Aset Penerbit

Aset Penerbit

null Mengenal “Slow Living” yang Punya Banyak Manfaat. Begini Cara Menerapkannya!
Inspirasi

Pernahkah Anda merasa bahwa kehidupan ini terasa bergerak dengan cepat. Ketika Anda harus berlari saat mengejar transportasi umum dan harus berebut masuk dan keluar. Belum lagi Anda harus berlari menaiki tangga setiap hari demi mengejar waktu. Lari, bergerak, saling berebut setiap hari tentu membuat tubuh dan pikiran menjadi lelah. Kondisi inilah yang akhir-akhir ini membuat banyak orang mulai membicarakan slow living. Istilah ini mulai menjadi tren ketika beberapa orang mulai merasa lelah dalam menjalani kehidupan dan banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk menjalani slow living. Namun tahukah Anda apa itu sebenarnya slow living, apa manfaatnya, dan bagaimana cara menerapkan gaya hidup slow living?

 

Apa itu slow living?

Slow living merupakan konsep yang menekankan gaya hidup lebih sederhana dan santai. Gaya hidup ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang mendambakan kedamaian dan ketenangan hidup.

Orang yang menerapkan gaya hidup slow living biasanya lebih menyadari apa yang paling dihargai dalam hidupnya. Alih-alih melakukan sesuatu dengan cepat, slow living cenderung fokus melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Slow living sering digambarkan sebagai cara menjalani hidup dengan santai, namun bukan berarti Anda menjalani hidup dengan bermalas-malasan. Sebaliknya, penganut slow living bisa dikatakan sebagai orang yang tekun. Meski menjalani kehidupan dengan kecepatan yang sedikit lambat, penganut gaya hidup ini mengedepankan mindfulness atau melakukan semua yang terjadi pada suatu waktu dengan penuh perhatian.

 

Manfaat slow living

Menjalani hidup slow living berarti Anda lebih fokus pada rutinitas, menyediakan waktu untuk melakukan hobi hingga menikmati alam tanpa harus bersama gadget. Inti dari gaya hidup slow living adalah menjalani dan melakukan semua hal yang membuat Anda merasa lebih baik sehingga akan ada banyak manfaat yang bisa didapat seperti perasaan yang lebih bahagia, tidak terlalu stres, dan hidup lebih damai. Selain itu, dilansir dari Narasi.TV ada beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan ketika menerapkan slow living seperti:

  • Mudah mengatasi stres
  • Memiliki kualitas hubungan baik dengan orang terdekat
  • Lebih mengenali dan memahami diri sendiri
  • Mampu mengatur prioritas dengan baik.
  • Menjaga kesehatan jiwa yang berdampak positif bagi kesehatan

 

Cara menerapkan gaya hidup slow living

Slow living sering dianggap sebagai gaya hidup yang hanya dapat dimiliki oleh orang yang sudah mapan. Padahal, siapa saja bisa menerapkan gaya hidup ini, bahkan bisa saja tanpa disadari sebenarnya Anda sudah menerapkannya. Tidak perlu langsung memulai dengan hal-hal besar, Anda bisa menerapkan slow living dimulai dengan menerapkan hal-hal kecil. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa cara menerapkan gaya hidup slow living yang bisa Anda lakukan:

1. Fokus dengan apa yang sedang dijalani

Untuk menerapkan slow living, cobalah mulai latih diri Anda untuk fokus sepenuhnya pada kegiatan yang sedang dikerjakan. Anda bisa memulainya dengan melakukan hal kecil seperti tidak menonton televisi atau bermain handphone ketika makan. Dengan begitu Anda bisa menikmati makanan dengan lebih baik tanpa adanya distraksi sehingga makna dari kegiatan yang dijalani dan hidup akan terasa lebih damai.

2. Kurangi memikirkan hal di luar kendali

Ketika hidup terasa sibuk, mungkin sebenarnya otak Anda yang terlalu sibuk memikirkan berbagai hal di luar kendali. Salah satunya adalah dengan memiliki pikiran negatif tentang masa depan. Daripada memikirkan masa depan yang belum terjadi, Anda bisa fokus memperhatikan dan memberikan yang terbaik pada kegiatan masa kini yang sedang dijalani. Cara ini terbukti dapat membantu Anda menjalani hidup dengan lebih bermakna dan minim stres.

3. Istirahat sejenak

Mengambil waktu istirahat sejenak di tengah kehidupan yang serba cepat bukanlah hal yang salah. Ini menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam menerapkan slow living. Anda tidak perlu merasa takut ketinggalan dari orang lain saat sedang beristirahat karena hal ini justru dapat membantu untuk lebih memaknai kehidupan dan slow living itu sendiri.

4. Jangan takut berkata “tidak”

Anda tidak harus menuruti semua permintaan orang lain, sesekali Anda bisa menolak permintaan orang lain apabila terasa membebani. Tidak perlu juga merasa takut akan tanggapan orang tersebut karena ini adalah saatnya Anda belajar untuk tidak memikirkan hal-hal di luar kendali, salah satunya tanggapan orang lain.

Cara Menerapkan Gaya Hidup Slow Living

5. Komitmen pada waktu luang

Pada dasarnya, tidak ada orang yang selalu sibuk dan semua orang memiliki waktu luang dalam 24 jam. Perbedaannya adalah apakah mereka bisa memanfaatkan waktu luang tersebut dengan baik atau tidak. Untuk menerapkan slow living, coba gunakan waktu luang untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.

6. Memahami nilai dalam diri

Untuk menerapkan slow living, Anda juga perlu memahami nilai dalam diri karena Anda perlu melakukan perubahan pada kebiasaan kecil, bahkan pada karir. Ketika memahami nilai dalam diri, Anda akan terus memiliki motivasi dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan selama menjalani slow living dan tentunya akan selalu memiliki alasan dalam hidup.

7. Lakukan me time setiap hari

Berinteraksi dengan banyak orang tentu akan membuat Anda merasa lebih lelah. Rasanya hari tidak akan cukup untuk melakukan apa yang ingin benar-benar dilakukan. Namun dengan menerapkan slow living, Anda memiliki waktu untuk memanjakan diri sendiri dan mulai menjalani hobi, melakukan apa yang disuka, atau beristirahat.

8. Lakukan aktivitas berharga di pagi hari

Bangun lebih pagi dapat membuat Anda bisa menjalani berbagai aktivitas seperti menyeduh kopi atau teh, mendengarkan musik, perawatan kulit, meditasi, membaca, olahraga, atau berinteraksi dengan hewan peliharaan. Dengan begitu, Anda bisa menjalani hari lebih menyenangkan dan bermanfaat.

Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa menerapkan slow living dengan menerapkan beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Mengontrol pengeluaran
  • Memerhatikan jadwal tidur
  • Menggunakan gadget seperlunya
  • Mempraktekkan mindfulness
  • Gunakan waktu kosong untuk membuat atau melakukan sesuatu
  • Memasak makanan sendiri
  • Sempatkan waktu untuk keluarga, orang terdekat, dan diri sendiri.
  • Coba hal baru dengan waktu yang dimiliki

Setelah mengetahui beberapa cara menjalani gaya hidup slow living seperti yang disebutkan di atas, sekarang saatnya mulai mempertimbangkan untuk menerapkannya. Selain baik bagi kesehatan mental, gaya hidup slow living juga membantu Anda untuk terus berkarya dan meraih kesuksesan. Selain itu, gaya hidup slow living ini juga cocok dilakukan bagi Anda yang sering mengalami burnout maupun merasa penat dengan kegiatan sehari-hari.

Seperti yang Anda ketahui, burnout dapat berdampak bagi kesehatan mental dan fisik. Bahkan burnout pun dapat menyebabkan sakit kepala, sakit perut, terkena sakit usus, nafsu makan menurun, gangguan tidur, dan badan pegal-pegal.

Oleh karena itu, bagi Anda yang selama ini menjalankan hidup serba cepat dan selalu diburu-buru, coba mulai terapkan gaya hidup slow living. Dengan menjalankan gaya hidup ini, tentu Anda bisa menjalankan hidup dengan lebih baik sehingga terhindar dari masalah kesehatan mental hingga terhindar dari risiko penyakit di kemudian hari.

Selain menerapkan gaya hidup slow living, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk memiliki asuransi jiwa agar bisa lebih tenang ketika menjalani slow living. Dengan memiliki asuransi jiwa, Anda bisa memiliki waktu me time yang lebih berkualitas tanpa perlu khawatir tentang masa depan karena berbagai manfaat jika terjadi risiko yang mungkin terjadi.

Anda bisa memilih produk asuransi jiwa dari AXA Mandiri yang memiliki berbagai macam produk yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Asuransi jiwa dari AXA Mandiri dapat memberikan Anda manfaat tunai bagi ahli waris ketika terjadi risiko di kemudian hari sehingga nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan bukan hanya ketika terjadi risiko, Anda juga bisa memilih produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat pengembalian premi jika risiko yang tercantum dalam polis asuransi jiwa tidak terjadi sehingga dana tersebut dapat digunakan sebagai dana pensiun di masa depan.

Untuk mendaftarkan diri ke dalam asuransi jiwa dari AXA Mandiri, silakan kunjungi website AXA Mandiri atau hubungi Financial Advisor AXA Mandiri dengan mengunjungi Kantor Cabang Bank Mandiri atau Bank Syariah Indonesia terdekat atau menghubungi contact center AXA Mandiri di 1500803.

 

Sumber:

  • https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230720103639-33-455785/lagi-trend-slow-living-apa-sih-maksudnya
  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230329160320-277-930905/lagi-ngetren-apa-itu-slow-living
  • https://www.alodokter.com/slow-living-gaya-hidup-lambat-di-tengah-kehidupan-yang-serba-cepat
  • https://narasi.tv/read/narasi-daily/slow-living-adalah
  • https://blog.eigeradventure.com/slow-living-adalah/