Maaf Layanan kami sedang offline

Jam kerja kami senin - jumat pukul 08.00-17.00


Kalkulator Pendidikan

Temukan Kebutuhan Anda

Live Chat

Live Chat

Selamat Datang di AXA Mandiri Online Solution

Pilih layanan yang Anda butuhkan

Apakah Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Itu?

3 Pebruari 2016 |

Gangguan obsesif-kompulsif atau obsessive-compulsive disorder (OCD) merupakan gangguan kecemasan yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu obsesi dan kompulsi. Biasanya, orang menyebut penderita OCD sebagai orang yang ingin semua terlihat sempurna. Tetapi, apakah sebenarnya yang dimaksud oleh gangguan obsesif-kompulsif ini?

Obsesi

Obsesi adalah pikiran, gambaran, keinginan, atau keraguan yang tidak diinginkan yang terus menerus muncul dalam pikiran penderitanya. Sebagai contoh, berpikir tentang tubuhnya yang terkontaminasi oleh kuman, atau pikiran tentang menyakiti seseorang. Obsesi-obsesi inilah yang seringkali menakutkan atau terdengar sangat buruk, sehingga tidak bisa diungkapkan pada orang lain. Obsesi akan memenuhi pikiran penderita dan menimbulkan rasa cemas yang berlebihan.

Kompulsi

Kompulsi adalah kegiatan berulang yang dirasa sangat perlu dilakukan penderita. Hal ini dapat berupa mengecek jendela dan pintu berkali-kali sebelum meninggalkan rumah, atau mengulang doa-doa agar tidak terjadi suatu yang buruk pada seseorang. Tujuan dari kompulsi adalah untuk mengatasi pikiran obsesif dan meringankan rasa cemas yang timbul. Namun, saat melakukan hal-hal kompulsif, penderita terkadang merasa tertekan.

Jika keluarga atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala OCD, ada beberapa hal yang dapat membantu penderita dan memberi ketenangan bagi si penderita, seperti:

  • Tidak membentak atau memarahi, memberi komentar negatif atau kritik pada penderita.
  • Berusaha bersikap baik dan sesabar mungkin.
  • Tidak mengikuti hal-hal kompulsif yang dilakukan penderita yang dapat memperparah gejala OCD.
  • Lakukan komunikasi dengan baik dan jelas, tidak bertele-tele.
  • Cobalah cari hal lucu mengenai gejala yang dialami penderita.

Ingatlah untuk selalu memahami tindakan penderita OCD dan gejala-gejala ini bukanlah menjadi kekurangan seseorang. Dengan fokus kepada hal-hal baik yang ada pada diri penderita serta selalu memberi dukungan, maka Anda akan membantunya untuk melawan pikiran-pikiran obsesif yang mengakibatkan tindakan kompulsif.

Selain itu, usahakan agar penderita OCD mendapatkan bantuan medis dengan menggunakan asuransi kesehatan peorangan rawat jalan untuk kenyamanan perawatan. Selain itu, produk asuransi kesehatan AXA Mandiri memiliki beberapa keuntungan tersendiri yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien. Dengan begitu, penderita OCD mampu hidup normal.

Artikel Terkait :

  1. Waspadai Gejala Usus Buntu Sekarang Juga!
  2. Trik Bijak Membeli Buah Tangan Saat Liburan
  3. Tips Agar Bisa Membeli Rumah di Usia Muda
  4. Asuransi Perjalanan untuk Kenyaman Perjalanan Anda
  5. Kenali Penyakit Katup Jantung Pada Diri Anda!

AXA Mandiri

Harga Unit
Kurs Rupiah

27 Agu 2015

Beli BI Tengah BI
USD 14,031.00 14,102.00
Total Klaim

Jul 2015

IDR 125,736,332,881.00
USD 0.00

Disclaimer & Ownership. Copyright 2019 AXA Mandiri.
AXA Mandiri merupakan perusahaan asuransi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Selamat Datang di AXA Mandiri Online Solution

Pilih layanan yang Anda butuhkan

icon-chat
icon-chat

Maaf Layanan kami sedang offline

Jam kerja kami senin - jumat pukul 08.00-17.00