Maaf Layanan kami sedang offline

Jam kerja kami senin - jumat pukul 08.00-17.00

DPLK AXA Mandiri
Klik Disini

Temukan Kebutuhan Anda

Selamat Datang di AXA Mandiri Online Solution

Pilih layanan yang Anda butuhkan

Belajar Yakin Kita Bisa Berprestasi dari 5 Atlet Sukses Ini

15 Oktober 2019 |

Memiliki karier yang sukses memang menjadi impian banyak orang. Tak terkecuali atlet, namun semua juga tahu bahwa untuk meraih kesuksesan tidaklah mudah. Selain perjuangan, sifat pantang menyerah, kosistensi dan pikiran positif. Keyakinan bahwa kita bisa melakukannya juga sangat dibutuhkan.

Untuk itu, kisah dari 5 atlet sukses ini bisa menjadi inspirasi sehingga dapat menjaga pikiran positif dan semangat #YakinKitaBisa agar terus terpacu. Ayo simak kisah kesuksesan mereka di bawah ini.

  1. Muhammad Ali
    Lahir dengan nama asli Cassius Clay, Muhammad Ali harus menghadapi kehidupan keras baik di masa remaja hingga masa keemasannya. Karena saat itu merupakan masa dimana orang kulit hitam dipandang sebelah mata oleh warga Amerika Serikat kulit putih. Mulai berlatih tinju sejak usia 12 tahun Ali berhasil merengkuh banyak prestasi semenjak namanya mulai melambung di usia 18 tahun. Popularitas Muhammad Ali sempat jatuh karena memeluk agama Islam pada tahun 1960an. Gelar juaranya bahkan sempat dicabut, dilarang mengikuti pertandingan selama beberapa tahun dan sempat masuk penjara. Tetapi hal tersebut tidak membuat semangatnya surut. Ali terus berlatih dan kembali ke ring tinju pada tahun 1970 serta membukukan kemenangan atas Jery Quary. Lalu, di tahun 1972 Ali menjadi pria kedua dalam sejarah yang berhasil kembali meraih juara dunia kelas berat. Ali sempat meraih berbagai prestasi dan gelar lainnya hingga pensiun di usia 40 tahun pada Desember 1981. Kisah Muhammad Ali mengajarkan kita bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan keberanian dalam melawan arus, menjadi beda dan terus bangkit ketika terjatuh.
  2. Kobe Bryant
    Berawal dari mimpi menjadi atlet basket terkenal sejak anak-anak, Kobe memulai perjalanannya sebagai pemain basket di Lower Merion High School. Kobe pun bercita-cita menyaingi sang idola, Michael Jordan. Hingga tahun 1996, Kobe bergabung dengan LA Lakers dan mengukir banyak sejarah. Bahkan, dia berhasil menjadikan sang idola sebagai rivalnya di lapangan bahkan mengalahkannya. Bukan cuma dalam arena pertandingan, Kobe pun berhasil mengalahkan rekor Jordan pada tahun 2014 dengan mencetak total 32.310 poin atau 18 poin lebih banyak dibanding Michael Jordan. Kisah Kobe Bryant ini membuka wawasan baru kita bahwa untuk meraih sukses harus diawali dengan mimpi dan kemauan untuk mewujudkannya.
  3. Cristiano Ronaldo
    Siapa tak kenal pemain terbaik dunia yang saat ini merumput di klub Juventus ini. Christiano Ronaldo adalah orang yang mematahkan jika bukan hanya bakat yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemain sepak bola. Sejak karier profesionalnya dimulai, Ronaldo adalah pemain yang selalu hadir beberapa jam lebih dulu dan menjadi yang terakhir pulang. Mantan pelatih timnas Portugal, Filipe Scolari pun pernah memberikan sanjungan untuknya. Menurut dia, Ronaldo adalah pemain yang berbeda. Ronaldo berlatih sangat keras dan mendedikasikan dirinya, dan membuatnya dirinya menjadi pemain terbaik di dunia. Perjalanan karier Christiano Ronaldo ini mengajarkan kita jika bakat bukan satu-satunya kunci kesuksesan, tetapi kerja keras merupakan kunci yang utama.
  4. Tiger Wood
    “Keinginanku untuk menggerakan gunung” yang menjadi prinsipnya telah berhasil membawanya menjadi atlet golf yang sukses. Baginya tak ada kesulitan yang terlalu tinggi untuk ditaklukan. Sejak mengawali kariernya di dunia golf, Tiger Wood sudah memiliki keinginan yang jelas yaitu menjadi atlet golf terbaik sepanjang sejarah. Selain itu, ia juga ingin mengubah stigma jika golf adalah olahraga yang ekslusif untuk orang kulit putih. Tiger Woods sangat memahami apa yang diinginkannya. Ia mempunyai tujuan yang jelas, menyusun rencana bagaimana mencapainya dan merealisasikannya dengan kerja keras. Kisah Tiger Wood ini membuka mata kita jika impian atau tujuan harus didukung oleh rencana yang jelas.
  5. Susi Susanti
    Tahun 1992 Olimpiade Barcelona, lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang setelah Susi Susanti berhasil mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia. Susi Susanti, wanita kelahiran Tasikmalaya, 11 Februari 1971 ini memang sudah senang bermain bulu tangkis sejak duduk di bangku SD. Gemblengan sang ayah dengan fasilitas seadanya, berhasil membawanya menjadi atlet kebanggan Indonesia. Saat berusia 14 tahun, Susi sukses menggondol juara World Championship Junior 1985 kategori tunggal putri, ganda putri dan campuran. Bahkan, dua tahun berselang, Susi sukses menjadi juara lagi di kategori tunggal putri dan ganda putri. Hebatnya, ia meraih gelar tersebut lima kali kelas junior di tingkat dunia. Karier senior Susi Susanti pun tak pernah sepi gelar, di awal karier di tahun 1989, ia berhasil menjadi Juara Indonesia Open ketika berusia 18 tahun. Susi tercatat telah menjuarai gelaran kompetisi tersebut sebanyak tujuh kali. Menjuarai Piala Sudirman 1989 untuk pertama kalinya bagi Indonesia. Berhasil meraih empat kali juara All England tahun 1990, 1991, 1993 dan 1994. Puncaknya, meraih medali emas di ajang Olimpiade Barcelona tahun 1992 bersama Alan Budikusuma yang kini menjadi suaminya. Kisah perjuangan Susi Susanti ini mengajarkan jika, fasiltas seadanya tak menjadi halangan, namun yakin kita bisa maka seseorang bisa meraih sukses.

AXA Mandiri

Harga Unit

IHSG Turun -1.09% – 13 Mei 2020

Market Update

Disclaimer & Ownership. Copyright 2020 AXA Mandiri.
AXA Mandiri merupakan perusahaan asuransi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Selamat Datang di AXA Mandiri Online Solution

Pilih layanan yang Anda butuhkan

icon-chat
icon-chat

Maaf Layanan kami sedang offline

Jam kerja kami senin - jumat pukul 08.00-17.00