katarak

Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Penyakit mata ini membuat lensa mata terlihat keruh sehingga pandangan menjadi kabur, terutama saat malam hari. Katarak kebanyakan diderita oleh orang berusia 60 tahun ke atas, namun pada beberapa kasus, katarak dapat terjadi pada usia yang lebih muda, bahkan pada bayi baru lahir.

Selain karena penuaan yang membuat protein di lensa mata menggumpal, katarak juga bisa disebabkan oleh penyakit diabetes, cedera pada mata, paparan sinar UV, kebiasaan merokok, dan efek samping obat tertentu, seperti kortikosteroid dan terapi radiasi. Jika sudah mengganggu penglihatan, katarak bisa ditangani dengan operasi.

5. Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata rusak sehingga penderitanya mengalami gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Kerusakan saraf optik tersebut disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat adanya timbunan cairan di dalam mata. Glaukoma dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering menyerang lansia. Pengobatannya bisa dengan obat minum atau obat tetes mata untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata. Langkah pengobatan lainnya bisa dengan operasi, baik operasi laser maupun operasi mata konvensional.

6. Kelainan kornea

Kornea adalah lapisan terluar mata yang membantu mata fokus menangkap sinar atau gambar dari suatu objek, serta melindungi mata dari kuman, debu, dan zat berbahaya. Berbagai kondisi yang dapat menyerang kornea adalah:

  • Cedera dan alergi
  • Keratitis atau peradangan akibat infeksi atau iritasi
  • Ulkus kornea atau luka pada kornea akibat infeksi, cedera, atau paparan zat iritatif pada mata
  • Distrofi kornea atau penumpukan zat tertentu pada kornea
  • Arcus senilis, munculnya lingkaran putih atau abu-abu di tepi luar kornea).

Penyakit pada kornea ini bisa menyebabkan nyeri, mata merah, hingga penurunan penglihatan. Penanganannya bisa meliputi obat tetes, kacamata, atau bahkan operasi transplantasi kornea.

7. Gangguan retina

Retina adalah lapisan tipis di belakang mata yang mengirimkan sinyal visual ke otak. Gangguan seperti degenerasi makula, retinopati diabetik, atau lepasnya retina bisa menyebabkan kebutaan. Diagnosis dini sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan. Berikut adalah beberapa gangguan retina yang umum terjadi:

  • Ablasi retina, yaitu retina robek atau terlepas akibat adanya cairan berlebih di sekitarnya
  • Retinopati diabetik, yaitu gangguan retina yang terjadi pada penderita diabetes, khususnya pada penderita diabetes yang tidak berobat teratur
  • Epiretinal membrane, yaitu jaringan parut di atas retina
  • Lubang makula, yaitu cacat kecil di tengah retina, yang dapat terjadi ketika mata mengalami cedera
  • Degenerasi makula, yaitu menurunnya kemampuan melihat akibat penuaan, dengan keluhan berupa adanya titik hitam (titik buta) di tengah penglihatan

8. Amblyopia

Amblyopia atau mata malas adalah jenis penyakit mata yang paling umum menyebabkan gangguan penglihatan pada anak-anak. Terjadi ketika satu mata tidak berkembang sebagaimana mestinya karena otak lebih memilih mata yang lain.

9. Juling (strabismus) dan nistagmus

Strabismus terjadi ketika mata tidak sejajar saat melihat suatu objek, sementara nistagmus adalah gerakan mata yang tidak terkendali. Keduanya adalah gangguan pada mata yang bisa memengaruhi penglihatan dan koordinasi visual.

10. Buta warna

Buta warna adalah jenis penyakit mata yang menyebabkan seseorang sulit membedakan warna, terutama merah dan hijau. Sebagian besar kasus bersifat genetik, tetapi bisa juga disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu. Meskipun tidak dapat sembuh, penggunaan kacamata khusus bisa membantu.

Selain berbagai penyakit di atas, masih ada banyak jenis penyakit mata yang dapat terjadi. Jika penglihatan Anda tiba-tiba kabur atau mata terasa nyeri, bengkak, dan mengeluarkan cairan, segera periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.

Penyebab umum terjadinya penyakit mata

Penyebab penyakit mata sebenarnya tidak bisa diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang sering menjadi penyebab penyakit mata seperti:

  • Usia menjadi salah satu penyebab kinerja organ mata mengalami penurunan sehingga membuat penglihatan menjadi terganggu.
  • Genetika dari silsilah keluarga juga bisa menimbulkan penyakit mata.
  • Riwayat penyakit seperti diabetes dan hipertensi yang tidak tertangani dengan baik. Risiko penyakit tersebut secara tidak langsung bisa memengaruhi penglihatan seseorang.
  • Faktor gaya hidup seperti terlalu sering terpapar layar gadget juga bisa membuat mata lelah dan iritasi. Penanganan yang tidak tepat pun bisa membuat kesehatan mata menjadi terganggu.

Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin bahkan sebelum adanya gejala yang muncul. Pemeriksaan mata juga disarankan oleh para penderita diabetes dan mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas.

Cara mengatasi penyakit mata

Penanganan sakit mata sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya yang bisa diketahui ketika melakukan pemeriksaan ke dokter. Semua bentuk pengobatan, baik obat sakit mata alami maupun medis, perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Dilansir dari situs resmi JEC, berikut beberapa cara yang umum dilakukan untuk mengatasi sakit mata antara lain:

  • Istirahatkan mata dengan mengurangi aktivitas di depan layar untuk meredakan kelelahan pada mata.
  • Ganti lensa kontak dengan kacamata untuk memberi waktu pemulihan bagi mata yang iritasi.
  • Untuk penderita bintitan atau blefaritis, kompres hangat dapat membantu membuka sumbatan di kelopak mata dan meredakan nyeri.
  • Bilas mata dengan air mengalir atau larutan saline untuk mengurangi iritasi jika mata terkena debu atau benda asing.
  • Gunakan tetes khusus, antibiotik, antihistamin, tentunya melalui resep dokter untuk kondisi seperti infeksi, alergi, atau glaukoma yang sesuai dengan keluhan Anda.
  • Jika nyeri mata sangat mengganggu aktivitas, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri atau mempertimbangkan tindakan medis tertentu, termasuk operasi pada kasus khusus.

Sementara itu, beberapa jenis penyakit mata tertentu mungkin membutuhkan prosedur yang lebih kompleks seperti operasi laser (LASIK) untuk memperbaiki penglihatan, atau operasi katarak dan glaukoma yang dokter spesialis mata lakukan. Setiap kasus penyakit mata membutuhkan penanganan yang berbeda sehingga berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang efektif.

Dalam beberapa kondisi, penanganan penyakit mata terkadang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, pengobatan rutin, hingga tindakan medis yang tentu membutuhkan biaya. Karena itu, memiliki asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan finansial untuk membantu menanggung biaya perawatan medis, termasuk ketika Anda membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan terkait penyakit mata. 

Untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih optimal dan kemudahan menikmati manfaat rawat jalan di rumah sakit, Anda bisa mempercayakan hal ini pada AXA Mandiri melalui produk Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra dari AXA Mandiri.

Asuransi Kesehatan Proteksi Ekstra merupakan produk asuransi kesehatan yang memberi pertanggungan hingga usia 75 (tujuh puluh lima) tahun dengan Manfaat Asuransi berupa pembayaran selisih biaya dari peningkatan kelas Rawat Inap bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Dengan asuransi ini, Tertanggung dapat mengakses kelas Rawat Inap di atas kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan yang menjadi haknya. Selain itu, produk ini juga memberikan sejumlah manfaat lain yaitu manfaat ambulans, Evakuasi Medis dan repatriasi medis, Repatriasi Jenazah, dan santunan hospital cash plan.

Konsultasikan perencanaan finansial Anda dalam memilih produk asuransi kesehatan dengan Life Planner dan Financial Advisor AXA Mandiri yang akan membantu Anda memahami manfaat asuransi dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi finansial Anda. Kunjungi situs resmi AXA Mandiri atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa itu penyakit mata?

A: Penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang memengaruhi fungsi penglihatan dan kenyamanan mata, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi serius yang berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.

Q: Apakah penyakit mata bisa menyebabkan kebutaan?

A: Ya. Beberapa penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan gangguan retina dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Q: Kapan harus memeriksakan mata ke dokter?

A: Segera periksa ke dokter jika mengalami penglihatan tiba-tiba kabur, nyeri hebat, mata bengkak, keluar cairan, atau gangguan penglihatan yang tidak kunjung membaik.

Sumber:

  • https://ciputrahospital.com/macam-macam-penyakit-mata/#Cara_Mengatasi_Gangguan_pada_Mata
  • https://www.ekahospital.com/articles/8-macammacam-penyakit-mata-yang-umum-terjadi
  • https://hellosehat.com/mata/penyakit-mata/penyakit-mata-di-indonesia/
  • https://www.alodokter.com/inilah-penyakit-mata-yang-umum-terjadi
  • https://jec.co.id/id/article/sakit-mata-mengungkap-penyebab-tanda-bahaya-dan-langkahlangkah-perawatan-terbaik

Aset Penerbit

Kesalahan terjadi ketika Memproses Template.
The following has evaluated to null or missing:
==> dynamicElement.element("dynamic-content")  [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 39]

----
Tip: If the failing expression is known to legally refer to something that's sometimes null or missing, either specify a default value like myOptionalVar!myDefault, or use <#if myOptionalVar??>when-present<#else>when-missing</#if>. (These only cover the last step of the expression; to cover the whole expression, use parenthesis: (myOptionalVar.foo)!myDefault, (myOptionalVar.foo)??
----

----
FTL stack trace ("~" means nesting-related):
	- Failed at: #assign Category = dynamicElement.ele...  [in template "1415598#1415646#1876017277" at line 30, column 19]
----
1<#assign base_url = "/web/amfs/" /> 
2 
3<section class="slider-section CX-main CX-card-media-new media simple"> 
4	<div class="container CX-wrapper"> 
5	  <div class="box-title"> 
6		  <h3 class="font-publico">Pilih Artikel Terkait</h3> 
7		</div> 
8		  <div class="media-slider" aria-label="Media carousel"> 
9			  <#if entries?has_content> 
10				  <#assign no = 0 /> 
11				  <#list entries as curEntry> 
12					  <#assign no = no + 1 /> 
13					  <#assign renderer = curEntry.getAssetRenderer() /> 
14					  <#assign className = renderer.getClassName() /> 
15 
16            <#if className == "com.liferay.journal.model.JournalArticle"> 
17              <#assign journalArticle = renderer.getArticle() /> 
18              <#assign document = saxReaderUtil.read(journalArticle.getContentByLocale(locale.toString())) /> 
19              <#assign rootElement = document.getRootElement() /> 
20 
21              <#assign date = journalArticle.getDisplayDate() /> 
22              <#assign displayDate = dateUtil.getDate(date, "dd MMM yyyy", locale) /> 
23              <#assign displayTime = dateUtil.getDate(date?time, "HH:mm", locale) /> 
24 
25              <#-- Ambil Category & ImageBackground --> 
26              <#assign Category = "" /> 
27              <#assign ImageBackground = "" /> 
28              <#list rootElement.elements() as dynamicElement> 
29                <#if "Category" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
30                  <#assign Category = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() /> 
31                </#if> 
32                <#if "ImageBackground" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
33                  <#assign ImageBackground = dynamicElement.element("dynamic-content").getStringValue() /> 
34            </#if> 
35					</#list> 
36 
37						<#assign catSlug = stringUtil.replace(Category?lower_case, " ", "-") /> 
38 
39						<div class="box-card-outer vp-fadeinup delayp${no} <#if Category?has_content>tag-${catSlug}</#if>"> 
40							<div class="box-card-inner"> 
41 
42								<#-- Gambar background --> 
43								<#if ImageBackground?has_content> 
44									<#assign image_json = jsonFactoryUtil.createJSONObject(ImageBackground) /> 
45									<#assign path_image = "/documents/" /> 
46									<#assign image_groupid = image_json.getString("groupId") + "/" /> 
47									<#assign image_fileEntryId = image_json.getString("fileEntryId") + "/" /> 
48									<#assign image_name = stringUtil.replace(image_json.getString("name"), " ", "%20") /> 
49									<#assign image_uuid = "/" + image_json.getString("uuid") + "/" /> 
50									<#assign full_image = path_image + image_groupid + image_fileEntryId + image_name + image_uuid /> 
51 
52									<a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true"> 
53										<div class="img-background" style="background-image:url(${full_image});"></div> 
54									</a> 
55								</#if> 
56 
57								<#-- Konten card versi sederhana --> 
58								<div class="box-card-item"> 
59								<#-- Tag kategori --> 
60								<#if Category?has_content> 
61									<div class="box-tag-media font-opensans"><p>${Category}</p></div> 
62								</#if> 
63								<div class="text"> 
64									<h4 class="font-publico"> 
65										<a href="${assetPublisherHelper.getAssetViewURL(renderRequest, renderResponse, curEntry, true)}" data-senna-off="true">${curEntry.getTitle(locale)}</a></h4> 
66											<#list rootElement.elements() as dynamicElement> 
67												<#if "ShortDescription" == dynamicElement.attributeValue("field-reference")> 
68													<#assign ShortDescription = dynamicElement.element("dynamic-content").getText() /> 
69													<p class="font-opensans">${ShortDescription}</p> 
70												</#if> 
71											</#list> 
72											<div class="date"> 
73												<span>${displayDate}</span> 
74											</div> 
75                    </div> 
76                  </div> 
77                </div> 
78              </div> 
79						</#if> 
80				</#list> 
81			</#if> 
82		</div> 
83	</div> 
84</section> 
85 
86<style lang="scss"> 
87	 
88	.slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple { 
89		background: #E2EFFF; 
90
91 
92.container.CX-wrapper { 
93  position: relative; 
94
95	 
96	.box-title { 
97  h3 { 
98    font-size: 28px; 
99    text-align: center; 
100    color: #00008F; 
101    font-weight: 700; 
102    padding-top: 20px; 
103    margin-bottom: 25px; 
104
105
106 
107.media-slider { 
108  position: relative; 
109	 
110	.slick-list { 
111			width: 1100px; 
112			margin: 0 auto; 
113			margin-bottom: 40px; 
114		 
115		.slick-track { 
116			opacity: 1; 
117			width: 4037px; 
118			transform: translate3d(-1101px, 0px, 0px); 
119			margin-bottom: 50px; 
120			 
121			.box-card-outer { 
122				width: 383px; 
123				height: 480px; 
124				transition: opacity 0.3s ease; 
125				 
126				.box-card-inner { 
127					text-align: left; 
128					transition: transform 0.3s ease; 
129					margin: 10px; 
130					min-width: 280px; 
131					position: relative; 
132					//display: flex; 
133					//flex-direction: column; 
134					align-items: stretch; 
135 
136					&:hover { 
137						transform: translateY(-4px); 
138
139 
140					.img-background { 
141						//width: 100%; 
142						padding-top: 56.25%; 
143						background-size: cover; 
144						background-position: center right; 
145						border-radius: 8px; 
146						width: 320px; 
147						height: 256.79px; 
148 
149
150 
151					.media-body, 
152					.box-card-item { 
153						//padding: 15px; 
154 
155						h3, 
156						h4 { 
157							font-weight: 700; 
158							font-size: 18px; 
159							margin: 10px 0; 
160							color: #00008F; 
161							transition: color 0.3s ease; 
162 
163							a { 
164								color: inherit; 
165								text-decoration: none; 
166 
167								&:hover { 
168									color: #FCB600; 
169									text-decoration: underline; 
170
171
172
173 
174						.box-tag-media { 
175							border: 1px solid; 
176							margin-top: 10px; 
177							border-radius: 16px; 
178							background: #FCB501; 
179							color: #FCB501; 
180							display: inline-block; 
181							padding: 4px 12px; 
182 
183							p { 
184								align-items: center; 
185								margin: 0 auto; 
186								text-align: center; 
187								font-size: 15px; 
188								color: #000; 
189
190
191 
192						.text { 
193							a { 
194								font-size: 16px; 
195								-webkit-line-clamp: 2; 
196                -webkit-box-orient: vertical; 
197                overflow: hidden; 
198                text-overflow: ellipsis; 
199                white-space: normal; 
200                word-break: break-word; 
201                max-height: calc(1.3em * 2); 
202                display: -webkit-box; 
203
204
205 
206						p { 
207							color: #353535; 
208							font-size: 14px; 
209							margin: 6px 0; 
210							-webkit-line-clamp: 2; 
211              -webkit-box-orient: vertical; 
212              overflow: hidden; 
213							text-overflow: ellipsis; 
214							white-space: normal; 
215							word-break: break-word; 
216							max-height: calc(1.3em * 2); 
217							display: -webkit-box; 
218
219 
220						.date { 
221							span { 
222								font-size: 12px; 
223								color: #000; 
224								font-weight: 600; 
225
226
227
228
229
230 
231
232
233	 
234  .slick-slide { 
235    padding: 10px; 
236
237 
238  .slick-prev, 
239  .slick-next { 
240    z-index: 99; 
241    height: 36px; 
242    width: 36px; 
243    background-color: #00008F; 
244    border-radius: 50%; 
245    opacity: .25; 
246    transition: background-color .3s ease, opacity .3s ease; 
247 
248    &:before { 
249      font-family: "Font Awesome\ 5 Pro"; 
250      font-size: 15px; 
251      color: #FFFFFF; 
252      position: relative; 
253
254 
255    &:hover { 
256      background-color: #FCB600; 
257      opacity: 1; 
258
259
260 
261  .slick-prev { 
262    left: 5px; 
263 
264    &:before { 
265      content: '\f053'; 
266
267
268 
269  .slick-next { 
270    right: 5px; 
271 
272    &:before { 
273      content: '\f054'; 
274
275
276 
277  .slick-dots { 
278    display: flex !important; 
279    justify-content: center; 
280    gap: 6px; 
281    align-items: center; 
282    margin-top: 18px; 
283 
284    li { 
285      margin: 0; 
286      width: 16px; 
287      transition: width 0.3s ease; 
288 
289      button { 
290        width: 100%; 
291        height: 5px; 
292        background-color: transparent; 
293        border: 1px solid #00008F; 
294        border-radius: 5px; 
295        padding: 0; 
296        cursor: pointer; 
297        transition: background-color 0.3s ease; 
298 
299        &::before { 
300          content: ""; 
301
302 
303        &:hover { 
304          background-color: #a9a9a9; 
305
306
307 
308      &.slick-active { 
309        width: 36px; 
310 
311        button { 
312          background-color: #00008F; 
313
314
315
316
317 
318  &.no-fade .slick-slide { 
319    opacity: 1 !important; 
320
321
322 
323@media (max-width: 1024px) { 
324  .media-slider	{ 
325		.slick-prev	{ 
326    	display: none !important; 
327
328
329 
330  .media-slider { 
331		.slick-next { 
332    	display: none !important; 
333
334
335
336 
337@media (max-width: 768px) { 
338	.CX-main.CX-card-media-new.media { 
339        padding: 0 !important; 
340
341	 
342	.box-title { 
343		h3 { 
344			font-size: 24px; 
345			margin-bottom: 30px; 
346
347
348	.media-slider { 
349		.slick-prev	{ 
350    	display: none !important; 
351
352		.slick-next { 
353			display: none !important; 
354
355	  .slick-slide { 
356		  padding: 0; 
357
358		 
359		.slick-list { 
360			.slick-track { 
361				.box-card-outer { 
362					width: 320px; 
363					height: 360px; 
364					.box-card-inner { 
365						width: 287px; 
366						 
367						.img-background { 
368							width: 100%; 
369							height: 192px; 
370							padding: 0; 
371
372						 
373						.media-body { 
374							h3 { 
375								font-size: 16px; 
376
377							h4 { 
378								font-size: 16px; 
379
380
381						 
382						.box-card-item { 
383							.text { 
384								width: 100%; 
385								h4 { 
386									font-size: 16px; 
387
388
389							 
390							.box-tag-media { 
391								p { 
392									font-size: 12px; 
393
394 
395								.date { 
396									span { 
397										font-size: 11px; 
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408	 
409.slider-section.CX-main.CX-card-media-new.media.simple { 
410  position: relative; 
411
412 
413</style> 
414			 
415<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/slick-carousel/1.8.1/slick.min.js"></script> 
416<script> 
417	$(function () { 
418		const $slider = $('.media-slider'); 
419 
420		// Inisialisasi Slick 
421		$slider.slick({ 
422			slidesToShow: 3, 
423			dots: true, 
424			arrows: true, 
425			infinite: true, 
426			centerMode: false,  
427			centerPadding: '0px', 
428			lazyLoad: 'ondemand', 
429			responsive: [ 
430
431					breakpoint: 1024, 
432					settings: { 
433						slidesToShow: 2, 
434						centerMode: false, 
435						centerPadding: '0px' 
436
437				}, 
438
439					breakpoint: 768, 
440					settings: { 
441						slidesToShow: 1, 
442						centerMode: true,  
443						centerPadding: '50px' 
444
445				}, 
446
447					breakpoint: 400, 
448					settings: { 
449						slidesToShow: 1, 
450						centerMode: true,  
451						centerPadding: '25px' 
452
453				}, 
454
455					breakpoint: 375, 
456					settings: { 
457						slidesToShow: 1, 
458						centerMode: true,  
459						centerPadding: '0px' 
460
461
462
463			}); 
464 
465			function fixSlickOpacity() { 
466				const totalSlides = $slider.find('.slick-slide').not('.slick-cloned').length; 
467				const slick = $slider.slick('getSlick'); 
468				const currentShow = slick.options.slidesToShow || 1; 
469 
470				if (totalSlides <= currentShow) { 
471					$slider.addClass('no-fade'); 
472				} else { 
473					$slider.removeClass('no-fade'); 
474
475
476 
477			setTimeout(fixSlickOpacity, 100); 
478			$slider.on('setPosition afterChange breakpoint', fixSlickOpacity); 
479	}); 
480</script>